25.9 C
Jakarta
Kamis, 18 April, 2024

Net Asset Value: Fungsi, Cara Hitung, & Contohnya [2024]

Net Asset Value adalah salah satu istilah dalam dunia investasi yang penting untuk diketahui. Seperti diketahui, saat ini banyak orang tertarik pada berbagai instrumen investasi untuk meningkatkan aset keuangan mereka, salah satunya adalah melalui reksa dana. 

Di dalam dunia reksa dana, seringkali muncul beragam istilah yang mungkin belum familiar bagi orang awam, termasuk Net Asset Value (NAV). Secara singkat, Net Asset Value (NAV) merujuk pada harga atau nilai bersih dari setiap unit produk atau unit reksa dana yang diperdagangkan di pasar. 

Umumnya, NAV digunakan untuk menilai potensi peluang dalam berbagai instrumen keuangan, termasuk obligasi, saham, surat berharga pasar uang, dan deposito. Bagaimana cara menghitungnya? Penjelasan selengkapnya dapat ditemukan dalam ulasan berikut, seperti dinukil dari Qoala.

Apa Itu Net Asset Value?

Net Asset Value (NAV) adalah harga bersih dari suatu reksadana yang diperdagangkan pada hari tertentu. Komponennya mencakup kupon, dividen, dan surat berharga setelah dikurangi biaya operasional. Nilai ini juga mencerminkan aktiva bersih dari instrumen investasi dalam periode tertentu. NAV bukan hanya menjadi alat identifikasi peluang investasi reksadana, tetapi juga menjadi sarana bagi investor untuk melihat kepemilikan mereka dalam portofolio tersebut. Selain itu, NAV digunakan untuk menghitung keuntungan dari kenaikan nominal net asset value, dianggap sebagai representasi nilai bersih dari suatu entitas investasi.

Baca juga: Green Sukuk Ritel: Pengertian hingga Cara Investasinya

Net Asset Value

Waktu yang paling tepat untuk menghitung NAV biasanya adalah pada akhir setiap sesi perdagangan, berdasarkan harga pasar yang berlaku saat penutupan sekuritas portofolio. Nilai NAV umumnya berfluktuasi setiap harinya, dipengaruhi oleh perubahan dalam aset di bawah pengelolaan manajer investasi, yang dikenal sebagai AUM.

Penting untuk dicatat bahwa Net Asset Value memiliki makna yang berbeda-beda tergantung pada jenis aset keuangan yang diukur, dan memiliki dampak yang signifikan terhadap berbagai metrik dalam domain investasi dan keuangan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat penjelasan rinci di bawah.

Apa Itu NAV dalam Reksadana?

Reksadana, atau mutual fund, beroperasi dengan cara mengumpulkan dana dari sejumlah besar investor. Modal yang terkumpul kemudian dikelola oleh manajer keuangan untuk diinvestasikan dalam berbagai saham dan instrumen investasi lainnya, dengan tujuan mencapai target yang telah ditetapkan oleh para investor.

Net Asset Value (NAV) pada reksadana menjadi elemen penting dalam proses penentuan harga saham reksadana. Perlu dicatat bahwa reksadana tidak diperdagangkan secara real-time, sehingga penentuan harga saham reksadana tidak bergantung pada permintaan dan penawaran seperti pada perdagangan langsung. Sebaliknya, harga saham reksadana ditetapkan berdasarkan selisih antara aset dan kewajiban atau nilai Net Asset Value (NAV). Proses penentuan harga saham reksadana baru dimulai setelah reksadana diluncurkan, dan perubahan harga saham akan terjadi setelah nilai Net Asset Value per saham (NAVPS) diperbarui oleh bursa efek atau pasar saham.

Apa Itu NAV dalam Exchange Traded Fund (ETF)?

Exchange Traded Fund (ETF) merupakan jenis dana investasi yang melacak pergerakan harga aset seperti saham, komoditas, obligasi, atau mata uang asing. Dibandingkan dengan saham atau reksadana, investor ETF tidak memiliki kepemilikan langsung atas instrumen investasi tersebut. Sebaliknya, mereka memiliki klaim tidak langsung dan berhak atas sebagian dari keuntungan serta nilai sisa likuidasi. ETF biasanya diperdagangkan di pasar sekunder, mirip dengan saham, dengan harga yang fluktuatif dan mengikuti indeks tertentu, seperti Nasdaq, S&P 500, Russell 2000, dan lainnya.

Apa Itu NAV dalam Harga Saham

Saham biasanya diperdagangkan di bursa efek atau pasar saham, bergantung pada harga pasar yang mengalami fluktuasi. Perubahan harga saham dapat disebabkan oleh faktor-faktor seperti pergeseran dalam kurva permintaan dan penawaran, serta kebijakan perusahaan. Pergeseran dalam kurva permintaan dan penawaran dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk penilaian investor terhadap prospek pertumbuhan perusahaan di masa mendatang.

Dalam menilai prospek perusahaan, investor umumnya membandingkan harga per lembar saham dengan net asset value untuk menentukan apakah perusahaan tersebut dianggap undervalued atau overvalued. Ini menjadi pertimbangan penting bagi investor dalam membuat keputusan untuk membeli atau menjual saham pada perusahaan tersebut.

Cara Kerja Net Asset Value

Nilai Aktiva Bersih (NAB), atau Net Asset Value, digunakan sebagai pembagi dalam menentukan jumlah unit penyertaan saat pembelian reksa dana. NAB menjadi indikator penting untuk mengukur kinerja pengelolaan investasi dalam reksa dana. Dengan demikian, jika nilai aktiva bersih meningkat dalam suatu periode, kinerja reksa dana dianggap positif dan menguntungkan bagi investor. Perlu diperhatikan bahwa nilai aktiva bersih yang tinggi dapat juga disebabkan oleh usia reksa dana yang telah lama diluncurkan.

Sebaliknya, kinerja reksa dana dipengaruhi oleh keahlian manajer investasi dalam memilih portofolio aset. Saat kinerja reksa dana berjalan baik, Net Asset Value (NAV) akan meningkat seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, investor disarankan untuk memonitor pertumbuhan NAV sebagai indikator kesehatan reksa dana, lebih dari sekadar besarnya nilai aktiva bersih itu sendiri.

Walaupun NAV bukan representasi langsung dari kinerja suatu reksadana, namun menjadi hal penting saat ingin menjual reksadana. Sebagai contoh, jika Anda berinvestasi selama 2 tahun dan nilai per unit reksadana mengalami kenaikan sebesar Rp2 ribu, dengan total unit yang dimiliki sebanyak 2.000, maka peluang keuntungan saat menjual reksadana adalah Rp4 juta, dihitung dari jumlah unit dikalikan dengan kenaikan harga. Namun demikian, perlu diingat bahwa perhitungan ini hanya dapat direalisasikan melalui pencairan uang, dan perubahan harga NAV juga dipengaruhi oleh jumlah unit yang dimiliki jika harganya turun.

Perlu dicatat bahwa Net Asset Value (NAV) adalah komponen perhitungan yang diidentifikasi per unit penyertaan (UP), sering disebut sebagai NAV/UP. Jumlah NAV/UP awal telah ditetapkan oleh OJK sebesar Rp1.000 dan akan mengalami perubahan sesuai dengan pergerakan pasar.

Penting juga untuk memahami Unit Penyertaan (UP) dalam konteks NAV. UP adalah satuan yang digunakan dan dihitung untuk merepresentasikan kepemilikan dalam reksa dana. UP dihasilkan dari pembagian modal investasi investor dengan NAV/NAB reksa dana. Jika investor tidak menarik atau menambah investasinya, UP reksa dana akan tetap stabil tanpa penambahan atau pengurangan. UP ini menjadi bukti partisipasi investor dalam produk reksa dana, dan jumlah UP yang beredar dapat menjadi indikator popularitas dan permintaan reksa dana. Sebagai informasi, reksa dana dijual dalam satuan unit.

Perhitungan jumlah unit yang diperoleh dilakukan dengan membagi total investasi dengan nilai aktiva bersih pada saat pembelian. Sebagai contoh, jika seseorang membeli reksa dana dengan nilai aktiva bersih 1000/unit senilai Rp 10 juta, maka mereka akan mendapatkan 10.000 unit reksa dana.

Perbedaan NAV dan AUM

Terminologi penting lain dalam investasi reksa dana adalah Net Asset Value (NAV) atau Nilai Aktiva Bersih (NAB). Secara umum, AUM dan NAB sering disalahpahami sebagai dua istilah yang menyiratkan hal yang serupa. Meskipun keduanya mencerminkan kinerja manajemen investasi secara tidak langsung, namun AUM dan NAB memiliki makna yang berbeda. Perbedaannya adalah:

AUM adalah total aset investasi yang dikelola oleh sebuah perusahaan, sedangkan NAB adalah total aset setelah dikurangi kewajiban yang dikelola oleh sebuah perusahaan dalam sebuah reksa dana saja

Misalnya, sebuah manajer investasi mengelola reksa dana A, reksa dana B, dan reksa dana C.

Maka, NAB adalah nilai aset yang dikelola oleh manajer investasi tersebut pada masing-masing reksa dana. Jadi, setiap reksa dana bisa memiliki NAB yang berbeda. Adapun total AUM adalah total aset yang dikelola manajer investasi tersebut baik di dalam reksa dana A, B maupun C. Sederhananya, total AUM= NAB A+ NAB B + NAB C.

NAB didenominasikan dalam bentuk per share atau per unit, sedangkan AUM tidak

Nilai NAB ditentukan setiap hari ketika pasar modal sudah tutup. Nilai ini kemudian dibagi dengan jumlah reksa dana terkait yang beredar untuk ditampilkan dalam bentuk NAB per unit. NAB per unit inilah yang kemudian menjadi harga reksa dana. Di sisi lain, asset under management (AUM) tidak didenominasikan sedemikian rupa.

Fungsi Net Asset Value

Net Asset Value (NAV) memiliki beberapa fungsi penting dalam investasi, di antaranya:

  1. Mengukur Kinerja Investasi

Nilai Aktiva Bersih (Net Asset Value/NAB) merupakan salah satu indikator kunci untuk mengukur kinerja investasi. Peningkatan nilai NAV menandakan pertumbuhan atau keuntungan dalam investasi, sementara penurunan NAV menunjukkan nilai investasi yang menurun atau mengalami kerugian. Bagi seorang investor, memonitor perubahan dalam Net Asset Value dapat memberikan pandangan yang berharga dalam mengevaluasi kinerja investasi dan membantu dalam pengambilan keputusan yang informasional.

  1. Menentukan Harga Jual dan Beli

Net Asset Value juga berperan dalam menetapkan harga jual dan beli unit penyertaan dalam reksa dana atau perusahaan investasi. Harga jual dihitung dengan mengalikan NAV dengan jumlah unit penyertaan yang akan dijual. Sebaliknya, harga beli ditetapkan dengan memperoleh unit penyertaan pada harga yang setara dengan NAV.

  1. Menentukan Besarnya Dividen

Net Asset Value juga memiliki peran dalam menentukan jumlah dividen yang diterima oleh investor. Dividen umumnya dihitung berdasarkan persentase dari NAV, sehingga semakin tinggi NAV, semakin besar dividen yang akan diterima oleh investor.

Secara keseluruhan, Net Asset Value memiliki peran yang sangat krusial dalam konteks investasi. Ini memungkinkan para investor untuk menilai kinerja investasi, menentukan harga jual dan beli, mengukur besarnya dividen, serta menilai kategori risiko investasi. Oleh karena itu, sebagai seorang investor, memantau perubahan dalam NAV sangatlah krusial untuk membantu dalam mengambil keputusan investasi yang tepat.

Cara Menghitung Net Asset Value

Secara umum, Net Asset Value (NAV) dihitung dengan cara mengurangkan nilai aset dan kewajiban. Secara matematis, rumus Net Asset Value adalah sebagai berikut.

Net Asset Value = Value of Assets – Value of Liabilities

Dalam lingkup reksadana dan investasi, perhitungan net asset value biasanya disajikan dalam bentuk satuan per lembar saham. Oleh sebab itu, net asset value juga dapat dihitung dengan cara mengurangkan antara aset dan kewajiban lalu membaginya dengan total jumlah saham yang diperdagangkan di bursa atau dapat dituliskan sebagai berikut:

Net Asset Value = (Nilai Aset – Nilai Kewajiban) / Jumlah Saham Outstanding

Berdasarkan rumus tersebut, nilai aset (value of assets) merupakan nilai dari seluruh sekuritas dalam portofolio. Sementara nilai kewajiban (value of liabilities) adalah nilai dari seluruh kewajiban dan pengeluaran operasional.

Untuk lebih memahami seluruh mekanisme investasi dalam reksa dana, penting untuk memahami Expense Ratio atau Beban Operasional. Expense Ratio merupakan perbandingan antara beban operasional yang terlibat dalam pengelolaan dana investasi reksa dana dengan nilai rata-rata Net Asset Value (NAV) dalam satu tahun.

Baca juga: 4 Alasan Pertimbangkan Investasi Bitcoin Menurut Miliarder Meksiko

Net Asset Value

Expense Ratio digunakan sebagai indikator untuk mengukur sejauh mana biaya pengeluaran dalam pengelolaan reksa dana. Manajer Investasi yang kompeten akan berupaya menjaga biaya operasional sekecil mungkin untuk mencapai efisiensi yang optimal.

Sebaliknya, Expense Ratio akan meningkat jika Manajer Investasi menerapkan strategi pengelolaan yang aktif namun kurang efisien. Contoh dari hal ini dapat mencakup biaya pemilihan broker yang mahal, biaya transaksi yang tinggi, biaya administrasi, manajemen dan kustodian yang tinggi, penggunaan konsultan yang tidak efektif, dan faktor-faktor lainnya yang dapat membuat Expense Ratio meningkat.

Adapun rumus perhitungan Beban Operasi (Expense Ratio) ialah:

Expense Ratio = Beban Biaya : Rata-Rata Net Asset Value.

Contoh Perhitungan Net Asset Value

Kamu seorang manajer investasi, berencana untuk menghitung nilai Net Asset Value per Share. Kamu mendapatkan informasi bahwa total nilai sekuritas pada portofolio adalah sebesar Rp74 juta, jumlah kas dan setara kas sebesar Rp14 juta, dan perkiraan pendapatan senilai Rp23 juta.

Di sisi lain, total kewajiban yang dimiliki adalah sebesar Rp12 juta dengan total pengeluaran diperkirakan mencapai Rp4 juta. Jumlah saham yang beredar adalah sebesar 10 juta lembar.

Dengan menggunakan rumus Net Asset Value (NAV) sebelumnya, maka:

Nilai Aset = Rp74.000.000 + Rp14.000.000 + Rp23.000.000 = Rp111.000.000

Nilai Kewajiban = Rp12.000.000 + Rp4.000.000 = Rp16.000.000

Jumlah Saham Outstanding = Rp20.000.000

Net Asset Value = (Nilai Aset – Nilai Kewajiban) / Jumlah Saham Outstanding

Net Asset Value = (Rp111.000.000 – Rp16.000.000) / Rp10.000.000

Net Asset Value = 9,5

Atau contoh lainnya:

Kamu punya modal Rp4 juta. Kamu ingin menginvestasikan dana itu untuk reksa dana B yang punya NAV per unit adalah Rp2.000. Lalu, jumlah unit penyertaan yang dimiliki setelah membeli reksa dana itu adalah:

4.000.000/2.000 = 2.000 unit 

Kemudian, setelah 1 tahun berlalu, reksa dana tersebut NAB-nya naik menjadi Rp4.000 per unit. Anda merasa sekarang waktu yang tepat untuk taking profit. Apalagi pasar modal sedang bagus-bagusnya. Kamu pun akhirnya menjual reksa dana itu. Berapa nilai jual yang sekarang?

4.000 x 2.000 = Rp6.000.000

Berapa keuntungan yang diperoleh?

Rp6.000.000 – Rp4.000.000 = Rp2.000.000

Biaya di atas biasanya akan dikurangi biaya operasional yang masing-masing berlaku pada perusahaan manajer investasi. Lalu, biasanya ada pajak yang dibebankan. Jangan lupa menghitungnya supaya kamu tahu laba bersih yang didapatkan.

Untuk diketahui, nilai Net Asset Value (NAV) selalu mengalami perubahan setiap harinya dan dihitung ulang serta diperbarui pada hari kerja. Perubahan ini disebabkan oleh fluktuasi nilai investasi di pasar yang terus bergerak naik turun. Paling tepat, perhitungan NAV dilakukan pada akhir setiap sesi perdagangan, berdasarkan harga pasar yang berlaku pada penutupan portofolio sekuritas.

Keuntungan dari investasi dalam reksa dana diperoleh melalui kenaikan NAV, yang merupakan nilai aktiva bersih dari reksa dana tersebut. Bagi Anda yang berinvestasi dalam reksa dana, kenaikan NAV akan menghasilkan keuntungan yang dapat dinikmati.

Net Asset Value

Penutup

Demikianlah ulasan terkait Net Asset Value (NAV) yang penting untuk diketahui. Semoga informasi di atas bermanfaat.

Baca juga: Akurat! Indodax Ungkap Kebiasaan Unik Investor Kripto di Indonesia

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE