31.7 C
Jakarta
Senin, 13 Juli, 2020

Netzme Kembali Garap Program 1000 Kampung Digital Setelah Kantongi Izin BI

duniafintech.com – Aplikasi keuangan berbasis komunitas, Netzme kembali garap program 1000 kampung digitalnya setelah resmi mengantongi izin dari Bank Indonesia (BI) yang dikeluarkan tanggal 19 Desember 2019 lalu. Izin ini diberikan BI kepada Netzme sebagai penerbit Uang Elektronik (e-money) dengan Surat Nomor 21/584/DKSP/SH/B dan sebagai Peryelenggara Transfer Dana dalam rangka penyediaam fitur Transfer Dana melalui Uang Elektronik dengan nomor izin 21/270/DKSPA98.

Vicky G. Saputra sebagai CEO Netzme mengatakan, “fokus kami sekarang untuk kembali memberikan solusi akses keuangan sebagai bagian dari program inklusi serta literasi keuangan yang lebih baik, menyenangkan dan optimal bagi masyarakat Indonesia di kota-kota kecil hingga pedesaan, khususnya yang belum memiliki akses keuangan      atau unbanked people. Dengan diperolehnya perizinan tersebut, Netzme kembali garap program 1000 kampung dan Pesantren Digital Netzme di seluruh Indonesia.”

Vicky menambahkan sampai saat ini total pengguna aplikasi Netzme telah lebih dari 2,5 juta pengguna dan lebih dari 97% adalah pengguna yang berasal dari kota kecil maupun pedesaan seperti Ciamis, Roteng, Solok, Tapaktuan, Soppeng dan lainnya. Hal ini sesuai dengan visi misi Netzme yang menyediakan solusi paling menyenangkan bagi kalangan masyarakat yang belum tersentuh layanan akses keuangan (unbankable) di seluruh Indonesia.

Baca Juga:

Selain itu, target Netzme 2020 untuk segera dapat merampungkan partisipasi Netzme dalam program implementasi Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) pembayaran dari Bank Indonesia dan juga memulai lagi proses pelaksanaan Penawaran Umum Saham Perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dua hal tersebut harapannya dapat segera dicapai selambatnya semester pertama tahun depan.

Tidak hanya sekedar layanan pembayaran, untuk Netzme kembali garap program 1000 kampung digitalnya Netzme juga mempunyai beragam layanan keauangan dan beragam fitur pengembangan kewirausahaan mikro kreatif. Konsep ini terinspirasi dari semangat “good Samaritan” atau “gotong royong” khas budaya Indonesia melalui pengembangan Kampung-Kampung Digital Netzme di seluruh Indonesia.

-Vidia Hapsari-

Berita sebelumyaEmvazo
Berita berikutnyaIndonesian Blockchain Network (IBN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Aset Kripto untuk Para Pecinta Game Telah Listing di Indodax

DuniaFintech.com - Kabar gembira untuk gamers Indonesia!! Sudah tak perlu diragukan lagi, selain sebagai hiburan, industri game juga bisa dijadikan sarana untuk...

Strategi Sukses Jualan Online dengan Untung Jutaan Rupiah, Wajib Dicoba

DuniaFintech.com - Tak bisa dipungkiri, dengan adanya internet telah mengubah sebagian besar cara hidup kita sehari-hari. Jika sebelumnya kita lebih sering berbelanja...

Kemkominfo Klaim Indonesia Segera Miliki 3 Unicorn Baru

DuniaFintech.com - Kemkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) mengklaim Indonesia akan memiliki 3 unicorn baru hingga tahun 2024. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika,...

Bukan Dilarang, Ini Sebab Mengapa Regulasi Kripto Aset Itu Penting

DuniaFintech.com – Regulasi kripto aset sebagai teknologi yang masih terbilang baru, banyak negara yang mengkhawatirkan tentang bagaimana kripto aset akan memengaruhi iklim perekomian...

Blockchain Velas Mampu Selesaikan 30 Ribu Transaksi Per Detik?

DuniaFintech.com - Apa benar Blockchain Velas mampu selesaikan 30 ribu transaksi per detiknya? Dirancang dan dikembangkan sejak tahun 2019, Virtual Expanding Learning...
LANGUAGE