25.4 C
Jakarta
Minggu, 6 Desember, 2020

NextICorn International Summit 2019, Dorong Indonesia Jadi Pusat New Economy Dunia

duniafintech.com – Sebagai sebuah yayasan yang bertujuan untuk menciptakan unicorn – unicorn baru di Indonesia, NextICorn (Next Indonesian Unicorns) kembali menyelenggarakan NextICorn International Summit. NextICorn International Summit 2019 mempertemukan perusahaan rintisan terbaik di Indonesia dengan investor ternama dari dalam maupun luar negeri.

Gelaran yang dihelat di Jimbaran Hub, Bali, pada 14 hingga 15 November 2019 ini mempertemukan 103 perusahaan rintisan berbasis teknologi yang telah dikurasi kualitasnya, dengan 169 investor ternama berskala global dari berbagai penjuru dunia. 

NextICorn International Summit 2019 ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung Indonesia menjadi pusat ekonomi baru berbasis digital di dunia. Rudiantara, mantan menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia, yang merupakan salah satu pendiri yayasan NextICorn, mengatakan

“NextICorn yang kini telah menjadi yayasan independen, bersama dengan para pendiri dari berbagai perusahaan berskala global yang tergabung di dalamnya, memproyeksikan yayasan ini untuk menjadi motor penggerak inisiatif – inisiatif untuk memajukan sektor new economy di Indonesia. Harapannya, melalui pertemuan pada summit ini dapat memicu terciptanya tiga unicorn baru di tahun depan. Sehingga dapat mendorong Indonesia untuk menjadi The New Economy Global Hub.” 

Baca juga :

Berdasarkan laporan terbaru dari Google dan Temasek, Indonesia kini merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan new economy yang paling pesat dalam lima tahun terakhir di kawasan Asia Tenggara. Pada 2019, ekonomi digital Indonesia sendiri telah mencapai US$ 40 miliar, atau tumbuh lima kali lipat dibandingkan tahun 2015 yang hanya mencapai US$ 8 miliar. Dengan pertumbuhan rata – rata sebesar 49% per tahun, Indonesia bahkan diyakini dapat menembus US$ 130 miliar pada 2025. 

Untuk mendukung hal tersebut, pada NextICorn International Summit 2019, NextICorn menjembatani pertemuan antar perusahaan rintisan dengan investor. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan jumlah kesepakatan berinvestasi yang tercapai dari pertemuan tersebut.

Sebagai ajang yang membantu perusahaan rintisan di Indonesia untuk berkembang menuju tingkatan selanjutnya, NextICorn bersama dengan Ernst & Young Indonesia telah mengkurasi ratusan startup yang bergabung di International Summit tahun ini dengan mengacu pada beberapa kriteria yang telah ditetapkan, antara lain:

  • Berbentuk Perseroan Terbatas (PT) atau Penanaman Modal Asing (PMA) dengan kepemilikan modal lokal minimal 25%.
  • Setidaknya sudah memperoleh investasi US$ 100 ribu dari investor eksternal.
  • Bila masih bootstrap atau didanai oleh pendiri, startup kategori media minimal memiliki lima juta pengguna aktif bulanan (Month Active User/MAU).
  • Bagi startup e-commerce, minimal nilai transaksinya (Gross Merchandise Value/GMV) lebih dari US$ 1 juta atau aplikasinya diunduh satu juga kali.
  • Bagi startup di bidang Software as a Service (SaaS), minimal Annual Recurring Revenue (ARR) sebesar US$ 500 ribu.

Tidak hanya menjembatani pertemuan antar perusahaan rintisan terbaik di Indonesia dengan investor ternama berskala global, NextICorn International Summit 2019 juga menghadirkan perwakilan pemerintah untuk membagikan pandangan dan dukungan negara terhadap perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Salah satunya adalah Menteri Riset dan Teknologi Indonesia, Bambang Brodjonegoro.

Pada NextICorn International Summit 2019, sederet investor besar seperti Sequoia Capital, Vertex, Temasek, Alpha JWC Ventures, EV Growth, Kejora Ventures, SBI Investments, BRI Ventures hingga Salim Group dan investor berskala global lainnya turut hadir untuk melihat peluang berinvestasi pada nama – nama besar perusahaan rintisan terbaik di Indonesia yang telah dikurasi, seperti Logisly, PrivyID, Kata.ai, KoinWorks, Snapcart, Kulina, dan lain – lain.

– Dinda Luvita –

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Mengenal Investasi dengan Skema Lump Sum, Bagaimana Cara Kerjanya?

Duniafintech.com - Selama pandemi Covid-19, investasi menjadi bagian penting yang harus disiapkan, terutama untuk dana darurat dan tabungan masa depan. Saat ini investasi juga...

Forum Ekonomi Dunia Sebut Fintech Industri Paling Adaptif

DuniaFintech.com - Forum Ekonomi Dunia (WEF) mengklaim bahwa industri fintech menjadi yang tetap tumbuh secara global. Hal ini diungkapkan pada penelitian cepat atas pasar...

GREDU Siap Mendukung Sekolah Tatap Muka di Indonesia

DuniaFintech.com – Terkait rencana pembukaan sekolah tatap muka pada Januari 2021, GREDU mendukung sepenuhnya kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut. Sejumlah kendala akan...

Flipkart Milik Walmart akan Mulai Bisnis Pembayaran Digital

DuniaFintech.com – Perusahaan e-commerce India yang dikendalikan Walmart, Flipkart, mengatakan pada hari Kamis bahwa pihaknya akan memutar sebagian modal mereka di PhonePe untuk memperluas akses...

Berbagai Fitur DANA yang Hadir di Sepanjang 2020! Simak Disini

DuniaFintech.com - Penyelenggara sistem pembayaran berbasis elektronik, DANA telah merangkum berbagai fitur dan layanan anyarnya di sepanjang tahun 2020. Pada tahun ini, berbagai fitur...
LANGUAGE