30.6 C
Jakarta
Minggu, 25 Oktober, 2020

OJK Rombak Aturan Main Industri Fintech P2P Lending, Ini Rinciannya

Duniafintech.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperbarui serta menambah aturan main fintech P2P lending. Saat ini, aturan tersebut masih dalam tahap rancangan.

Direktorat Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Fintech OJK melakukan perubahan nama atas Peraturan OJK Nomor 77 Tahun 2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI) menjadi Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI).

Dalam pelaksanaan perubahaan aturan, OJK sudah meminta masukan dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Saat ini aturan main fintech P2P lending masih dalam tahap pembuatan naskah akademik dan sedang dilakukan studi teknis bidang keuangan dan program kekayaan intelektual dengan Pemerintah Britania Raya.

Dalam Rancangan POJK ini terdapat 11 poin perubahan serta 22 poin tambahan dalam POJK sebelumnya. Untuk detil aturan main fintech P2P lending adalah sebagai berikut:

Perubahan

  1. Definisi;
  2. Kepemilikan
  3. Kegiatan Usaha;
  4. Bentuk Badan Hukum;
  5. Modal Disetor;
  6. Batasan Pemberian Pinjaman Dana;
  7. Perizinan;
  8. Tanda Tangan Elektronik;
  9. Laporan;
  10. Ketentuan Peralihan; dan
  11. Ketentuan Penutup.

Penambahan

  1. Definisi;
  2. Kepemilikan
  3. Kegiatan Usaha;
  4. Bentuk Badan Hukum;
  5. Modal Disetor;
  6. Batasan Pemberian Pinjaman Dana;
  7. Perizinan;
  8. Tanda Tangan Elektronik;
  9. Laporan;
  10. Ketentuan Peralihan; dan
  11. Ketentuan Penutup.
  12. Penyelenggaraan dengan Prinsip Syariah;
  13. Tata Kelola Perusahaan;
  14. Sumber Daya Manusia;
  15. Uji Penilaian Kemampuan dan Kepatutan;
  16. Perjanjian LPBBTI
  17. Pendanaan kepada Sektor Produtif dan Penerima Dana Luar Jawa;
  18. Sistem Elektronik;
  19. Mitigasi Risiko;
  20. Akses dan Penggunaan Data Pribadi;
  21. Pengawasan;
  22. Tingkat Kesehatan;
  23. Kerja sama Kemitraan;
  24. Kantor Cabang;
  25. Perubahan Anggaran Dasar;
  26. Peleburan dan Penggabungan;
  27. Persetujuan RUPS terhadap Perubahan Kepemilikan, Peleburan, dan Penggabungan;
  28. Keaslian Dokumen;
  29. Pembubaran, Likuidasi, dan Kepailitan
  30. Edukasi dan Perlindungan Pengguna Layanan Pendana Bersama Berbasis Teknologi Informasi;
  31. Asosiasi;
  32. Larangan; dan
  33. Sanksi.

Adapun alasan adanya perubahan dan penambahan aturan main fintech P2P lending antara lain karena banyaknya sejumlah pengaturan yang masih belum diatur dan perlu untuk diatur dalam sebuah peraturan yang setingkat dengan POJK.

Selain itu, hal ini juga dinilai sebagai upaya mengikuti perkembangan industri fintech lending di Tanah Air serta melakukan perubahan terhadap peraturan yang tidak efektif dan sesuai dengan perkembangan industri.

Yang terakhir adalah sebagai penerapan disiplin pasar (market conduct) dan peranan AFPI sesuai dengan arahan Dewan Komisioner OJK.

(DuniaFintech/Drean M.Ikhsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tokocrypto Buka Layanan Pinjaman Uang ala Blockchain

DuniaFintech.com - Layanan keuangan berbasis internet dengan desentralisasi data (DeFi) mulai menancapkan kakinya di Indonesia. Salah satu penyelenggara, Tokocrypto telah membuka layanan...

Modal 1 Juta Bisa Dapat Untung Besar dengan Ide Usaha Ini, Apa Saja? Simak di Sini

Duniafintech.com - Modal sedikit bukan menjadi penghalang untuk tidak memulai berbisnis. Karena, banyak anggapan yang mengatakan bahwa berbisnis harus memiliki modal yang...

UMKM Bisa Ajukan Pinjaman dengan Bunga Rendah di Fintech Ini, Di Cek Yuk!

Duniafintech.com - Pinjaman dengan bunga rendah untuk Modal Usaha ditawarkan Fintech P2P Lending untuk pengusaha kecil yang menghadapi kesulitan modal dan tidak...

Mau Beli Mobil Tanpa Keuangan Terganggu? Ikuti Cara Ini

DuniaFintech.com - Beberapa orang mungkin berpikir, bahwa membeli mobil dapat membantu mengurangi biaya transportasi. Namun ternyata belum tentu loh, bisa saja justru...

Pilihan Pekerjaan Online Tanpa Menggunakan Modal dengan Penghasilan Fantastis

Duniafintech.com - Ketika penghasilan tetap masih tidak bisa mencukup kebutuhan utama, tentu kerja sampingan adalah solusinya. Tetapi, Anda pasti lebih memilih pekerjaan...
LANGUAGE