25.5 C
Jakarta
Rabu, 30 November, 2022

OJK Sanksi Debt Collector yang Pakai Kekerasan!

JAKARTA, duniafintech.comOtoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan kebijakan kepada Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang menggunakan jasa ketiga dalam penagihan yaitu Debt Collector dilarang untuk menggunakan kekerasan dalam penagihan utang konsumen, atau akan kena sanksi pidana.

OJK sanksi Debt Collector yang pakai kekerasan, Hal itu tercantum dalam Pasal 7 POJK Nomor 6/POJK.07/2022 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan. Berdasarkan laman akun instagram @ojkindonesia, dalam proses penagihan pihak ketiga lebih dikenal dengan istilah debt collector diwajibkan membawa sejumlah dokumen.

Dalam pasal 7 POJK Nomor 6/POJK.07/2022 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan diatur bahwa PUJK wajib mencegah Direksi, Dewan Komisaris, Pegawai dan/atau pihak ketiga yang bekerja untuk mewakili kepentingan PUJK dari perilaku memperkaya atau menguntungkan diri sendiri atau pihak lain, dan/atau menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukannya yang berakibat merugikan konsumen.

Baca juga: AFPI Bungkam Korban Pinjol Bunuh Diri Akibat Teror Debt Collector

OJK Sanksi Debt Collector

OJK Sanksi Debt Collector yang Melakukan Kekerasan dalam Penagihan

Contohnya, antara lain mencantumkan pembatasan kewenangan atau larangan untuk memberikan atau memperdagangkan data dan/atau informasi pribadi konsumen tanpa persetujuan dari konsumen kepada pihak lain dalam prosedur tertulis perlindungan konsumen, penggunaan kekerasan dalam penagihan utang konsumen.

Dalam menjalankan proses penagihan, jika tidak ingin kena sanksi OJK, Debt Collector dilarang melakukan tindakan-tindakan yang berpotensi menimbulkan masalah hukum dan sosial, antara lain pertama menggunakan cara ancaman. Kedua, melakukan tindakan kekerasan yang bersifat mempermalukan. Ketiga, memberikan tekanan baik secara fisik maupun verbal.

“Jika hal tersebut dilakukan, bagi debt collector dapat dikenakan sanksi hukum pidana. Sementara untuk PUJK yang menjalin kerjasama dengan debt collector tersebut dapat dikenakan sanksi oleh OJK berupa sanksi administratif antara lain peringatan tertulis, denda, pembatasan kegiatan usaha hingga pencabutan izin usaha,” tulis laman instagram @ojkindonesia.

Baca juga: OJK Terima Pengaduan Paling Banyak Soal Perilaku Debt Collector

Dalam proses penagihan, pihak ketiga di bidang penagihan yang lebih dikenal debt collector diwajibkan membawa sejumlah dokumen:

  1. Kartu identitas
  2. Sertifikat profesi di bidang penagihan dari Lembaga Sertifikasi di bidang pembiyaaan yang terdaftar di OJK.
  3. Surat tugas dari perusahaan pembiayaan
  4. Bukti dokumen debitur wanprestasi
  5. Salinan sertifikat jaminan fidusia.

“Seluruh dokumen tersebut digunakan untuk memperkuat aspek legalitas hukum dalam proses penagihan pinjaman sehingga mencegah terjadinya dispute,” tulis @ojkindonesia.

Baca jugaBerita Fintech Indonesia: OJK Panen Laporan Perilaku Kasar Debt Collector

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Payment Gateway  Gratis Terbaik, Simak di Sini Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Payment gateway adalah penyedia layanan pembayaran dan transaksi online yang membantu proses pembayaran bisnis. Adapun gerbang pembayaran ini bertugas menghubungkan pembeli dengan...

Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA hingga BRI, Intip Kurs-nya

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini, sesuai kurs, melemah pada level Rp 15.673 di perdagangan pasar spot Senin (28/11). Adapun Rupiah melemah 0,39%...

Berita Kripto Hari Ini: FTX Lanjutkan Bayar Gaji Pegawainya

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini mengulas pertukaran/bursa kripto yang bangkrut, yaitu FTX, dan perusahaan afiliasinya. Pada Senin, 28 November 2022, FTX yang sudah...

Modal Usaha UMKM jadi Fokus Amartha Kolaborasi dengan eFishery

JAKARTA, duniafintech.com -  PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) sebagai perusahaan teknologi finansial yang berfokus pada penyaluran modal usaha bagi UMKM, menjalin kolaborasi dengan eFishery. eFishery...

Keunggulan Mekanisme Blockchain, Aman & Transparan!

JAKARTA, duniafintech.com - Keunggulan mekanisme Blockchain tentunya memiliki keamanan yang kuat dan transparan dalam setiap transaksi. Teknologi ini merupakan teknologi pendukung yang diterapkan dalam aset kripto atau...
LANGUAGE