25.8 C
Jakarta
Kamis, 6 Oktober, 2022

Operasional di 6 Negara Distop Dalam Setahun, Ada Apa Dengan Shopee? 

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan marketplace jual beli populer, Shopee diketahui menutup kantornya di sejumlah negara Amerika Latin. 

Menurut laporan Reuters mengutip tiga sumber mengatakan, bahwa perusahaan menutup operasional lokal di Chili, Kolombia, dan Meksiko, menutup seluruhnya di Argentina.

Reuters menuliskan Shopee tetap mempertahankan operasi lintas batas di tiga pasar pertama. Namun akan memotong sebagian besar timnya pada negara-negara tersebut, yang mempengaruhi lusinan karyawan.

Sedangkan pasar Brasil, negara dominan untuk Shopee, tidak akan terpengaruh dengan kebijakan ini, dikutip pada Minggu (11/9/2022).

“Mengingat ketidakpastian makro yang meningkat saat ini”, perusahaan perlu “memfokuskan sumber daya pada operasi inti’ dan memutuskan berkonsentrasi pada model lintas batas di Shopee Meksiko, Kolombia, dan Chili, ungkap email yang dituliskan Chief Executive Shopee Chris Feng kepada karyawannya.

Baca juga: Cara Top Up ShopeePay lewat BJB Digi dan Ketentuan Biayanya

Reuters menambahkan email itu mengkonfirmasi penghentian operasional di pasar Meksiko, Kolombia, Chili dan Argentina. Shopee juga telah mengkonfirmasi akan berfokus pada model cross-border di Meksiko, Kolombia, dan Chili, serta menutup kantornya di Argentina.

Baca jugaCara Top Up ShopeePay lewat BNI Mobile Banking hingga ATM

Penutupan ini mengikuti kebijakan serupa pada Maret lalu yang menimpa India dan Perancis. Bulan Juni, perusahaan memangkas pekerjaan di seluruh divisi e-commerce dan pengiriman makanan di Asia Tenggara dan Amerika Latin.

Lusinan orang juga dilaporkan batal mendapatkan pekerjaan di Shopee selama dua minggu terakhir. Pembatalan itu terjadi saat calon pegawai itu tinggal menunggu waktu untuk resmi bekerja.

Baca jugaCara Transfer ShopeePay ke OVO Terbaru dan Termudah 2022

Sementara itu unit game Sea, induk perusahaan Shopee, juga diberitahu pegawai di Sea Garena akan dilepaskan. 

Proyek di unit pengembangan Sea juga ditutup. Sea telah melaporkan kerugian keuangannya kian melebar dan pertumbuhan pendapatan yang sangat lambat.

Baca jugaCara Belanja di Shope Pakai Kredivo, Checkout Sepuasnya!

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Asuransi Online Terbaik – Tips Jaga Diri Kala Pancaroba Datang

JAKARTA, duniafintech.com - Asuransi online terbaik menjadi salah satu solusi memproteksi diri kala musim pancaroba datang kerap membawa penyakit. Perubahan cuaca dan suhu udara di...

Masyarakat Digital Perempuan, Pemuda dan UMKM jadi Fokus Pemerintah

JAKARTA, duniafintech.com - Masyarakat Digital Perempuan, Pemuda dan UMKM, jadi fokus pemerintah untuk memacu peningkatan produktivitasnya. Bank Indonesia menyampaikan dalam acara perhelatan internasional Presidensi G20,...

Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA dan BRI, Cek di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini, Rabu (5/10/2022), menurut kurs yang tersedia, menguat pada level Rp 15.248 di perdagangan pasar spot. Adapun rupiah...

Pertumbuhan Investor Pasar Modal Asal Sumatera Utara Meningkat 30,41 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Pertumbuhan investor pasar modal Provinsi Sumatera Utara, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai  memiliki potensi. Terbukti, investor pasar modal Provinsi Sumatera Utara...

Berita Bitcoin Hari Ini: Wuih, Bitcoin Kembali ke US$20.000!

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini datang dengan kabar menggembirakan. Pasalnya, Bitcoin kembali menyentuh level US$20.000. Sebagai informasi, harga mayoritas kripto utama kembali pada...
LANGUAGE