INDEF: Potensi dan Prospek Fintech Semakin Besar di Indonesia

0

duniafintech.com – Institusi pemerhati ekonomi dan keuangan, INDEF menilai aspek teknologi dalam keuangan atau fintech memiliki potensi yang sangat besar di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Nailul Huda, pemerhati inovasi dan ekonomi digital INDEF.

Huda mejelaskan, perputaran uang dalam sektor fintech semakin produktif dari segi nominal dan persentase.

“Sampai saat ini posisi akumulasi pinjaman fintech mencapai Rp44 triliun. Hal ini tentunya menjadikan sektor fintech meningkat 97,6% dalam kurun satu tahun,” tutur Huda ke DuniaFintech melalui pesan tertulis, Rabu (18/9).

Baca juga: Forbes Beberkan Evolusi Fintech di 2020! Indonesia Sudah Mulai

Huda melanjutkan, pertumbuhan fintech dilatar belakangi oleh meningkatnya daya beli masyarakat di level tertentu. Ia pun merasa optimis dengan hadirnya inovasi sektor keuangan di Tanah Air.

“Pertumbuhan ini masih akan terus berlanjut seiring dengan naiknya konsumsi dan kelas menengah Indonesia,” lanjut Huda.

Baca juga: Mengapa Indodax Bisa Jadi Pilihan Tempat Investasi Milenial?

INDEF: Pertumbuhan Fintech di Indonesia Sangat Potensial di ASEAN

Huda menegaskan, meningkatnya konsumsi kelas menengah di Indonesia tidak hanya menjadikan fintech sebagai ‘tuan rumah’ di negerinya sendiri, tetapi juga berpotensi yang terbesar di ASEAN.

“Pertumbuhan kelas menengah di Indonesia paling cepat di antara negara ASEAN lainnya. Jadi potensi dan prospek fintech di Indonesia masih sangat besar,” tandasnya.

Alchemy Global Payment Luncurkan Hybrid Payment Bersama Arcadier

0

duniafintech.com – Alchemy Global Payment Solutions Limited sebagai pelopor pembayaran crypto berkolaborasi dengan Arcadier Group, perusahaan marketplace asal singapura untuk meluncurkan solusi pembayaran kripto dan fiat hybrid pertama untuk para pedagang di Asia yang diberi nama Alchemy Hybrid Payment Solution. Dengan adanya kerjasama ini dapat memberi kekuatan pada bisnis dan solusi pembayaran cryptocurrency yang melayani lebih dari 1,2 juta pedagang di 13 pasar untuk Asia dan Timur Tengah.

Alchemy Hybrid Payment Solution ini dapat dipasang sebagai aplikasi pada ponsel dan tablet untuk mempermudah para pedagang menerima pembayaran dari beberapa dompet digital seperti Alipay, WeChat Pay, Rabbit LinePay, dan masih banyak lagi. Pedagang yang menggunakan Solusi Alchemy Hybrid Payment akan mudah bertransaksi tanpa resiko karena terdapat pilihan mata uang lokal seperti SGD di Singapura, HKD di Hong Kong.

Baca Juga : Mengapa Indodax Bisa Jadi Pilihan Tempat Investasi Milenial?

Alchemy Hybrid Payment Solution adalah pengubah sistem untuk pasar cryptocurrency global karena mendorong cryptocurrency menuju mata uang global. Ini menciptakan peluang untuk pengguna cryptocurrency, karena pemegang crypto sekarang dapat menghabiskan cryptocurrency mereka untuk membeli barang dan jasa selain untuk investasi. Kami akan terus mengintegrasikan cryptocurrency seperti Libra Facebook untuk mendorong penggunaan dan likuiditas cryptocurrency.”kata Patrick Ngan, Co-Founder dan CEO Alchemy.

Patrick menambahkan dengan adanya solusi pembayaran ini akan menyatukan teknologi blockchain dan pembayaran digital serta akan terus meningkatkan minat masyarakat akan cryptocurrency. Selain itu, Alchemy Hybrid Payment Solution tersedia dalam pembayaran online maupun offline dan memiliki opsi pembayaran hybrid sebagai pilihan pembayaran yang ditawarkan kepada pengguna platformnya.

Baca Juga : TN Kapital dan Alami Umumkan Kerjasama untuk Kembangkan Fintech Syariah

Dinuke Ranasinghe, Co-Founder dan CEO Arcadier Group mengatakan “Kami senang dapat bermitra dengan Alchemy untuk menyediakan tawaran pembayaran unik, serta memungkinkan untuk pembayaran kripto melalui seluler untuk para E-Commerce. kerjasama ini tentunya akan meningkatkan ekosistem mitra pembayaran kami. Sistem pembayaran merupakan bagian penting dari kesuksesan semua bisnis eCommerce. Alchemy Hybrid Payment Solution memungkinkan kami untuk tetap menjadi yang terdepan dalam inovasi eCommerce dan mendukung kebutuhan pembayaran pengguna kami yang selalu berubah.”

-Vidia Hapsari-

Mengapa Indodax Bisa Jadi Pilihan Tempat Investasi Milenial?

0

duniafintech.com – Sebagai generasi yang memiliki pemahaman tinggi akan teknologi, pasti paham bagaimana sebaiknya investasi itu dibuat. Alih-alih hanya meletakkan dana yang dimiliki di salah satu bidang investasi saja, melakukan diferensiasi akan memberikan keuntungan tersendiri. Salah satu wadah yang bisa dipertimbangkan untuk menjadi opsi adalah Indodax. Mengapa Indodax bisa jadi pilihan investasi?

Saat ini, generasi milenial (dengan kelompok usia 22-37 tahun) tercatat sebagai generasi yang paling getol melakukan investasi. Investor saham hingga fintech lebih dari setengahnya dikuasai oleh generasi milenial. Tidak heran, mengingat generasi milenial merupakan kelompok usia paling produktif sekaligus melek terhadap teknologi.

Baca juga: Forbes Beberkan Evolusi Fintech di 2020! Indonesia Sudah Mulai

Indodax adalah Pelopor Platform Pertukaran Kripto Aset di Indonesia

Kripto aset sedang booming, tidak ada yang bisa menyanggah itu. Namun jauh sebelumnya, Indodax sudah terlebih dahulu membaca pasar dengan menjadi platform pertukaran pionir di tanah air. Didirikan oleh Oscar Darmawan dan dikelola oleh staf yang memiliki pengalaman bertahun-tahun, Indodax adalah tempat berinvestasi sekaligus trading terbaik bagi merea yang tertarik pada kripto aset.

Indodax Memiliki Banyak Pilihan Aset untuk Diinvestasikan

Saat ini, Indodax memiliki puluhan token yang terdaftar di dalam bursa. Token-token ini diluncurkan oleh perusahaan-perusahaan yang beragam dari dalam maupun luar negeri. Demi memenuhi kebutuhan trading para penggunanya, Indodax juga tidak segan memasukkan token-token baru yang tentu saja sudah melalui seleksi ketat. Punya token lain yang ingin direkomendasikan untuk masuk ke Indodax? Silakan ikuti community voting yang diadakan oleh perusahaan secara berkala.

Baca juga: BPJS Kesehatan Gandeng Puluhan Perusahaan Asuransi Swasta

Indodax Sudah Dipercaya Jutaan Pengguna

Dengan banyaknya pilihan aset yang tersedia, tidak heran jika Indodax juga memiliki pasar yang tidak kalah luasnya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pengguna yang bergabung setiap harinya di Indodax. Jika tidak ingin ketinggalan, daftarkan diri sekarang dan bergabunglah dengan jutaan pengguna lain untuk melakukan trading di Indodax!

Indodax Meng-update Perkembangan Harga Secara Realtime

Untuk Anda yang ingin trading dan memantau terus pergerakan harganya, Indodax menyediakan situs dengan interface yang nyaman dilihat dan mudah. Cukup dengan meng-klik aset yang diinginkan, Anda sudah bisa melihat pergerakan harganya secara realtime untuk tahu kapan waktu yang tepat untuk membeli dan menjual aset.

Jangan mau ketinggalan milenial lain yang sudah ikut trading duluan, yuk buat akun sekarang juga di Indodax!

-Dita Safitri-

Forbes Beberkan Evolusi Fintech di 2020! Indonesia Sudah Mulai

0

duniafintech.com – Kanal berita bisnis Amerika Serikat, Forbes telah merilis kecenderungan evolusi fintech di tahun 2020. Dalam lansirannya, tertulis bahwa teknologi keuangan tengah melakukan evolusi secara masif, bahkan diprediksi akan menjadi inovasi yang sangat menjanjikan hingga dekade berikutnya.

Forbes memaparkan bahwa usaha rintisan (startup) fintech justru tidak mengancam bank  kecil dan menengah, melainkan melakukan kolaborasi dan adopsi teknologi. Hal ini dibuktikan dari langkah JP Morgan yang mempekerjakan lebih dari 50.000 pakar teknologi.

Semenjak tahun 1958, negeri Paman Sam dikenal menjadi inovator di sektor keuangan. Salah satunya paten kartu kredit multi-guna keluaran Bank of America. Namun resesi besar membuat penyesuaian terus dilakukan. Sejak saat itu, inovasi yang dihadirkan bank konvensional nyaris tidak ada.

Baca juga: BPJS Kesehatan Gandeng Puluhan Perusahaan Asuransi Swasta

Saat ini, Bank of America menjadi pemegang paten Blockchain terbesar di dunia. Bahkan beberapa bank mikro lokal telah menggandeng startup fintech untuk mengatur stabilitas keuangan.

Di dalam negeri, beberapa raksasa perbankan seperti PT Bank Rakyat Indonesia Persero juga tengah berencana mengadopsi inovasi fintech. Hal ini dikemukakan oleh Sunarso, Dirut anyar BRI. Ia mengatakan, pihaknya akan memanfaatkan digitalisasi dalam sektor perbankan.

Evolusi Fintech Ala Forbes Tengah Dimulai di Indonesia

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati mengatakan sektor perbankan perlu beradaptasi dengan derasnya inovasi. Hal ini tentunya merujuk kepada inovasi yang ditawarkan startup fintech.

Selain itu, tren penanaman modal ventura ke beberapa perusahaan fintech telah meningkat. Tercatat, pada tahun 2018 aliran dana ventura ke perusahaan fintech telah menyentuh angka 40 milyar USD.

Baca juga: TN Kapital dan Alami Umumkan Kerjasama untuk Kembangkan Fintech Syariah

Di Tanah Air sendiri, beberapa modal ventura telah mengalirkan investasi ke beberapa perusahaan fintech dalam negeri. Jefri Sirait selaku Ketua Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) mengatakan sektor perbankan telah membuka segmen bisnis penanaman modal terhadap teknologi keuangan.

Jefri menjelaskan bahwa tren tersebut merupakan hal yang menguntungkan kedua belah pihak, baik perbankan sebagai pemberi maupun penerima modal. Pasalnya, sektor perbankan selaku pemodal mampu menjangkau nasabah lebih luas dan menjaga eksistensinya sebagai pelaku di sektor keuangan.

-Fauzan-

Software Payroll: Sistem Pengelolaan Perusahaan Era Digital

0

duniafintech.com – Mengelola perusahaan pada era digital dan disrupsi seperti sekarang ini tentu memerlukan treatment berbeda dengan era sebelumnya. Baik hubungan baik dengan konsumen, dengan pesaing dan partner, serta hubungan dengan karyawan perlu selalu dikelola. Dalam konteks hubungan baik dengan karyawan, perusahaan perlu menekankan pengalaman kerja karyawan yang ada di perusahaan, khususnya di Indonesia dan memberikan transparansi untuk segala hal yang dibutuhkan karyawan melalui software payroll.

Dalam hal ini, pengalaman kerja yang baik bukan merujuk pada pengalaman kerja yang dimiliki oleh karyawan secara teknis. Namun lebih kepada apa yang dirasakan karyawan ketika bekerja di perusahaan Anda. Mengingat persaingan usaha semakin ketat, Anda tentu tidak dapat kehilangan aset berharga begitu saja. Maka dari itu, perlu dilakukan manajemen yang baik pada aset SDM yang telah dimiliki dan merupakan karyawan bernilai tinggi.

Baca juga: Sygnum Jadi Bank Aset Digital Pertama yang Dilisensi dan Diregulasi

Inisiasi teknologi dan kecerdasan buatan semakin merangsek masuk ke setiap lini kehidupan setiap hari. Tentu saja, hal yang sama juga terjadi pada perusahaan yang mana terus bersentuhan dengan teknologi. Mau tidak mau, perusahaan harus dapat beradaptasi dengan lingkungannya yang baru sehingga dapat tetap bertahan dan berkembang.

Peran HR, dalam hal ini, menjadi sangat penting demi baiknya pengalaman yang dirasakan oleh karyawan. Hal ini perlu dilakukan agar karyawan yang telah menjadi aset berharga tidak mudah pergi atau melakukan turnover, pada dasarnya memiliki loyalitas yang tinggi perusahaan. Sebab dengan pengalaman bekerja yang baik, kepuasan karyawan akan meningkat, yang berefek langsung pada loyalitasnya.

Lalu apa yang harus dilakukan oleh staf atau bagian HR perusahaan?

Suasana Kerja yang Sustainable Suasana kerja klasik yang ada di berbagai kantor konvensional mungkin kini tak lagi relevan. Pasalnya, tenaga kerja yang ada juga tidak lagi dapat bekerja dengan nyaman dengan suasana kerja yang kaku dan serba ‘resmi’ seperti yang biasa diterapkan. Jika tenaga kerja yang Anda miliki saja sudah tidak nyaman dalam bekerja, apa yang dapat diharapkan dari mereka?

HR dalam hal ini bertugas untuk mencari apa yang diinginkan karyawan dalam pekerjaannya. Pembentukan suasana kerja yang lebih terbuka, lebih luwes serta lebih cair lebih disukai oleh generasi pekerja baru atau generasi milenial yang kini membanjiri pasar tenaga kerja. Dengan suasana kerja seperti ini, maka karyawan idealnya akan merasa nyaman sebab suasana seperti ini yang lebih sesuai dengan karakter orang muda dan dinamis.

Lingkungan Kerja Atraktif Jika diamati banyak startup yang kini mulai berkembang pesat di Indonesia, hampir semuanya memiliki lingkungan kerja yang atraktif dan menyenangkan. Lingkungan kerja seperti ini ingin menggeser lingkungan kerja konvensional yang menempatkan karyawan pada satu ruangan besar dengan meja dan sekat antar karyawan.

Nuansa yang ingin dibangun adalah nuansa yang lebih ceria, lebih menyenangkan dan lebih terbuka sehingga karyawan dapat merasa lebih nyaman ketika bekerja. Tentu saja, rasa nyaman ini yang sebenarnya jadi sasaran dari perusahaan tersebut ketika menerapkan lingkungan kerja yang modern dan menghindari lingkungan kerja konvensional.

Baca juga: Ekonomi Syariah Digital Indonesia Menjadi Sorotan Dalam Islamic Digital Day

Pekerjaan yang Berorientasi pada Masa Depan Peran HR yang tidak kalah penting adalah membuat setiap pekerjaan berorientasi pada masa yang akan datang. Target masuk akal, visi yang jelas untuk setiap bagian dan karyawan, serta workflow yang lebih nyaman untuk setiap karyawan yang ada. Bagaimana caranya? Apakah bisa dilakukan dengan bantuan mesin atau aplikasi? Jawaban paling sederhana adalah bisa.

Digitalisasi yang terjadi bisa sangat bermanfaat untuk bagian HR dalam rangka membuat visi kerja yang jelas dan terarah. Tidak sedikit aplikasi yang dapat menawarkan data rekaman lengkap untuk kinerja dan performa setiap karyawan. Namun demikian, tetap diperlukan staff HR yang handal untuk dapat memanfaatkan data ini agar menjadi output program yang jelas serta visi yang pasti.

Karyawan menyukai kepastian dan kejelasan visi, sama dengan mereka menyukai tempat kerja yang dapat memberikan apa yang mereka inginkan. Dengan menjelaskan visi perusahaan untuk setiap karyawan, berarti sudah melakukan salah satu upaya retensi agar karyawan tersebut ikut merasa menjadi bagian penting dari perusahaan sehingga loyalitasnya meningkat.

Baca juga: Empowering Blockchain Summit Matangkan Revolusi Industri 4.0

Pengalaman karyawan yang dapat diterima dengan baik akan berpengaruh secara langsung pada kenyamanan kerjanya. Selain itu, juga tidak boleh lupa untuk menunjukkan kejelasan jenjang karir yang dapat ditapaki oleh karyawan sehingga mereka bisa memberikan target pada diri mereka sendiri untuk mencapai jenjang karir tertentu. Kejelasan jenjang karir akan menambah semangat karyawan dalam bekerja, terlebih jika milestone yang ada dapat dengan jelas dilihat dan dipahami.

Pada akhirnya memberikan pengalaman kerja karyawan dengan baik merupakan salah satu usaha retensi karyawan agar tidak mudah melakukan turnover dan menjadi loyal dengan perusahaan. Gunakan bantuan software payroll Indonesia dalam menyediakan data yang diperlukan untuk menyusun langkah strategis HR yang dimiliki. Selain mudah digunakan, data yang disediakan akan tercatat dengan rinci dan sistematis sehingga HR kepercayaan dapat lebih cepat mencerna dan menghasilkan output yang lebih jelas.

BPJS Kesehatan Gandeng Puluhan Perusahaan Asuransi Swasta

0

duniafintech.com – Sebagai bentuk peningkatan layanan bagi masyarakat, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial/ BPJS Kesehatan bekerjasama dengan 11 perusahaan asuransi swasta yang tergabung dalam Forum Asuransi Kesehatan Indonesia atau Formaksi. Kedua belah pihak telah melakukan penandatanganan kerjasama mengenai pasien Coordination of Benefit (CoB) BPJS Kesehatan dengan RS Permata Group yang berada di Bekasi dan Depok.

Baca Juga : TN Kapital dan Alami Umumkan Kerjasama untuk Kembangkan Fintech Syariah

Direktur Eksekutif Formaksi, Dumasi M Samosi mengatakan kerjasama yang ditandatangani ini merupakan Adendum dari kerjasama Direct Billing yang sudah berjalan sebelumnya. Dengan adanya Adendum PKS ini, maka kerjasama ini diperluas untuk pasien CoB BPJS Kesehatan. Saat ini jika BPJS yang memiliki Asuransi Kesehatan Tambahan (AKT) ingin naik kelas kamar maka harus membayar terlebih dahulu selisih biaya yang ada.

Dengan terjalinnya kerjasama diantara BPJS dengan perusahaan asuransi swasta ini maka pasien BPJS Kesehatan yang juga memiliki AKT mendapat kemudahan karena biaya yang timbul akan langsung ditagih oleh rumah sakit ke perusahaan asuransi yang menerbitkan polis AKT pasien sesuai dan benefit limit yang dimiliki oleh pasien. Layanan ini dapat digunakan oleh hampir 3 juta peserta asuransi kesehatan yang saat ini terdaftar di perusahaan yang tergabung dalam formaksi. Selain itu formaksi dan RS Permata Group memiliki komitmen serta prioritas untuk memberikan kemudahan pelayanan bagi pasien yang memiliki fasilitas asuransi kesehatan tambahan

Baca Juga : MMA Indonesia SMARTIES 2019, Pengakuan Global Komunitas Pemasaran Digital

Sebelumnya BPJS juga telah melakukan penandatanganan dengan 19 perusahaan asuransi swasta terkait pelaksanaan skema Coordination of Benefit (CoB). Sampai saat ini total perusahaan asuransi swasta yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan adalah 30 perusahaan asuransi swasta. Tak hanya itu, demi mengoptimalkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, BPJS Kesehatan juga terus mengembangkan kerja sama dengan berbagai fasilitas kesehatan. Jumlah fasilitas kesehatan (faskes) tingkat rujukan BPJS Kesehatan pun ikut bertambah dari 1.530 faskes menjadi 1.546 faskes. Ke depannya, diharapkan angka ini terus meningkat untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program ini.

-Vidia Hapsari-

TN Kapital dan Alami Umumkan Kerjasama untuk Kembangkan Fintech Syariah

0

duniafintech.com – CEO TN Kapital, Tiar Karbala mengumumkan akan bekerjasama dengan salah satu startup financing P2P Alami dengan sistem pembiayaan murni syariah. Dengan kerjasama TN Kapital dan Alami akan memaksimalkan potensi pada industri fintech di Indonesia, terutama di sektor provider layanan pembiayaan P2P yang memiliki sistem pembiayaan secara syariah.

Data hingga 7 Agustus 2019, total jumlah penyelenggara fintech terdaftar sebanyak 127 perusahaan, bertambah 21 perusahaan sejak bulan Mei 2019 lalu. Dari jumlah tersebut, baru ada 8 perusahaan fintech yang memiliki sistem pembiayaan murni syariah yang resmi terdaftar, dan sisanya dimana lebih dari 110 perusahaan lainnya melayani pembiayaan konvensional. Dan Alami sendiri sudah resmi terdaftar di OJK pada 30 April 2019 lalu, sehingga aman dan kredibel serta akan memberikan manfaat yang baik bagi para pelaku UKM maupun para funder atau pendanaannya.

Baca Juga : Fintech ALAMI: Posisi Runner Up di Kompetisi Fintech Syariah Malaysia

Tiar menjelaskan, fintech P2P dengan sistem berbasis murni syariah di Indonesia masih sangat sedikit, terutama yang resmi terdaftar di OJK dan bersifat kredibel. Menurut data 2019 sekitar 270 juta penduduk Indonesia dan mayoritas beragama Islam. Selain itu industri berbasis syariah memiliki potensi yang besar di Indonesia terutama dalam sektor fintech. Saat ini jumlah UMKM di Indonesia hampir 63 juta, namun penyedia layanan pembiayaan online atau fintech P2P syariah masih terhitung sangat sedikit, kurang dari 10 penyedia.

Dengan modal biaya investasi dimulai dari Rp1 juta, Alami memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan. Mulai dari rata-rata imbal hasil sebesar 14%-16% bergantung pada hasil credit scoring sampai tenor yang relatif lebih singkat dibandingkan dari deposito. Pembiayaan P2P syariah juga memiliki keunggulan lebih dari segi kepastian dibandingkan dengan return instrumen reksa dana per tahun, mengingat return reksa dana yang fluktuatif karena dipengaruhi oleh kinerja pasar.

Baca Juga : Fintech Syariah ALAMI Kini Telah Resmi Terdaftar di OJK Loh!

TN Kapital menjadi perusahaan venture capital yang juga dapat menjembatani para investor dengan pelaku UKM yang memiliki perhatian lebih dalam sistem pembiayaan berbasis syariah. Dari sudut pandang investasi, Alami menawarkan banyak keuntungan bagi para funder atau investornya, yang tentunya masih dalam prinsip syariah.

-Vidia Hapsari-

Omnibus Law Siapkan Kemudahan Investasi dan Izin Usaha

0

duniafintech.com – Pemerintah tengah meninjau undang-undang untuk mengatur kemudahan investasi di Indonesia yang dikemas dalam Omnibus Law. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi pembahasan tindak lanjut Omnibus Law di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (17/9).

Direktur Pembangunan Daerah Kemendagri, Edward Sigalingging menjelaskan pihaknya mendukung penuh kesepakatan Omnibus Law.

“Kami sepenuhnya mendukung. Sepanjang itu untuk memberikan pelayanan yang cepat dan transparan,” ungkapnya di Gedung Ekonomi Makro, Kemenko Perekonomian.

Edward menambahkan, kesepakatan Omnibus Law juga tetap mempertahankan kewenangan badan terkait, seperti Dinas Penanaman Modal. Menurutnya, kewenangan beberapa lembaga terkait justru akan mempermudah perizinan investasi.

Baca juga: Bagaimana Peran Penasihat Investasi Di Indonesia?

Edward berpendapat, pembentukan Omnibus Law dilatar belakangi oleh banyaknya benturan aturan. Ia melihat peran online single submission (OSS) dalam memberikan izin masih berbenturan dengan beberapa aturan, salah satunya di undang-undang sektor dan NSPK.

Omnibus Law Mudahkan Perizinan Usaha dan Investasi

Edward menegaskan, Omnibus Law tidak akan merubah esensi dari aturan investasi yang sudah ada. Lebih lanjut ia mengatakan, undang-undang tersebut akan berhubungan dengan peraturan retribusi dan pajak daerah.

Edward pun menyinggung soal kemudahan investasi yang tidak harus terpaku kepada aturan retribusi dan pajak daerah. Ia mencontohkan soal pencabutan izin HO (hinder ordonantie) yang justru membuat jalur investasi semakin deras.

Baca juga: Pemerintah Inginkan E-Commerce Transparan Tampilkan Pajak & Bea Cukai

Diketahui, Omnibus Law dinilai pemerintah sebagai cara dalam membuat ekosistem ramah investasi sampai di level UMKM. Pada pertemuan ini hadir juga beberapa instansi kementerian terkait, seperti Menkumham, Mensesneg dan BKPM.

-Fauzan-

MMA Indonesia SMARTIES 2019, Pengakuan Global Komunitas Pemasaran Digital

0

duniafintech.com – Mobile Marketing Association (MMA) Indonesia telah mengumumkan kandidat terpilih untuk MMA Indonesia SMARTIES Awards 2019. Pemenang akan diumumkan pada saat malam penghargaan yang akan diadakan di The Ritz-Carlton Mega Kuningan Jakarta, 3 Oktober 2019. Telah terpilih 89 kandidat yang berasal dari berbagai sektor industri di Indonesia.

Baca juga : SE Bootcamp Kembali Hadir Optimalkan Perkembangan Wirausaha Sosial dan UKM

Memasuki edisi ke lima, MMA Indonesia SMARTIES Awards semakin berkembang pesat, dan memfokuskan diri ke misi utamanya untuk mengakselerasi transformasi dan inovasi sebuah pemasaran melalui media digital. MMA SMARTIES Awards merupakan satu-satunya penghargaan pemasaran digital di dunia yang menghargai pentingnya sebuah inovasi, kreatifitas, kesuksesan dan dampak bisnis.

MMA SMARTIES Awards terbuka untuk diikuti beragam kalangan yang terlibat dalam pemasaran digital seperti agensi, pemasar, penyedia teknologi, media, hubungan masyarakat, merek, pengiklan, dan lain sebagainya. Mereka yang merasa  memiliki kontribusi positif dalam industri pemasaran digital dapat mendaftarkan diri secara daring untuk kemudian diseleksi oleh juri terpilih. MMA SMARTIES Awards telah dilaksanakan di beberapa negara regional seperti Amerika Utara, Asia Pasifik, Eropa, Asia Tengah dan Afrika, serta Amerika Latin.

Terdapat 17 juri yang yang bertanggung jawab memberikan penilaian dalam penghargaan ini antara lain Umesh Phadke selaku Presiden Direktur L’Oreal Indonesia dan didampingi oleh Anton Jimmi S – Marketing Director PT Toyota Astra Motor; Astranivari – Chief of Marketing & Communications INVESTREE; Awin Sirait – Marketing Director Mayora Group; Bernard Ang -Head of Mobile Business, VP Samsung; Edwin Sugianto – Chief Operating Officer AXA General Insurance; Guy Kellaway – Communication Director Nestlé Indonesia; Jasper Distel – International Brand and Media Go-Jek; Kelvin Gin – Managing Director Kantar; Putri Diah Paramita – Marketing Director PT. Paragon Technology & Innovation; Reza Varindra – Head of Marketing & Communication Maybank Indonesia; Rohini Behl – Marketing Director Fonterra; Rohit Dadwal – Managing Director, APAC Mobile Marketing Association; Satria Bakti – International Business Director PT Kino Indonesia, Tbk; Shirley Lesmana – Head of Marketing Accommodation –Traveloka; Weitarsa Hendarto – Vice President Consumer Healthcare and Wellness PT Combiphar; dan Dr. Yoesman Sugianto – Senior Vice President, Group Head Strategic Marketing Communication PT Bank Mandiri Tbk.

Para pendaftar berkualitas yang mengikuti MMA Indonesia SMARTIES Award 2019 membuktikan bahwa terdapat peningkatan kesadaran terhadap dunia pemasaran digital dan potensinya di Indonesia. Para pendaftar ini telah dinilai berdasarkan kreatifitas, eksekusi, strategi, dan yang terpenting, pengaruh bisnis.

Shanti Tolani, Country Manager, MMA Indonesia, “MMA Forum dan SMARTIES Awards merupakan satu-satunya pengakuan global untuk komunitas pemasaran digital di seluruh dunia. Kami sangat berupaya untuk dapat menggabungkan pemikiran terbaik mengenai pemasaran di dalam satu platform setiap tahunnya untuk mengenali dan merayakan sebuah bakat, kreatifitas dan inovasi teknologi dalam industri pemasaran. Dievaluasi oleh juri yang komprehensif di dunia pemasaran dengan jabatan seperti Chief Marketing Officer dan pemimpin perusahaan lainnya juga merupakan sebuah kesempatan yang luar biasa untuk mereka yang berkecimpung dalam industri ini.”

MMA Indonesia bekerja sama dengan Millward Brown untuk menjadi mitra dan juga pengamat untuk SMARTIES Indonesia dan berbagi wawasan serta pengetahuan untuk memenangkan penghargaan bergengsi SMARTIES Indonesia. Di dalam MMA Forum, Millward Brown akan berbagi wawasan utama yang diperlukan para pemasar untuk memahami pentingnya membangun pemasaran digital dan periklanan di Indonesia.
— Dinda Luvita —

SE Bootcamp Kembali Hadir Optimalkan Perkembangan Wirausaha Sosial dan UKM

0

duniafintech.com – Optimalkan perkembangan wirausaha Sosial dan UKM, Bank DBS Indonesia melalui DBS Foundation kembali menghadirkan SE Bootcamp 2019 bagi wirausaha sosial dan UKM dalam upaya memaksimalkan bisnis berkelanjutan yang berdampak sosial.

Acara tersebut dilatarbelakangi berdasarkan data yang didapat dari Developing an Inclusive and Creative Economy – The State of Social Enterprise in Indonesia oleh British Council, dimana pertumbuhan wirausaha sosial di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam lima tahun terakhir, di mana jumlah wirausaha sosial baru meningkat lima kali lebih besar dibandingkan lima tahun sebelumnya.

Data tersebut juga menyatakan bahwa keuangan dan pendanaan adalah tantangan utama bagi wirausaha sosial. Hal tersebut meliputi kurangnya akses ke modal dan dana hibah, serta dukungan dalam menemukan pendanaan yang sesuai dengan bisnis berdasarkan kondisi wirausaha sosial saat ini.

Baca juga : Sygnum Jadi Bank Aset Digital Pertama yang Dilisensi dan Diregulasi

Social Enterprise (SE) Bootcamp 2019 sendiri merupakan suatu program akselerasi untuk para pebisnis muda Indonesia yang berfokus pada penyelesaian masalah sosial melalui inovasi bisnis. Program yang merupakan bagian dari misi ‘Championing Social Entrepreneurs in Indonesia’ oleh DBS Foundation ini diharapkan dapat membantu para wirausaha sosial dalam mempercepat pertumbuhan bisnis dan meningkatkan dampak sosial dari bisnis mereka.

“Tahun ini kami kembali menyelenggarakan SE Bootcamp 2019 di mana kami membangun kurikulum yang menitikberatkan pada pengelolaan keuangan. Kami melihat banyaknya wirausaha sosial yang bermunculan tetapi sayangnya tidak banyak dari mereka yang dapat bertahan, mengingat para wirausaha sosial harus dapat menyeimbangkan antara keuntungan bisnis dan dampak sosial yang dihasilkan. Melalui program ini, kami ingin membantu para wirausaha sosial dalam menyehatkan kondisi keuangan dan menciptakan keseimbangan dalam bisnis mereka,” kata Mona Monika, Executive Director, Head of Group Strategic and Marketing Communications PT Bank DBS Indonesia.

Para wirausaha sosial yang ingin berpartisipasi pada program SE Bootcamp 2019 dapat menyerahkan proposal (pitch deck) sebagai syarat pendaftaran pada program ini. Proposal yang diajukan dapat berupa bisnis yang baru dibangun atau telah berjalan hingga lima tahun. Tahun ini, SE Bootcamp 2019 tidak hanya menerima wirausaha sosial, tetapi juga usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia yang ingin mengoptimalkan dampak sosialnya dan beralih menjadi wirausaha sosial. Pendaftaran SE Bootcamp tahun ini dibuka mulai 16 September 2019 sampai dengan 15 Oktober 2019.

Program SE Bootcamp 2019 yang bertajuk ‘Strategic Finance for Scaling Up Impact’ tahun ini bekerja sama dengan Instellar, sebuah perusahaan yang mendukung wirausaha sosial untuk mengembangkan dan meningkatkan dampak bisnis mereka dengan akselerasi inovasi sosial. Para peserta terpilih akan mengikuti program SE Bootcamp 2019 yang akan berlangsung selama empat bulan. Program ini terdiri dari serangkaian workshop, aktivitas, dan kunjungan ke salah satu wirausaha sosial yang sukses menjalankan bisnis berkelanjutannya.

Tidak hanya berpartisipasi dalam serangkaian kegiatan yang disediakan, para peserta juga akan mengimplementasikan materi yang didapatkan ke dalam bisnis mereka yang akan dievaluasi oleh para ahli untuk membenahi hasil karya setiap peserta. Selain itu, para peserta akan berkesempatan untuk bertemu calon investor penyandang dana. Di akhir program, dua wirausaha sosial dengan penampilan terbaik selama program ini berkesempatan untuk mendapatkan DBS Foundation – Instellar Social Impact Prize senilai total SGD 20.000.

Baca juga : Bagaimana Peran Penasihat Investasi Di Indonesia?

— Dinda Luvita —