27.1 C
Jakarta
Rabu, 28 September, 2022

PAMOR DAN HARGA BITCOIN MAKIN MEROKET

duniafintech.com – LONDON. Pamor mata uang digital bitcoin tengah menanjak. Harga bitcoin kembali mencetak rekor tertinggi pada Kamis lalu (11/5), yakni mencapai US$ 1.820,84. Namun, tadi malam, harga bitcoin turun ke bawah US$ 1.800.

Dari akhir 2016, harga bitcoin sudah menanjak 91,26%. Malah, selama bulan Mei 2017 saja, harga bitcoin melonjak 39,54%. Dus, kapitalisasi pasar bitcoin makin membesar. Dalam pekan ini, market cap bitcoin bertambah US$ 3 miliar menjadi US$ 29,53 miliar atau nyaris Rp 400 triliun.

Penguatan harga bitcoin terjadi karena beberapa negara mulai mengakui mata uang virtual ini. Jepang, semisal, per 1 April 2017 mengesahkan bitcoin sebagai alat pembayaran. Kebijakan Jepang itu yang mengerek harga bitcoin karena permintaan meningkat. “Lebih dari 50% volume perdagangan bitcoin ada dalam denominasi yen,” kata Brian Kelly, Chief Executive Officer BKCM seperti dilansir CNBC, kemarin.

Rusia pun sedang mencoba mengatur mata uang digital. Bank Sentral Australia juga akan membuka kesempatan mata uang virtual sebagai alat pembayaran.

Sementara, Amerika Serikat (AS) mengusulkan untuk membuat perdagangan di bursa yang memungkinkan investor institusi masuk ke bitcoin. Cuma, Securities and Exchange Commision (SEC) menolak permohonan itu.

Di Indonesia, belum ada aturan soal ini. Bank Indonesia (BI) acap menegaskan bahwa uang virtual seperti bitcoin bukan alat pembayaran yang sah di Indonesia. BI mengingatkan risiko bertransaksi menggunakan bitcoin.

Padahal, menurut Oscar Darmawan, CEO Bitcoin Indonesia, bitcoin cukup prospektif jika membeli dan menjual pada saat tepat.

Harga bitcoin naik turun tergantung demand market,” ujar dia.

Bagi Oscar, bitcoin membantu orang yang doyan berbelanja di internet. Apalagi di Indonesia tidak banyak penduduk memiliki kartu kredit dan akses perbankan. Bitcoin juga lebih aman ketimbang kartu kredit karena tidak perlu memasukkan nomor kartu yang bisa disalahgunakan oleh hacker.

Boleh jadi, harga bitcoin akan semakin mahal. Pendiri dan CEO Gatecoin Aurelien Menant seperti dikutip CNBC, memperkirakan harga mata uang digital tersebut bisa mencapai US$ 3.000 pada akhir tahun ini.

Sumber: m.kontan.co.id

Picture: pixabay.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Indodax Trading Fest Oktober 2022 Berhadiah Ratusan Juta, Komitmen Indodax Demi Literasi Keuangan Digital

JAKARTA, duniafintech.com – Indodax, platform kripto terbesar di Indonesia dengan 5,5 juta member terdaftar kembali menggelar Indodax trading fest Oktober 2022 secara rutin.  Pelaksanaan lomba atau...

Sri Mulyani Ungkap Potensi Ekonomi Digital Indonesia Tertinggi se-Asia Tenggara

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan ekonomi digital di Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa, tertinggi se-Asia Tenggara. Hal itu tercermin sejak...

Erick Keluhkan Generasi Saat Ini Tidak Mau Jadi Petani

JAKARTA, duniafintehch.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai generasi muda saat ini enggan menjadi Petani lantaran tidak memiliki jaminan masa...

Pertamina Bantah Tudingan Produk Pertalite Bikin Boros

JAKARTA, duniafintech.com - Pertamina buka suara terkait beberapa hari ini viral mengenai keluh kesah konsumen pengendara yang menggunakan Bahan Bakar Minyak jenis Pertalite. Para...

Cara Cicil iPhone di iBox, Bisa Pakai Shopee Juga Lho!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara cicil iPhone di iBox dengan kartu kredit hingga Shopee berikut ini penting banget lho untuk diketahui. Pasalnya, hingga detik ini, iPhone...
LANGUAGE