28.2 C
Jakarta
Jumat, 9 Desember, 2022

Pandemi COVID-19 Berakhir Tahun Depan? ini Jawab Pemerintah

JAKARTA, duniafintech.com – Pemerintah memperkirakan bulan Februari tahun depan, Indonesia bisa lepas dari kondisi pandemi COVID-19 akan berakhir, apabila kasus suspect covid bertahan dalam kondisi relatif rendah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan dalam waktu 6 bulan terakhir perkembangan kasus harian COVID-19 sudah mulai melandai berada di angka 1.195 kasus sehingga masih tergolong rendah. Kemudian, pada tanggal 10 Agustus 2022, real time Indonesia sudah mencapai kurang dari 1. Dia mengharapkan angka realtime covid dapat bertahan dalam waktu 3 bulan.

“Sehingga Indonesia dapat mengambil langkah untuk mencabut aturan wajib masker sebagai langkah menuju endemi,” kata Airlangga.

Kemudian, dia mengatakan PPKM juga akan dievaluasi hingga akhir bulan depan lalu pemerintah akan menentukan pelaksanaan PPKM kedepannya disertai catatan bahwa vaksinasi booster diekstensifikasi di bulan November, Desember dan Januari.

“Kalau kita bisa jaga di bulan Februari kasusnya landai, maka kita bisa lepas dari pandemi Covid-19 ini,” kata Airlangga.

Baca juga: Perhatikan! Ini 10 Vaksin Covid-19 yang Disetujui di Arab Saudi untuk Ibadah Haji 2022

pandemi COVID-19 berakhir

Pandemi COVID-19 Berakhir Tahun Depan?, Harapkan Kerjasama dari Masyarakat

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menyatakan bahwa Indonesia juga masih dalam kondisi pandemi jika melihat sejumlah indikator pengendalian COVID-19, alias belum berakhir.

Siti Nadia Tarmizi sendiri menjelaskan bahwa ada beberapa indikator agar pandemi COVID-19 ini bisa turun statusnya atau bahkan berakhir menjadi endemi yaitu:

pertama laju penularan virus ini harus kurang dari 1.

Kedua, angka positivity rate juga harus kurang dari 5 persen.

Ketiga, tingkat perawatan rumah sakit juga harus kurang dari 5 persen.

Keempat, angka fatality rate harus kurang dari 3 persen.

Kelima, level PPKM berada pada transmisi lokal level tingkat 1.

Baca juga: Berapa Biaya Tes Serologi Covid-19? Intip Yuk di Sini!

Menurutnya, semua kondisi juga ini harus terjadi dalam rentang waktu tertentu, misalnya enam bulan. Jika dilihat dari beberapa syarat ini, maka kini kondisi Indonesia masih jauh dari prasyarat tersebut. Oleh karena itu, pemerintah tidak akan terburu-buru menurunkan status pandemi COVID-19 menjadi endemi. Tentu menjadi harapan besar pandemi COVID-19 ini dapat cepat berakhir.

“Nantinya, ketika status sudah menjadi endemi, maka kasus akan tetap ada, tetapi tidak akan mengganggu kehidupan manusia seperti saat ini,” kata Siti.

Baca jugaTingkat Kesejahteraan Finansial Karyawan Menurun, Dampak Pandemi COVID-19 Belum Berakhir?

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tips Hadapi Resesi Ekonomi Global Bagi Para Pelaku Usaha ala Rey Insurtech

JAKARTA, duniafintech.com - Resesi ekonomi global diperkirakan akan memengaruhi banyak sektor dan kinerja bisnis sehingga pelaku usaha perlu tips hadapi. Salah satu tips hadapi resesi...

Tips Cek Kesehatan Kendaraan Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

JAKARTA, duniafintech.com - Tips cek kesehatan kendaraan menjadi salah satu hal penting dipelajari mengingat libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 sudah di depan...

Perusahaan PHK Karyawan Kembali Terjadi, Kali Ini PepsiCo

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan PHK karyawan hingga saat ini masih saja terjadi di dunia ketenagakerjaan, termasuk perusahaan startup. Hal itu berlangsung di tengah ketidakpastian ekonomi...

Tips Investasi Untuk Persiapan Masa Depan

JAKARTA, duniafintech.com - Saham merupakan instrumen investasi yang berpotensi memberikan keuntungan cukup tinggi jika dibandingkan instrumen investasi lainnya. Namun, sebagai investor, kita harus cukup cerdas...

Dollar ke Rupiah Hari Ini Terlengkap, Cek sebelum Tukar Valas

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke Rupiah hari ini, sesuai kurs, melemah pada level Rp 15.637 di perdagangan pasar spot Rabu (7/12). Diketahui, rupiah melemah 0,05%...
LANGUAGE