29.6 C
Jakarta
Rabu, 26 Januari, 2022

Pangeran Charles Memberikan Pernyataan Terkait Blockchain

duniafintech.com – Siapa yang tidak mengenal Pangeran Charles?  Salah satu anggota keluarga kerajaan Inggris yang paling terkemuka ini percaya bahwa blockchain adalah perkembangan yang menarik, menurut komentar ​​yang dia berikan dalam sebuah acara meet and greet  pada 7 Mei.

Saat mengunjungi Berlin, Pangeran Charles terlibat dengan para penonton di luar Gerbang Brandenburg, pada satu titik menanggapi pertanyaan dari anggota komunitas Twitter cryptocurrency.

“Apa pendapat Anda tentang bitcoin? Blockchain, bitcoin, cryptocurrency? ”Sang fan bertanya pada Charles.

Pangeran Charles menjawab:

“Blockchain … pengembangan yang sangat menarik.”

Tokoh perusahaan terkemuka lainnya menjadi lebih vokal. Seperti dilansir dari cointelegraph, salah satu pengacara paling senior di negara itu menyampaikan pidato minggu lalu di mana ia menyarankan keberadaan crypto dan smart  contracts  tidak dapat dihindari.

“Sejauh ini, ketidakpastian hukum yang meliputi penggunaan apa yang disebut mata uang kripto dan aset kripto untuk transaksi keuangan berarti bahwa garis awal belum dilintasi,” kata Sir Geoffery Vos, Kanselir Pengadilan Tinggi.

Baca 

Facebook Merevisi Kebijakan tentang Iklan Blockchain dan aset kripto

Terkait regulasi blockchain dan aset kripto, baru-baru ini raksasa media sosial, facebook, mengungkapkan bahwa iklan yang berkaitan dengan teknologi blockchain dan acara serta materi pendidikan untuk cryptocurrency sekarang dapat ditampilkan di Facebook tanpa persetujuan sebelumnya. Sebagaimana diumumkan di Facebook Business pada 8 Mei.

Baca

Hal ini menandai perubahan aturan dari tahun lalu, ketika Facebook menerapkan kebijakan yang mengharuskan promotor crypto dan blockchain mendapatkan persetujuan terlebih dahulu sebelum mereka dapat menjalankan iklan. Namun, menurut siaran pers, perubahan aturan ini tidak akan berlaku untuk iklan yang berusaha mempromosikan mata uang kripto tertentu, dan iklan untuk penawaran koin awal (ICO) tetap dilarang.

Tujuan dari pembatasan tersebut adalah untuk mencegah agar pengguna Facebook tidak menjadi korban iklan yang menyesatkan. Pengiklan yang ingin mempromosikan produk tertentu, seperti cryptocurrency tertentu, pertukaran cryptocurrency, atau menambang perangkat lunak dan perangkat keras harus menjalani penyaringan latar belakang yang ketat, dimana salah satunya meliputi latar belakang lisensi perusahaan.

Baca 

picture: pixabay.com

-Sintha Rosse-

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Binary Option Ilegal dan Dilarang, Dua Nama Crazy Rich Ini Terseret

JAKARTA, duniafintech.com – Di jagat maya belakangan ini ramai diperbincangkan soal afiliator sistem trading Binary Option. Adapun keberadaannya pun dianggap sudah menipu dan merugikan...

NET TV IPO: Saham Diburu Investor Asing hingga Bakal Kembangkan Pemanfaatan Metaverse

JAKARTA, duniafintech.com – Pada Rabu (26/1/2022), PT Net Visi Media Tbk atau NET TV resmi melantai di bursa saham Indonesia setelah melakukan Initial Public...

Sri Mulyani Luncurkan E-Materai, Startup Ini Sediakan Fiturnya

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani telah meluncurkan materai elektronik atau e-materai. Menyambut kebijakan tersebut, Startup Fintech Paper.id melunucurkan fitur tersebut. CTO & Co-Founder...

Permodalan Fintech Akan Lebih Tinggi, Pemain Mulai Siapkan Strategi

JAKARTA, duniafintech.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merilis fintech lending yang berjumlah 103 platform, per 3 Januari 2022 seluruhnya telah mengantongi izin usaha...

Cara Setor Tunai BCA Tanpa Kartu di ATM, Mudah dan Praktis

JAKARTA, duniafintech.com - Cara setor tunai BCA tanpa kartu ternyata bisa dilakukan lewat ATM BCA terdekat di rumah Anda. PT Bank Central Asia TBK...
LANGUAGE