25.6 C
Jakarta
Selasa, 4 Oktober, 2022

Pangeran Charles Memberikan Pernyataan Terkait Blockchain

duniafintech.com – Siapa yang tidak mengenal Pangeran Charles?  Salah satu anggota keluarga kerajaan Inggris yang paling terkemuka ini percaya bahwa blockchain adalah perkembangan yang menarik, menurut komentar ​​yang dia berikan dalam sebuah acara meet and greet  pada 7 Mei.

Saat mengunjungi Berlin, Pangeran Charles terlibat dengan para penonton di luar Gerbang Brandenburg, pada satu titik menanggapi pertanyaan dari anggota komunitas Twitter cryptocurrency.

“Apa pendapat Anda tentang bitcoin? Blockchain, bitcoin, cryptocurrency? ”Sang fan bertanya pada Charles.

Pangeran Charles menjawab:

“Blockchain … pengembangan yang sangat menarik.”

Tokoh perusahaan terkemuka lainnya menjadi lebih vokal. Seperti dilansir dari cointelegraph, salah satu pengacara paling senior di negara itu menyampaikan pidato minggu lalu di mana ia menyarankan keberadaan crypto dan smart  contracts  tidak dapat dihindari.

“Sejauh ini, ketidakpastian hukum yang meliputi penggunaan apa yang disebut mata uang kripto dan aset kripto untuk transaksi keuangan berarti bahwa garis awal belum dilintasi,” kata Sir Geoffery Vos, Kanselir Pengadilan Tinggi.

Baca 

Facebook Merevisi Kebijakan tentang Iklan Blockchain dan aset kripto

Terkait regulasi blockchain dan aset kripto, baru-baru ini raksasa media sosial, facebook, mengungkapkan bahwa iklan yang berkaitan dengan teknologi blockchain dan acara serta materi pendidikan untuk cryptocurrency sekarang dapat ditampilkan di Facebook tanpa persetujuan sebelumnya. Sebagaimana diumumkan di Facebook Business pada 8 Mei.

Baca

Hal ini menandai perubahan aturan dari tahun lalu, ketika Facebook menerapkan kebijakan yang mengharuskan promotor crypto dan blockchain mendapatkan persetujuan terlebih dahulu sebelum mereka dapat menjalankan iklan. Namun, menurut siaran pers, perubahan aturan ini tidak akan berlaku untuk iklan yang berusaha mempromosikan mata uang kripto tertentu, dan iklan untuk penawaran koin awal (ICO) tetap dilarang.

Tujuan dari pembatasan tersebut adalah untuk mencegah agar pengguna Facebook tidak menjadi korban iklan yang menyesatkan. Pengiklan yang ingin mempromosikan produk tertentu, seperti cryptocurrency tertentu, pertukaran cryptocurrency, atau menambang perangkat lunak dan perangkat keras harus menjalani penyaringan latar belakang yang ketat, dimana salah satunya meliputi latar belakang lisensi perusahaan.

Baca 

picture: pixabay.com

-Sintha Rosse-

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Blibli.com Kembali Ajukan Rencana IPO di Tahun Ini

JAKARTA, duniafintech.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali buka suara terkait rencana Blibli.com untuk IPO/Initial Public Offering tahun ini. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK...

Bulog Endus Perusahaan Swasta Rusak Harga Beras di Pasar

JAKARTA, duniafintech.com - Perum Bulog/Badan Urusan Logistik mengendus adanya permainan perusahaan swasta yang menyebabkan harga beras melonjak. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengungkapkan perusahaan...

BSU Tahap 4 Sudah Cair, Begini Cara Cek Status Pencairannya

JAKARTA, duniafintech.com - Pemerintah memastikan program bantuan subsidi upah (BSU) tahap 4 akan diberikan kepada para pekerja atau buruh. Bantuan sebesar Rp600.000 ini akan sampai...

Cara Tarik Tunai GoPay di Alfamart, ATM BCA, & Bank Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara tarik tunai GoPay di ATM BCA, BRI, Indomaret, dan Alfamart berikut ini tentu sangat penting diketahui. Seperti diketahui juga, GoPay merupakan...

Cara Menabung di Bank Mandiri lewat ATM dan Teller

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menabung di Bank Mandiri pada ulasan berikut ini sangat penting untuk diketahui oleh para nasabah Mandiri. Seperti diketahui bersama, Bank Mandiri...
LANGUAGE