31 C
Jakarta
Selasa, 28 Juni, 2022

Pasar Kripto Tak Bergairah, Nilai Sumbangan Kripto Milik Ukraina Turun

JAKARTA, duniafintech.com – Menyusul invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari lalu, pemerintah Ukraina menggunakan media sosial untuk meminta sumbangan kripto atau cryptocurrency. 

Belum lama ini, Wakil Perdana Menteri Ukraina Mykhailo Fedorov juga berusaha untuk mengumpulkan investor kripto minggu ini di Forum Ekonomi Dunia di Davos. Pada 19 Maret, dana Bantuan untuk Ukraina pemerintah mengatakan telah mengumpulkan lebih dari USD 60 juta atau sekitar Rp 876,9 juta dalam bentuk sumbangan kripto.

Tetapi dua bulan kemudian, pada 19 Mei, total yang terkumpul bernilai USD 51,5 juta, karena pasar kripto telah turun tajam, kata wakil menteri transformasi digital Ukraina Alex Bornyakov.

Baca jugaWow, Pelaku Bisnis di Singapura Mulai Terima Pembayaranan dengan 

Cryptocurrency telah turun tajam dalam beberapa minggu terakhir. Bitcoin telah kehilangan lebih dari 20 persen dari harganya sejauh ini di Mei, menyusul penurunan 17 persen pada April, menyoroti risiko yang dihadapi oleh pemegang aset yang sangat fluktuatif.

“Semua dana yang terkumpul dalam dana “Bantuan untuk Ukraina” disimpan dalam cryptocurrency tetapi pemerintah dapat menghabiskan USD 45 juta darinya untuk peralatan tentara Ukraina sebelum kecelakaan itu,” kata Bornyakov dalam keterangan tertulis, dikutip dari CNBC, Jumat (27/5/2022). 

Baca jugaFitur NFT Akan Hadir di Facebook dan WhatsApp usai Sukses Diuji di Instagram

Ukraina telah mendanai upaya perangnya sebagian dengan cryptocurrency. Setahun sebelum perang terjadi peningkatan donasi bitcoin ke kelompok sukarelawan Ukraina, beberapa di antaranya memasok peralatan ke pasukan pemerintah. 

Melansir Liputan6.com, sementara kripto dapat menyediakan sejumlah dana yang sangat dibutuhkan, Kiev memperkirakan membutuhkan USD 15 miliar selama tiga bulan ke depan untuk membantu pemulihan ekonomi yang dilanda perang.

Beberapa waktu terakhir, harga koin kripto anjlok cukup dalam. Hal itu diperparah dengan adanya fenomena koin Terra Luna yang hancur lebur karena sempat tidak bisa diperjualbelikan karena nilainya yang turun drastis. 

Baca juga: Nilai Kripto Sedang Lesu, Ukraina Putar Otak Cari Dana Perang

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Sebut Harga Pertalite dan Pertamax Harusnya Rp30 Ribu per Liter, Ini Alasan Pemerintah

JAKARTA, duniafintech.com – Harga keekonomian Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk RON 90 (Pertalite) dan 92 (Pertamax) seharusnya sekarang ini mencapai Rp30 ribu/liter. Hal itu sebagaimana...

Fitur Baru, Instagram Bakal Lakukan Verifikasi Umur Menggunakan Video Selfie

JAKARTA, duniafintech.com - Instagram tengah melakukan uji coba untuk melakukan verifikasi umur pengguna dengan cara baru. Nantinya, setiap pengguna Instagram diminta melakukan verifikasi umur yang...

Izin Usaha Holywings Dicabut Pemprov DKI Jakarta, Ini Daftar 12 Gerainya

JAKARTA, duniafintech.com – Izin usaha seluruh gerai Holywings yang ada di Jakarta secara resmi dicabut oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Adapun langkah ini diketahui...

Pasar Kripto Bergejolak, Tapi Masih Cenderung Bergerak Positif

JAKARTA, duniafintech.com - Harga mata uang kripto sepanjang pekan ini cenderung menguat, di tengah masih tingginya gejolak atau ketidakpastian seputar akhir krisis Ukraina sementara...

Mengenal REN Coin, Token Milik Jaringan Protokol Ren yang Didirikan 2017

JAKARTA, duniafintech.com - Ren (REN) Coin adalah protokol jaringan terbuka yang dibangun untuk menyediakan interoperabilitas dan likuiditas antara berbagai platform blockchain.  Dilansir dari Coinmarketcap, REN...
LANGUAGE