27.3 C
Jakarta
Rabu, 19 Juni, 2024

Pasar Kripto Tak Stabil, Investor Cemas Tunggu Kenaikan Suku Bunga

JAKARTA, duniafintech.com – Aset digital mata uang kripto mayoritas masih terjebak di zona merah pada perdagangan Rabu (15/6/2022) kemarin, karena ketakutan inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Kripto terbesar seperti Bitcoin dan Ether menghabiskan sepanjang hari dalam penurunan. Pasar Kripto sedang tak stabil. 

Kripto lainnya juga masih berjuang untuk mendapatkan kembali kekuatan untuk naik ke zona hijau. Harga koin tersebut belum juga menunjukan gairah yang positif. 

Baca juga: Sepuluh Tahun ke Depan, Satu Miliar Penduduk Bumi Diprediksi Bakal Gunakan Mata Uang Kripto

Bitcoin baru-baru ini diperdagangkan di kisaran USD 22.000 atau setara Rp 324 juta turun sekitar 2 persen selama 24 jam terakhir. Penurunan tersebut merupakan kerugian hari kedelapan berturut-turut pada Bitcoin. 

Investor kripto saat ini masih cemas dengan kondisi pasar Kripto yang tak stabil. Mereka menunggu kenaikan suku bunga terbaru dari The Fed, yang sekarang diyakini oleh banyak pengamat akan menjadi 0,75 basis poin, sebagai obat inflasi yang keras. 

Harga Konsumen menunjukkan inflasi berlanjut pada level tertinggi empat tahun. 

Hal yang menjadi pertanyaan saat ini, apakah kebijakan hawkish dapat menjinakkan inflasi tanpa memicu resesi masih belum pasti. Para investor pun dibuat harap-harap cemas. 

Baca juga: Melek Teknologi, NFT Jadi Metode Lain untuk Populerkan Karya Musisi Tanah Air

Melansir Liputan6.com, analis Senior Oanda Americas, Edward Moya mengatakan, bahwa saat ini investor Bitcoin sebaiknya menunggu dan melihat keputusan FOMC nanti. Semoga keputusan itu dapat membawa kabar baik bagi perdagangan aset Kripto yang tengah populer di dunia ini. 

“Bitcoin masih memegang level USD 20.000 dan jika Wall Street mendapat keputusan dan konferensi pers yang sangat hawkish, imbal hasil Treasury dan dolar dapat melonjak sekali lagi dan itu akan menguji batas yang telah ditarik oleh banyak pedagang kripto,” ujar Moya, dikutip dari CoinDesk, Rabu 15 Juni 2022.

Baca juga: Masyarakat Shanghai Gunakan NFT Buat Rekam Masa Lockdown Covid-19

Baca jugaApa Saja P2P Lending Terbaik di Indonesia saat Ini? Berikut Daftarnya

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

 

Iklan

ARTIKEL TERBARU