31.2 C
Jakarta
Sabtu, 28 Mei, 2022

Apa Saja P2P Lending Terbaik di Indonesia saat Ini? Berikut Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Apa saja Peer-to-Peer Lending atau P2P Lending terbaik di Indonesia? Sejatinya, hingga saat ini, antusiasme masyarakat untuk menggunakan jasa P2P Lending memang masih sangat besar. Di samping itu, jumlah pemain di salah satu lini industri keuangan ini pun juga demikian banyak.

Seperti diketahui, seiring dengan berkembangnya sektor teknologi, kemudahan pada sektor keuangan juga ikut berdampak positif terhadap kehidupan masyarakat. Pasalnya, saat ini siapa saja bisa bisa melakukan proses meminjam uang secara online.

Lebih jauh, akses P2P Lending pun cukup mempermudah bagi mereka yang ingin memperoleh pinjaman dana. Hal ini tentunya akan sangat membantu para pelaku UMKM yang memerlukan modal untuk mengembangkan bisnisnya.

Di samping itu, juga ada P2P Lending yang memberikan pinjaman dana untuk pendidikan dan kesehatan—sesuai dengan standar masing-masing—, yang biasanya, dilihat dari kelayakan kredit pinjaman, besaran nominal dan tenor pinjaman, suku bunga, hingga tingkat keamanannya.

Baca juga: Cara Menghitung Compound Interest dan Rumusnya

Nah, sebelum membahas P2P Lending paling diminati saat ini, yuk simak ulasan soal pengertian P2P Lending terlebih dahulu di bawah ini.

Apa Itu P2P Lending Terbaik dan Cara Kerjanya

Mengacu pada Peraturan OJK No.77/POJK.01/2016, fintech lending atau P2P lending adalah sebuah layanan atau metode pinjam-meminjam uang dalam mata uang rupiah di Indonesia secara langsung yang menghubungkan kreditur atau lender sebagai pemberi pinjaman dan debitur atau borrower sebagai penerima pinjaman yang berbasis teknologi informasi.

Adapun fintech lending di Indonesia juga dikenal sebagai Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI).

Cara kerja P2P Lending secara umum adalah sebagai berikut:

  • Untuk registrasi keanggotaan yang mana pengguna (lender dan borrower) melakukan registrasi secara online melalui komputer atau smartphone
  • Borrower merupakan pelaku pengajuan pinjaman
  • Platform P2P lending akan menganalisa dan memilih borrower layak untuk mengajukan pinjaman, termasuk menetapkan tingkat risiko borrower tersebut
  • Borrower terpilih akan ditempatkan oleh platform P2P lending dalam marketplace P2P lending secara online beserta dengan informasi komprehensif tentang profil dan risiko borrower tersebut
  • Nantinya, investor P2P lending nantinya akan melakukan analisa dan seleksi atas borrower yang tercantum dalam marketplace P2P lending yang disediakan oleh platform
  • Investor P2P lending melakukan pendanaan ke borrower yang dipilih melalui platform P2P lending
  • Borrower mengembalikan pinjaman sesuai jadwal pengembalian pinjaman ke platform P2P lending
  • Investor P2P lending menerima dana pengembalian pinjaman dari borrower melalui platform

Daftar Platform dan Aplikasi P2P Lending Terbaik

  1. KoinWorks

Aplikasi P2P lending ini sudah berdiri sejak tahun 2016 lalu dan bahkan menjadi yang terbaik sejak tahun 2020/2021 dan hingga kini. Di platform ini, menariknya, Anda bisa melakukan pendanaan mulai dari Rp100 ribu.

Sebagai investor, Anda dapat memilih bidang yang ingin Anda danai, mulai dari pendidikan, bisnis, hingga kesehatan. Lebih jauh, KoinWorks pun sudah dilengkapi dengan dana proteksi untuk meminimalisasi kerugian investor.

Informasi lainnya tentang KoinWorks:

  • Bunga yang ditawarkan: 14%—23%
  • Tenor investasi: 1—12 bulan.
  • KoinWorks telah menyalurkan pinjaman Rp2,13 triliun dan TKB90 sebesar 95,66%.
  • Aplikasinya bisa diunduh di Google Play Store atau App Store.
  1. Modalku

Perusahaan yang bergerak di bidang P2P lending Indonesia ini sudah ada sejak Januari 2016 silam. Di sini, pemberi pinjaman bisa melakukan pendanaan ke pinjaman UMKM yang terdaftar di Modalku dan bisa memilih jenis pinjaman yang ingin didanai berdasarkan informasi yang disediakan oleh Modalku, baik itu peminjam, jenis usaha, jumlah pinjaman yang dibutuhkan, maupun suku bunga pinjaman.

Baca juga: Ada Aturan Baru bagi Fintech P2P Landing, Begini Tanggapan AFPI

Modalku punya dua produk utama, yakni Pinjaman UKM dan Invoice Financing.

  • Pinjaman UKM: pinjaman tanpa jaminan untuk kebutuhan modal usaha dan perkembangan bisnis. Plafon pinjaman yang dapat diberikan mencapai Rp2 miliar, tenor hingga 24 bulan.
  • Invoice Financing: bisa memberikan dana cepat memakai invoice hingga 80% dari nilai invoice, tenor 15—90 hari.

Aplikasi ini juga telah tersedia di Google Play Store dan App Store.

  1. Akseleran

Akseleran adalah salah satu perusahaan P2P Lending terbaik di Indonesia yang ditujukan sebagai dana pinjaman untuk UMKM dengan konsep crowdfunding, yang memberikan bunga imbal balik yang menarik sesuai dengan profil tingkat risiko pinjamannya.

Lewat platform ini, terdapat ribuan pendanaan yang dihimpun dan Anda dapat dengan bebas memilihnya sesuai dengan keinginan. Di setiap pendanaan pun telah tercantum informasi yang diperlukan para pendana, mulai dari bunga, tenor, hingga agunan.

Anda pun bisa mengunduh aplikasi P2P lending ini via Google Play Store dan App Store.

  1. Amartha

Berdiri pada tahun 2010 silam sebagai microfinance, Amartha kemudian menjadi perusahaan P2P Lending sejak tahun 2016. Startup P2P Lending yang satu ini lebih fokus pada pendanaan UMKM di pedesaan dan pelosok yang belum punya akses kredit ke perbankan.

Adapun nilai pinjaman di Amartha mulai dari Rp 3 juta sampai dengan Rp 15 juta, tenor investasi 6—12 bulan. Mengutip laman resminya, Amartha sudah menyalurkan pendanaan sebesar Rp4,21 triliun dan memberdayakan 762.652 pengusaha mikro.

Sementara itu, tren kegagalan pengembalian pinjamannya juga sangat rendah, yakni TKB 90 mencapai 96,39%. Aplikasi P2P lending yang satu ini juga bisa Anda unduh di Google Play Store dan App Store.

  1. Investree

Salah satu pionir P2P lending Indonesia ini mulai beroperasi sejak tahun 2015. Di sini, terdapat dua jenis pinjaman yang bisa diberikan, yakni pinjaman bisnis dan pinjaman lainnya. 

  • Pinjaman bisnis lebih meliputi invoice financing buyer financing, working capital term loan, dan pinjaman toko online.
  • Pinjaman lainnya meliputi Surat Berharga Nasional (SBN) dan reksa dana for Lender, hasil kerja sama Investree dengan Tanamduit.

Anda bisa memberi pinjaman mulai dari Rp1 juta hingga Rp50 juta di Investree. Kalau Anda memberi pinjaman di Investree, Anda bakal memperoleh bunga sebesar 12%—18% setahun dengan tenor investasi 1—12 bulan.

Aplikasi P2P lending syariah ini bisa Anda unduh via Google Play Store dan App Store.

  1. TaniFund

Pilihan berikutnya adalah TaniFund, yaitu sebuah aplikasi P2P lending yang berfokus pada industri agrikultur di Indonesia. Lewat platform ini, Anda pun bisa melakukan pendanaan yang memberikan dampak sosial terhadap ketahanan pangan di Indonesia hingga kesejahteraan para petani.

Beberapa keunggulan dari TaniFund, di antaranya modal kecil dengan pendanaan mulai dari Rp100.000 untuk memberikan dampak besar. Di samping itu, manfaat bunganya pun cukup menarik, yakni hingga 18% p.a dengan perhitungan yang adil.

  1. Asetku

P2P Lending terbaik Asetku pun menjadi salah satu P2P lending dengan bunga yang menarik, yakni sekitar 12—24%. Adapun fokus kegiatannya berada pada layanan pinjam-meminjam micro lending dan consumer lending.

Bukan hanya memberikan bunga menarik kepada kedua pihak, platform ini pun menawarkan kenyamanan bertransaksi. Diketahui, asetku menyediakan produk pendanaan dengan tenor 1—12 bulan.

  1. GandengTangan

Perusahaan fintech ini menggunakan konsep crowdlending, yakni dana yang disumbangkan oleh donator bakal dikembalikan secara berkala oleh para peminjam dengan return hingga 12% per tahun.

Di samping itu, GandengTangan pun bakal menyeleksi usaha yang akan didanai lewat platform-nya. Oleh sebab itu, bagi pelaku usaha yang ingin menggunakan layanan ini, perlu mengajukan proposal dan memenuhi beberapa persyaratan, misalnya punya model bisnis/alur pemasukan yang jelas, minimal telah berjalan selama 6 bulan, dan tidak dalam kondisi bangkrut.

Baca juga: OJK: Penyaluran Pinjaman P2P landing Capai Rp295,85 Triliun Per Desember 2021

Melalui layanan ini, para pemilik usaha tidak bakal dikenakan bunga pinjaman. Meski demikian, GandengTangan akan mengambil potongan sebesar 5% dari total pinjaman yang diterima pengusaha.

Di lain sisi, para donatur yang berniat memberikan donasi dapat melakukan deposit awal sebesar Rp100 ribu dan selanjutnya, dana yang sudah diinvestasikan akan dikembalikan secara otomatis ke donatur.

  1. Mekar

Salah satu platform online untuk pendanaan pinjaman UMKM Indonesia ini berhasil meraih penghargaan The Best P2P Platform in Indonesia dari Global Wealth and Society Awards pada tahun 2019 lalu.

Secara konsisten, Mekar sudah menjadi platform yang mampu membawa dampak positif di Indonesia dengan memfasilitasi pendanaan lebih dari 48.000 pinjaman. Untuk angka pinjaman bermasalahnya pun sangat rendah, yakni hanya 0,2%.

  1. Danamas

Salah satu aplikasi P2P Lending terbaik, terpercaya, dan terpopuler di Indonesia ini masih menjadi bagian dari Sinar Mas Group. Oleh sebab itu, dapat dipastikan bahwa Danamas telah mengantongi izin operasional P2P lending dari OJK.

Danamas pun mengklaim bahwa mereka dapat menguntungkan baik pihak peminjam maupun pemodal. Beberapa keuntungan yang bisa didapatkan oleh pemodal, misalnya, memperoleh pengembalian pokok dan bunga secara bulanan hingga dana yang dipinjamkan sudah pasti ter-cover asuransi hingga 99%. Adapun keuntungan yang diperoleh peminjam, antaa lain, proses pengajuan yang tidak berbelit-belit.

Danamas juga lebih fleksibel dalam mengatur pengembalian, yang dapat disesuaikan dengan pendapatan yang sudah diperoleh. Anda bisa segera mencoba platform ini dengan mengunduh aplikasinya via Google Play Store dan App Store.

  1. Kredit Pintar

Ini adalah aplikasi penyedia layanan pinjaman online tanpa agunan lainnya dengan suku bunga terbilang rendah, yaitu hanya sebesar 5,17 persen untuk tenor 3 bulan. Adapun besaran suku bunga ini menjadi langkah yang sudah disesuaikan dengan upaya pemerintah untuk membatasi suku bunga pinjaman.

Hal itu juga menjadi usaha untuk meningkatkan kepercayaan, keamanan, serta keterjangkauan pinjaman konsumen digital. Untuk produk pinjaman yang ditawarkan, diketahui tersedia dalam beberapa periode pinjaman online, mulai dari 91 hari sampai dengan 360 hari.

  1. Findaya

Salah satu fintech terbaik di Indonesia ini memberikan layanan finansial berbasis teknologi dengan misi sosial untuk mendorong inklusi keuangan serta ekonomi digital di tanah air. Findaya ada di bawah naungan PT Mapan Global Reksa.

Di antara layanannya yang paling terkenal, yakni fitur finansial bagi pengguna Gojek via GoPaylater.

  1. KLIKACC

Sebagaimana perusahaan P2P lainnya, KLIKACC adalah perusahaan yang menyediakan layanan peminjaman secara online dengan sistem kemitraan. Anda tidak perlu ragu dengan keamanan dana di sini sebab KLIKACC didukung oleh bank BCA dan sudah bekerja sama dengan berbagai perusahaan populer dan besar di Indonesia, antara lain, Anahata Wisata, CCSI, iForte, Tokopedia, XL Axiata, dan Indosat yang ikut mendanai jaringan mitra perusahaan.

Adapun tujuan dari berdirinya salah satu P2P Lending terbaik ini adalah dalam rangka membuka fasilitas pendanaan seluas-luasnya bagi pengusaha pemula agar di Indonesia semakin banyak masyarakat yang mandiri dengan menjadi pengusaha. Hal itu pun direalisasikan dengan mengupayakan peminjam memperoleh pinjaman dari pihak investor sesuai kriteria investasi yang diinginkan. Investor bisa menyeleksi calon peminjam sesuai profil dan riwayat keuangannya.

 

Penulis: Kontributor/Boy Riza Utama

Admin: Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tabungan Haji Muamalat: Cara Daftar dan Keunggulannya

JAKARTA, duniafintech.com – Tabungan Haji Muamalat melalui program Tabungan iB Hijrah Haji merupakan produk dari Bank Muamalat yang dikhususkan untuk pembiayaan haji atau umrah. Dengan...

Tips Merencanakan Biaya Naik Haji bagi Anak Muda

JAKARTA, duniafintech.com – Tips merencanakan biaya haji sangat penting untuk diketahui, apalagi bagi anak muda yang punya mimpi untuk berangkat haji ke Tanah Suci...

Nasib Tragis Nasabah BPR Ditagih Rp100 Juta karena Utang Rp8 Juta

JAKARTA, duniafintech.com – Nasib tragis dialami oleh keluarga Nasikah, istri dari salah satu nasabah bank perkreditan rakyat (BPR) Bumi Sanggabuana di Gresik, Jawa Timur.  Hal...

Minta Maaf, Dirut DNA Pro Berharap Industri Robot Trading Lebih Maju Lagi

JAKARTA, duniafintech.com – Direktur Utama (Dirut) DNA Pro, Daniel Abe, menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada para korban robot trading DNA Pro. Hal itu diutarakannya...

Ramah Lingkungan, Indodax Jalin Kerjasama Pengelolaan Sampah dengan Startup Waste Management

JAKARTA, duniafintech.com -  Indodax, perusahaan crypto exchange yang sudah berdiri selama delapan tahun lamanya, baru saja menjalin kerjasama Corporate Social Responsibility dengan Jangjo, perusahaan...
LANGUAGE