28.4 C
Jakarta
Minggu, 2 Oktober, 2022

Pasar Kripto Ambles, Bitcoin Merosot ke Level Terendah 3 Minggu

JAKARTA, duniafintech.com – Pasar kripto kembali bergejolak dan ambles. Harga Bitcoin dan kripto lainnya juga kembali jatuh ke level terendah dalam lebih dari tiga minggu terakhir. 

Bitcoin turun di bawah USD 22.000 di tengah aksi jual kripto yang tiba-tiba di awal perdagangan Eropa.

Itu terjadi tak lama setelah coin digital terbesar di dunia melampaui level USD 25.000 untuk pertama kalinya sejak Juni menyusul kenaikan saham AS. Penyebab spesifik penurunan pada saat itu, yang juga membuat BNB Coin, Cardano dan Solana jatuh.

Baca jugaSelain Staking & Trading, Begini Cara Mining Bitcoin yang Bisa Datangkan Cuan

Analis investasi dan pasar senior di Hargreaves Lansdown, Susannah Streeter mengatakan penurunan di pasar kripto itu tidak menunjukkan pola crash karena aset tidak segera rebound tajam tetapi tenggelam lebih rendah pada jam-jam berikutnya.

“Sepertinya hal itu terjadi sebagai akibat dari transaksi penjualan yang besar, tanpa adanya faktor eksternal lainnya,” kata Streeter dikutip dari CNBC, Senin (22/8/2022). 

Streeter mengatakan tampaknya Cardano membuat penurunan pertama, diikuti oleh Bitcoin dan Ether dan kemudian koin yang lebih kecil seperti Dogecoin.

Baca jugaAplikasi Mining Bitcoin Palsu yang Dihapus Google, Apa Saja?

“Meskipun berada pada USD 21.800 Bitcoin masih jauh dari posisi terendah Juni di bawah USD 19.000, volatilitas sekali lagi menghancurkan pasar,” tutur Streeter.

Ikuti Bursa Saham yang Lesu

Analis pasar kripto, Simon Peters memaparkan pasar ekuitas AS telah melemah sejak rilis risalah rapat Fed Juli pada Rabu lalu, kesimpulan utamanya adalah The Fed kemungkinan tidak akan selesai dengan kenaikan suku bunga sampai inflasi dijinakkan secara keseluruhan.

“Dengan korelasi yang erat antara ekuitas AS dan kripto dalam beberapa bulan terakhir, saya menduga ini telah disaring ke pasar kripto dan itulah sebabnya kami melihat aksi jual. Tren ini mungkin juga diperburuk oleh likuidasi posisi buy di pasar berjangka bitcoin,” ujar Peters.

Mengutip data Coinglass, Peters mengatakan pada Jumat pekan kemarin telah menjadi likuidasi terbesar dari posisi beli berjangka sejak 18 Juni, juga tanggal bitcoin mencapai harga terendah tahun ini sekitar USD 17.500.

Baca juga: Bisa Dicoba! Inilah Pilihan Platform untuk Mining Ethereum

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Kartu Debit Mandiri: Jenis-jenis hingga Cara Membuatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Kartu debit Mandiri senantiasa memberikan kemudahan dalam bertransaksi di banyak tempat dan di waktu kapan saja. Sebagai informasi, kalau dibandingkan dengan uang...

Call Center Allianz Asuransi dan Layanan Pengaduannya

JAKARTA, duniafintech.com – Call Center Allianz asuransi dan layanan pengaduannya tentu penting diketahui oleh para pemilik polis/nasabahnya. Seperti diketahui bersama, Allianz Indonesia menjadi salah satu...

Jenis-jenis Mining Bitcoin, Bisa Dilakoni Buat Mendulang Cuan! 

JAKARTA, duniafintech.com - Mining atau menambang bitcoin ada berbagai jenis juga lho. Ini perlu diketahui bagi seorang investor crypto. Karena selain trading, ada cara...

Wow, Hampir Rp 1 Triliun Bitcoin Dibekukan Terkait Kasus Bos Terra Luna

JAKARTA, duniafintech.com – Otoritas Korea Selatan meminta dua platform jual beli kripto untuk membekukan Bitcoin senilai US 60 juta dollar yang terkait dengan Bos...

Asuransi Rumah Tinggal Terbaik, Ini 5 Rekomendasi Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi rumah tinggal, apa itu? Adapun rumah tinggal adalah tempat beristirahat hingga berkumpul bersama keluarga. Fungsi rumah tinggal ini membuat siapa pun...
LANGUAGE