25.7 C
Jakarta
Minggu, 26 Juni, 2022

PASCA MEROSOT 20%, BITCOIN KEMBALI MENGUAT

duniafintech.com – Setelah mengalami penurunan cukup banyak akibat kegagalan SegWit2x beberapa waktu lalu, Bitcoin kembali menunjukkan taringnya. Menurut analisis grafik CNBC baru-baru ini, harga Bitcoin terus mengalami kenaikan pasca jatuh lebih dari 20 persen.

Kenaikan harga Bitcoin setelah empat penurunan sebelumnya lebih dari 20 persen adalah substansial. Rata-rata, cryptocurrency membukukan kenaikan 61,5 persen pada setiap siklus setelah aksi jual substansial. Angka mengejutkan ini telah menyebabkan meningkatnya keinginan di antara orang dalam untuk untuk membeli Bitcoin selama posisi terendah karena menyadari akan adanya kenaikan substansial karena harga terus meningkat.

Penurunan terbaru akhir pekan lalu didorong oleh matinya proposal  hard fork SegWit2x dari New York Agreement, tampaknya bukanlah apa-apa. Setelah penurunan lebih dari 20 persen, harga telah pulih dalam perdagangan baru-baru ini di atas $ 6.500. Respon ini nampaknya mengindikasikan bahwa fundamental yang mendasari kenaikan harga belakangan ini sangat nyata.

Sementara sebagian besar pelaku industri merasa senang dengan kenaikan ini bahkan menyebutnya masalah ini sebagai kerikil kecil, banyak yang melihat bahwa pemain terbesar Bitcoin malah bisa menjadi ancaman bagi mata uang virtual itu. Moshe Hogeg dari Sirin Labs mengatakan:

Dulu jika hal semacam ini (penurunan harga) terjadi, orang menganggapnya sebagai bencana. Tapi sekarang itu hanya dianggap batu kerikil saja. Saya merasa khawatir karena jumlah orang dalam yang memiliki pengaruh di pasar sangat sedikit. Padahal itulah yang menjadi kunci untuk mata uang yang terdesentralisasi.”

Di tengah banyaknya komentar negatif, pasar masih terus menunjukkan respon bahwa kenaikan harga Bitcoin ini sama dengan emas. Banyak jumlah besar Bitcoin hanya tersimpan begitu saja di dompet tanpa benar-benar aktif digunakan untuk bertransaksi di pasar. Mereka masih yakin bahwa kenaikan harga ini akan terus berlanjut. Oleg Seydak, CEO dari Blackmoon Crypto mentagakan:

Bitcoin masih merupakan emas dalam dunia kripto. Bitcoin adalah koin pintu gerbang dan gudang nilai utama dalam kriptoekonomi. Bitcoin juga dianggap sebagai aset defensif pada periode volatilitas pasar. Pertanyaan utamanya adalah kapan pertumbuhan ini akan selesai? Dan jawaban yang benar adalah, kita tidak tahu. Tapi para pemain harus tetap berhati-hati pada ekspektasi dan trading dan tidak disesatkan oleh lonjakan harga yang terus berlanjut. Tidak ada pertumbuhan pesat yang akan berlangsung selamanya.”

Meski begitu kenaikan ini membuktikan bahwa Bitcoin masih berada di singgasananya sebagai mata uang virtual nomor satu di dunia.

Source: cointelegraph.com

Written by : Dita Safitri

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Mobil Transmisi Manual: Harga & Keunggulannya

JAKARTA, duniafintech.com – Mobil transmisi manual sejatinya masih masih banyak diminati di tengah gempuran mobil transmisi matic saat ini. Alasannya adalah mobil transmisi jenis ini...

Tipe Mobil Avanza: Perbandingan & Harganya, Pilih yang Mana?

JAKARTA, duniafintech.com – Sebenarnya, ada banyak tipe mobil Avanza di pasaran alias bahwa semua mobil Toyota Avanza tidak sama. Di antara tipe itu adalah tipe...

Ulasan Lengkap Pengertian P2P Lending Syariah, Banyak Manfaat yang Bisa Didapat

JAKARTA, duniafintech.com - Pengertian P2P lending syariah wajib dipahami lebih dulu. Menghadirkan kemajuan terbaru, P2P lending kini tersedia P2P lending syariah dengan proses pinjamannya...

Berinvestasi Melalui P2P Lending Syariah, Aman dan Terpercaya

JAKARTA, duniafintech.com - Berinvestasi melalui P2P lending syariah bisa menjadi solusi keuangan dan menambah income. P2P lending dibentuk atas dasar permasalahan orang-orang yang sulit...

Ini 5 Akad P2P Lending Syariah yang Anti Riba

JAKARTA, duniafintech.com - Akad P2P lending syariah sejatinya menjadi pembeda dengan P2P lending konvensional. Sebab, Akad P2P lending syariah merupakan landasan sehingga membuat skema...
LANGUAGE