31 C
Jakarta
Sabtu, 20 Agustus, 2022

PAYFAZZ dan Modal Rakyat Ramu Strategi UMKM Hadapi Resesi

DuniaFintech.com – Penyelenggara sistem pembayaran elektronik PAYFAZZ berkolaborasi dengan penyelenggara fintech pinjaman Modal Rakyat memberikan literasi mengenai kondisi dan strategi teknologi keuangan untuk mendukung Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam menghadapi ancaman resesi di Indonesia.

Pandemi COVID-19 telah berdampak kepada melemahnya perekonomian dunia, tak terkecuali Indonesia. Menurut kalkulasi, jika pertumbuhan ekonomi di kuartal 3 2020 mengalami minus, dipastikan Indonesia terjun ke resesi. Diketahui sebelumnya, pada kuartal 2 pertumbuhan ekonomi mengalami minus 5,3%.

Hantaman resesi ekonomi mengarah ke berbagai sektor industri di Indonesia. UMKM yang dikenal sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia juga tak luput dari bayang-bayang resesi. Data BPS menyebutkan, Pada Tahun 2019, kontribusi sektor UMKM terhadap PDB Indonesia sebesar 60,3% atau setara dengan Rp 694 Triliun.

Oleh sebab itu, Hendra Kwik selaku CEO & Co-Founder PAYFAZZ menilai pentingnya pemberdayaan UMKM dalam menghadapi resesi. Hal ini ia katakan pada webinar bertajuk “Strategi Fintech dalam Upaya Mendukung UMKM Hadapi Ancaman Resesi Keuangan” Rabu (7/10).

“Digitalisasi UMKM adalah kunci dalam menciptakan peluang bisnis dan penggerak ekonomi di masa resesi. Strategi PAYFAZZ hadir untuk ikut andil didalamnnya. Dengan melakukan inovasi yang berguna untuk UMKM terutama bagi pedagang atau pemilik usaha warung,”

Baca juga:

Kolaborasi Fintech PAYFAZZ dan Modal Rakyat Bantu UMKM Hadapi Resesi

Di sisi lain, Stanislaus MC Tandelilin selaku President & Founder Modal Rakyat mengungkapkan, 94,7% UMKM memiliki penurunan penjualan selama masa pandemi. Ia mengklaim, usaha mikro yang mampu menyintas adalah pelaku yang mampu berinovasi melalui akses pembiayaan.

“Saya berharap teman-teman pelaku UMKM harus lebih selektif saat mengajukan pembiayaan modal,”

Modal Rakyat sebagai fintech pinjaman dan pembiayaan telah menyalurkan dana lebih dari Rp 500 milyar ke ribuan UMKM yang tersebar 34 Provinsi di Indonesia. Stanislaus menekankan pentingnya akses pembiayaan kepada pelaku usaha kecil, salah satunya layanan P2P Lending.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Berita Fintech Indonesia: 5 Keuntungan Investasi di Fintech

JAKARTA, duniafintech.com – Berita fintech Indonesia kali ini akan mengulas tentang berbagai keuntungan dan risiko investasi di fintech bagi milenial. Perlu diketahui, fintech Peer to...

Harga Anjlok Jangan Risau! Ini Strategi Trading Kripto yang Top

JAKARTA, duniafintech.com - Saat harga aset kripto sedang anjlok/mengalami penurunan, janganlah risau. Ada strategi trading kripto yang mesti Anda terapkan.  Trading kripto saat menjadi salah...

Harga BBM Pertalite Akan Naik, Dampaknya Mengerikan!

JAKARTA, duniafintech.com – Harga BBM Pertalite dan solar yang merupakan bahan bakar subsidi pemerintah akan dinaikkan pada minggu depan. Hal itu dilakukan karena subsidi yang...

Rekomended! Ini Aplikasi Faucet Bitcoin yang Terpercaya di Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Pemain industri kripto tentu gak asing lagi dengan istilah faucet. Ada rekomendasi aplikasi faucet Bitcoin terpercaya dan bisa dicoba.  Faucet kripto atau...

Project NFT Asal Indonesia Terpopuler, Bukan Cuma Ghozali Lho!

JAKARTA, duniafintech.com - Masih ingat dengan Ghozali? Karyanya merupakan salah satu project NFT asal Indonesia yang populer dan mendunia.  Tapi siapa sangka, bukan cuma Ghozali...
LANGUAGE