34.6 C
Jakarta
Jumat, 19 Agustus, 2022

Penanganan Virus Corona dengan Blockchain?

duniafintech.com – Penularan virus corona yang meningkat signifikan membuat resah masyarakat. Tiap negara berbondong-bondong mencari cara untuk menyikapi dan meminimalisir penyebaran dari wabah virus corona tersebut. Berbagai macam penanganan virus corona pun digencarkan. Salah satunya yang menarik untuk dibahas adalah penanganan virus corona dengan blockchain.

Bagaimana Bisa Penanganan Virus Corona dengan Blockchain?

Blockchain dengan teknologi catatan transaksi yang terdesentralisasi nampaknya dapat menjadi solusi yang pada akhirnya digagas oleh Hyperchain untuk mengembangkan platform berbasis blockchain untuk melawan epidemi virus corona. Platform ini akan berfungsi dalam memberikan penanganan virus corona dengan blockchain melalui portal sumbangan pasokan medis untuk mendukung rumah sakit di Cina.

Hyperchain yang merupakan perusahaan teknologi tinggi yang menyediakan produk teknis dan solusi aplikasi blockchain bersama dengan Fuxing Group, Xiongan Group dan perusahaan terkenal lainnya membantu memberikan penananganan virus corona dengan blockchain melalui portal sumbangan tersebut.

Hyperchain telah bersiap untuk membangun sebuah platform untuk memastikan proses donasi tidak berubah, dapat dilacak dan dapat diandalkan. Dengan blockchain, portal sumbangan tersebut akan menjadi portal transparan untuk pertukaran informasi dan memungkinkan para donatur untuk melihat secara lebih menyeluruh ke mana dana atau sumbangan mereka pergi. Bahkan dapat memberikan bukti kebutuhan dan bukti penerimaan untuk memastikan bahwa donasi segera sampai ke pihak yang dituju.

Tidak hanya Hyperchain saja yang turut bergerak dalam menyikapi permasalahan tersebut, sebelumnya ada  perusahaan layanan pemasaran blockchain Krypital, perusahaan tersebut juga meluncurkan upaya donasi amal untuk memperoleh pasokan medis bagi para korban virus corona di Wuhan.

Baca juga :

Blockchain Atasi Klaim Asuransi Korban Virus Corona

Penanganan Virus Corona dengan Blockchain lainnya datang dari Ant Financial, perusahaan yang berafiliasi dengan Alibaba Group. Perusahaan tersebut mengatasi klaim asuransi korban Virus Corona dengan merekam semua data ke dalam blockchain. Semua transaksi pun menjadi transparan dan mempercepat proses klaim dan penyelesaiannya.

Setelah peserta asuransi menyerahkan sejumlah dokumen pendukung, Ant Financial akan memverifikasi dan mengakses data tersebut secara langsung dalam blockchain. Disebutkan, bahwa klaim yang memenuhi syarat berhak atas tanggungan hingga 100 ribu yuan atau setara Rp196,5 juta per orang dari Pemerintah Tiongkok.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Asuransi Kesehatan Keluarga Cashless, Inilah Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi kesehatan keluarga cashless sejatinya adalah sebuah asuransi yang menyediakan layanan klaim secara non-tunai. Nah, jika kamu sedang mencari asuransi untuk keluarga...

Panduan Lengkap Cara Deposit Indodax lewat Berbagai Metode

JAKARTA, duniafintech.com - Cara deposit Indodax pada dasarnya akan bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai macam metode sesuai pilihan. Langkah ini merupakan langkah awal untuk para...

Geser Pasar Modal, Investor Kripto Indonesia Tembus 15 Juta

JAKARTA, duniafintech.com - Jumlah investor kripto di Indonesia terus meningkat. Bahkan jumlahnya cukup fantastis, melebihi investor pasar modal.  Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan...

Cara Top Up OVO lewat BRI, Dijamin Mudah dan Praktis!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat BRI atau Bank Rakyat Indonesia berikut ini penting diketahui oleh para pengguna layanan ini Seperti diketahui, perkembangan...

Berita Bitcoin Hari Ini: Harga BTC-ETH Melemah, Waktunya Beli? 

JAKARTA, duniafintech.com - Berita Bitcoin hari ini datang dari aset kripto jajaran teratas, di antaranya Bitcoin dan Ethereum yang tampak melemah.  Bitcoin (BTC) dan Ethereum...
LANGUAGE