25.6 C
Jakarta
Selasa, 28 Juni, 2022

Pengembangan Perbankan Syariah Digesa, Wapres Beberkan Empat Tantangannya di Tanah Air

JAKARTA, duniafintech.com – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyebutkan terdapat empat tantangan dalam upaya pengembangan industri perbankan syariah di Indonesia.

“Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia, Indonesia memiliki peluang besar untuk berperan aktif dalam ekonomi syariah dan industri halal dunia, salah satunya melalui penguatan industri perbankan syariah. Meskipun demikian, kita tidak bisa menampik masih adanya sejumlah tantangan pengembangan industri perbankan syariah,” kata Wapres dalam sambutannya secara virtual pada acara Halalbihalal Asbisindo 2022 di Jakarta, Rabu (25/5/2022.

Wapres mengatakan tantangan pertama yakni market share perbankan syariah terhadap perbankan nasional masih kecil, yaitu sebesar 6,74 persen.

Baca jugaPresiden Jokowi Kembali Buka Keran Ekspor Minyak Goreng

Untuk itu, kata Wapres, diperlukan upaya ekstra dari regulator serta pelaku perbankan syariah untuk meningkatkan porsi market share perbankan syariah ke depan.

Tantangan kedua, keberadaan berbagai inovasi dan digitalisasi yang kini mengubah model bisnis keuangan.

Menurut Wapres, industri perbankan syariah harus mampu mengambil langkah adaptif untuk memenuhi ekspektasi nasabah akan layanan produk yang cepat, mudah, murah dan aman.

Ketiga, kewajiban spin off atau pemisahan unit usaha syariah (UUS). Ia menekankan dengan tenggat waktu pemisahan UUS tahun 2023, maka perbankan syariah perlu menyiapkan strategi dan aksi korporasi untuk kepentingan spin off tersebut.

Baca jugaAturan Terbaru Mendag Lutfi Setelah Jokowi Cabut Larangan Ekspor CPO

“Bagi UUS yang sekarang telah siap, harus terus didorong dan dibantu dalam melakukan spin off. Demikian pula bagi induk UUS yang ingin melakukan konversi penuh menjadi bank syariah,” jelasnya.

Keempat, keberpihakan bank syariah terhadap pelaku UMKM harus mendapat porsi memadai sesuai ketentuan, supaya prinsip ekonomi syariah dalam rangka pemerataan sumber ekonomi dapat terpenuhi.

Baca jugaMulai Senin Depan, Presiden Jokowi Kembali Buka Keran Ekspor Minyak Goreng

Maruf Amin menyampaikan, untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut industri perbankan syariah dituntut untuk terus melakukan transformasi, utamanya dalam hal penguatan model bisnis, peningkatan kuantitas dan kualitas SDM, optimalisasi pemanfaatan teknologi, serta percepatan pertumbuhan literasi dan inklusi keuangan syariah.

“Melalui berbagai upaya tersebut, diharapkan akan terwujud akselerasi perbankan syariah, bagi peningkatan ekonomi nasional,” jelasnya.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Kelebihan P2P Lending Syariah Untuk Dana Pendidikan

JAKARTA, duniafintech.com - Nilai manfaat dari sistem P2P LendingSyariah mampu memberi peluang penting bagi banyak aspek. Terkadang tidak hanya untuk bidang investasi hingga UMKM...

Harga Kripto 28 Juni 2022 Belum Bergairah, Bitcoin Cs Naik Tipis

JAKARTA, duniafintech.com - Harga kripto jajaran teratas termasuk bitcoin masih melanjutkan koreksi pada Selasa (28/6/2022) pagi. Bahkan mayoritas kripto jajaran teratas lainnya masih berada...

Banyak yang Belum Tahu, 5 BUMN Ini Berikan Gaji Besar Buat Fresh Graduate

JAKARTA, duniafintech.com - Bekerja di badan usaha milik negara atau BUMN menjadi keinginan bagi para pencari kerja. Selain jenjang karir yang cukup baik, gaji,...

Bisa Jadi Pelajaran Untuk Waspada, Ini Daftar Pencurian Kripto Terbesar dalam Sejarah

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi aset kripto semakin populer era kini. Masyarakat dunia mengenal kripto sebagai instrumen investasi. Namun juga, afa banyak pencurian kripto yang...

Daftar Biaya CT Scan di Rumah Sakit Terlengkap

JAKARTA, duniafintech.com – Besaran biaya CT scan di rumah sakit memang variatif bervariasi, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Adapun faktor-faktor itu terdiri dari rumah sakit,...
LANGUAGE