28.3 C
Jakarta
Jumat, 7 Agustus, 2020

Selain OVO, Pengguna Dompet Digital OY! naik Signifikan Selama Pandemi

DuniaFintech.com – Pada waktu lalu, Presiden Direktur OVO mengklaim jumlah penggunanya setara dengan perbankan. Selain itu, selama pandemi ini pengguna dompet digital OY! naik signifikan. Hal ini membuktikan bahwa perkembangan ekonomi digital telah berkembang pesat di Indonesia. Oleh karenanya, pemerintah tinggal memanfaatkan ekosistem digital sebagai upaya dalam mendorong UMKM.

Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra menjelaskan instrumen uang elektronik mengalami pertumbuhan yang signifikan. Ia mencatat, sejak tahun 2017-2019 pertumbuhan di OVO mencapai 600%. Menariknya, instrumen keuangan di ranah fintech lebih mendominasi jika dibandingkan dengan perbankan.

Karena pencapaian tersebut, Karaniya mengucapkan platform digital seperti OVO sepenuhnya dapat mendukung kinerja UMKM. Apalagi, saat ini pihaknya telah mencatat sebanyak 550.000 merchant UMKM telah tergabung ke dalam OVO.

“OVO juga mencatat terjadi pertumbuhan yang signifikan pada pengguna. Saat ini pengguna OVO setara dengan perbankan, bahkan lebih tinggi daripada beberapa bank. Sehingga, pemerintah maupun regulator bisa memanfaatkan industri fintech untuk mendorong UMKM, karena ini merupakan peluang. Sedangkan dari OVO, kami telah melakukan berbagai upaya membantu UMKM, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi,” ujar Karaniya.

Baca Juga:

Disisi lain, pengguna dompet digital OY! naik signifikan di tengah pandemi ini. OY mencatat rata-rata persentase peningkatan bulan per bulan hampir 30% pada semester I 2020. peningkatan itu disebabkan oleh kebiasaan masyarakat yang telah beralih ke ranah digital. Kenaikan secara signifikan terjadi di fitur transfer bank, top up e-money dan e-wallet, pembelian voucher game, hingga donasi.

Head of Marketing OY! Sarah Azzahra Rilyadi mengatakan, “berdasarkan catatan internal pengguna OY! turut mengalami kenaikan. Jumlah pengguna naik 60% jika dibandingkan dengan sebelum adanya pandemi.”

Melihat pertumbuhan tersebut, Sarah meyakini ke depan transaksi non tunai akan tumbuh sejalan dengan tren yang positif. Apalagi, masyarakat telah teredukasi untuk menjadi smart spender khususnya di situasi saat ini yang mengharuskan masyarakat untuk mencari platform bebas biaya dalam melakukan transaksi sehari-hari.

Peran bertumbuhnya pengguna dompet digital OY! naik signifikan ini tak lepas dari para generasi milenial. Oleh sebab itu, OY! menyasar junior dan senior millenial di kota-kota besar yang terbiasa dengan penggunaan smartphone juga mobile banking, namun hendak hidup sebagai smart spender. Sehingga, pengembangan fitur produk dan marketing OY! akan selalu bergerak mengikuti kebutuhan target market.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

P2P Lending Syariah Terpercaya dan Terdaftar di OJK

DuniaFintech.com - P2P lending syariah menjadi pilihan bagi masyarakat yang menghindari bunga pinjaman. P2P lending syariah tidak hanya menawarkan pinjam meminjam tetapi...

Mau Bisnis Untung Saat Corona? Peluang Usaha ini Cukup Menjanjikan untuk Dicoba

DuniaFintech.com - Saat ini usaha yang bisa dilakukan hanya dengan di rumah saja menjadi usaha yang paling cocok untuk dilakukan agar penghasilan...

Pinjam Uang Tanpa Riba, Ini Beberapa Jenis Pinjaman yang Bisa Jadi Pilihan Anda

DuniaFintech.com - Berencana pinjam uang tanpa riba? Banyak yang menganggap penyertaan bunga pada pinjaman konvensional sebagai riba yang seharusnya dihindari umat Muslim. Beberapa...

Fintech Bersaing jadi Penyedia Pembayaran di Saat Transaksi E-Commerce Meningkat

DuniaFintech.com - Pandemi covid-19 membuat transaksi digital semakin menggeliat. Pasalnya, imbauan untuk mengurangi penggunaan uang tunai yang digaungkan pemerintah membuat fintech bersaing...

Telunjuk.com Bantu Tingkatkan UMKM Lewat Basis Data

DuniaFintech.com - Layanan e-commerce aggregator berbasis digital, Telunjuk.com menekankan pentingnya pemanfaatan basis data elektronik untuk membantu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)...
LANGUAGE