32.4 C
Jakarta
Minggu, 14 April, 2024

Apa Saja Penyebab Terjadinya Penipuan Asuransi Online? Simak di Sini

Kasus penipuan asuransi online adalah bagian dari kasus penipuan terkait asuransi yang terjadi di Indonesia. Hal itu terjadi di tengah kian mudahnya mencari informasi dan membeli produk asuransi secara online melalui berbagai platform marketplace saat ini.

Namun, memang ada juga beberapa pihak yang justru menjadikan pembelian asuransi online sebagai peluang untuk melakukan tindak kehatan berupa penipuan. Secara umum, pengertian penipuan asuransi adalah tindak penyelewengan yang disengaja dilakukan terhadap/oleh perusahaan serta agen asuransi dengan tujuan keuntungan finansial pribadi.

Umumnya, tindakan penipuan asuransi daring ini bisa ditemukan dalam beragam bentuk, mulai dari pemberian informasi produk asuransi yang menyesatkan, menyalahartikan manfaat asuransi, menggelembungkan klaim alias padding, mengajukan klaim atas cedera atau kerusakan fiktif, sampai bahkan mengajukan klaim atas musibah yang direkayasa.

Di sisi lain, produk asuransi yang rentan atas tindakan penipuan ini bisa meliputi semua jenis, mulai dari asuransi kesehatan, asuransi mobil, asuransi kecelakaan, asuransi properti, dan lainnya.

Penipuan Asuransi Online

Faktor Pemicu Penipuan Asuransi Online

Agar Anda tidak terjebak dalam penipuan asuransi daring seperti ini, ada baiknya Anda mengenali terlebih dahulu penyebab atau faktor pemicunya seperti berikut ini:

  1. Tidak mendapatkan penjelasan secara detail

Adapun penyebab Anda merasa tertipu dengan asuransi, yakni tidak cermat saat membaca ketentuan di dalam polisnya. Karena itu, sebelum memutuskan membeli, Anda sebaiknya terlebih dahulu meminta penjelasan secara mendetail tentang produk asuransi terkait dari agen atau broker yang menawarkannya.

Di samping itu, jangan ragu untuk mengemukakan kendala bagi Anda sendiri dan ekspektasi manfaat dengan membeli asuransi itu. Hal itu perlu dilakukan agar Anda jangan sampai malah membeli asuransi yang sebenarnya tidak memberikan manfaat untuk Anda sehingga di kemudian hari akhirnya Anda merasa menjadi korban penipuan asuransi.

  1. Membeli dari agen yang tidak berlisensi 

Lisensi adalah hal yang sangat penting bagi seorang agen asuransi. Karena itu, sebelum Anda memutuskan untuk membeli asuransi, pastikan bahwa agen yang menawarkan produk itu punya sertifikat resmi dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).

Untuk diketahui, AAJI adalah satu-satunya lembaga sertifikasi yang punya kewenangan untuk mengadakan dan memberi lisensi bekerja bagi para agen asuransi. Dengan demikian, jika agen ini tidak punya lisensi, biasanya ia hanya menjual produk sehingga kurang memahami apa saja yang ditawarkan oleh produk asuransi yang dijual dan manfaatnya.  Hal itu berbeda dengan agen asuransi resmi yang berlisensi.

  1. Selalu merasa puas dengan informasi yang diberikan agen 

Dalam hal ini, peran Anda sebagai calon pemilik polis sangat penting untuk terhindar dari penipuan asuransi online. Karena itu, Anda jangan pernah merasa cukup puas dengan informasi yang diberikan oleh agen. Pastikan bahwa Anda sudah paham betul soal manfaat yang diperoleh dengan selalu aktif bertanya.

Agen asuransi yang asli sejatinya bakal menguraikan sampai calon nasabah memahami produk asuransi yang ingin dibeli sepenuhnya. Bukan itu saja, Anda juga disarankan untuk melakukan riset tentang produk asuransi yang akan dibeli. Carilah informasi sedalam-dalamnya terkait lembaga asuransi yang menaungi agen tersebut. Di samping produknya, lembaga asuransinya juga harus resmi.

  1. Tidak cermat membaca polis

Banyak orang merasa tertipu oleh layanan asuransi online adalah saat hendak memanfaatkan atau mengajukan klaim asuransi.  Penyebab terjadinya penipuan asuransi daring yang satu ini utamanya disebabkan oleh nasabah yang kurang cermat dalam membaca dan memahami isi polis.

Karena itu, saat Anda telah ditawari asuransi dan setuju untuk membeli asuransi tersebut,  biasanya agen akan memberikan polis yang dapat terlebih dahulu dipelajari. Kesalahan para calon nasabah ini adalah tidak membaca isi polis tadi dengan saksama. Apalagi pada sebuah polis banyak tulisan yang kecil, ada banyak pasal mengenai syarat dan ketentuannya, dan jumlah halaman yang cukup tebal sehingga membuat sebagian calon nasabah merasa enggan untuk membacanya.

Padahal, jika dibaca dengan seksama, lalu terjadi kekeliruan, mereka bisa saja langsung bertanya kepada agen itu sehingga dapat segera dibuat sebuah perubahan atau bahkan membatalkan pembelian.

Modus Penipuan Asuransi Online

  1. Menyarankan calon nasabah untuk tidak menyatakan kondisi kesehatan yang sesungguhnya saat mengisi formulir aplikasi polis

Biasanya, agen asuransi akan menawarkan untuk membantu mengisi formulir aplikasi asuransi dalam rangka memberikan pelayanan yang maksimal kepada para calon nasabah. Namun, bagi agen asuransi yang “nakal”, umumnya mereka menawarkan agar nasabah tidak terus terang tentang kondisi kesehatan yang sesungguhnya.

Hal itu dilakukan agar calon nasabah diterima oleh perusahaan asuransi. Akan tetapi, hal ini termasuk aksi yang tidak jujur dan berpotensi klaim ditolak nantinya sebab perusahaan asuransi merasa tidak ada “iktikad baik”(utmost good faith) antara kedua belah pihak.

  1. Agen asuransi menyimpan premi untuk dirinya sendiri dan tidak meneruskannya kepada perusahaan asuransi

Hal di atas dapat terjadi sewaktu pertama kali oknum agen asuransi ini menjaring calon nasabah. Supaya Anda tidak terkena modus penipuan semacam ini, hindarilah mentransfer uang premi ke rekening pribadi agen asuransi. Dalam arti, Anda harus mentransfernnya ke rekening perusahaan asuransi.

Penipuan Asuransi Online

  1. Saat nasabah ingin upgrade atau downgrade polis, agen justru menerbitkan polis baru

Modus selanjutnya ini juga bisa terjadi dalam penipuan agen asuransi, termasuk penipuan asuransi online. Pasalnya, bukannya meng-upgrade polis Anda, oknum agen asuransi justru membuka polis baru sesuai dengan manfaat yang Anda inginkan. Tujuannya agen ini adalah untuk memperoleh komisi atas pembukaan polis baru.

Anda pun mungkin tidak akan sadar sebab manfaat yang tertera di polis Anda sesuai dengan yang Anda inginkan. Cara termudah untuk mengetahui polis Anda merupakan polis lama yang di-upgrade atau polis baru adalah dari nomor polis yang tertera.

Kalau itu polis lama, nomor polisnya tidak berubah, demikian juga sebaliknya. Apabila Anda jeli, hal itu akan merugikan Anda karena boleh jadi premi yang harus Anda bayar untuk polis baru lebih tinggi seiring dengan bertambahnya usia.

Jika polis Anda yang lama punya nilai tunai, Anda pun perlu waspada sebab boleh jadi nilai tunai dari polis yang lama ditarik untuk membayar premi polis baru. Anda pun dapat mengantisipasi hal tersebut. Pasalya, saat nasabah mengajukan upgrade, biasanya perusahaan asuransi akan mengirimkan notifikasi pemberitahuan bahwa underwriter sedang mempertimbangkan permohonan upgrade Anda.

Saat Anda menerima notifikasi, telitilah nomor polis yang tertera, apakah masih sama dengan polis lama atau bukan. Kalau tidak sama, segera laporkan hal ini pada customer service agar mereka bisa segera menangani kasus ini. Kalau polis baru Anda sudah terlanjur terbit dengan nomor berbeda, laporkan juga hal ini dan minta perusahaan asuransi mengganti kerugian yang Anda tanggung. Perusahaan asuransi biasanya akan memberikan sanksi pada agen nakal seperti ini.

Di samping itu, cara lain untuk mencegah hal seperti ini adalah dengan membaca dengan teliti setiap formulir atau dokumen yang diberikan agen untuk Anda tanda tangani. Hindarilah memberikan tanda tangan pada dokumen atau formulir yang masih kosong dan jangan sembarangan memberikan tanda tangan pada dokumen atau formulir yang belum Anda baca dan tidak mengerti isinya.

  1. Agen asuransi pun gemar menyarankan nasabahnya untuk pindah-pindah asuransi

Tujuannya pun sama, yakni agar ia memperoleh komisi pembukaan polis baru. Mereka biasanya membujuk nasabah untuk pindah dengan menjanjikan pelayanan yang prima, seperti yang ia berikan saat bergabung di perusahaan asuransi lama.

Adapun nasabah yang khawatir akan menemukan masalah klaim kalau tidak dibantu si agen asuransi, sering kali terbujuk rayuan ini. Padahal, perusahaan asuransi yang kredibel bakal membantu setiap nasabah meski agennya berganti..

Di samping itu, pindah-pindah asuransi tentu sangat berisiko akan membuat premi yang harus Anda bayar kian tinggi sejalan dengan pertambahan usia. Setiap produk asuransi pun menawarkan manfaat yang berbeda-beda dan unik. Pindah asuransi membuat Anda berisiko untuk melepas suatu manfaat yang tidak ditawarkan oleh asuransi baru.

  1. Agen tidak menjelaskan secara rinci tentang produk asuransi yang ia jual, utamanya pada asuransi investasi atau unit link

Hal itu bisa terjadi sebab agen tidak menerangkan produk asuransi secara detil lantaran ingin proses penjualan yang cepat sehingga ia bisa meraup komisi. Supaya calon nasabah tertarik dan tidak berubah pikiran, sanga agen memberikan ilustrasi yang paling “indah”, yaitu kalau investasi calon nasabah berkembang optimal.

Dengan asumsi investasi berkembang maksimal, nasabah cukup bayar premi secara tunai selama 10 tahun, misalnya, lalu pembayaran premi berikutnya bisa diambil dari nilai tunai. Sering kali, agen asuransi tidak menyingkapkan fakta bahwa investasi pun bisa merugi.

Guna menghindari hal tersebut, ada baiknya Anda mempelajari dengan baik ilustrasi/proposal asuransi yang diberikan oleh agen. Kalau ada yang tidak dimengerti dari ilustrasi/proposal yang diberikan agen, tanyakanlah pada agen hingga memperoleh kejelasan.

Memilih Agen Asuransi yang Profesional

Kendati terdapat beragam modus penipuan yang dilakukan oleh oknum asuransi, tetapi Anda tidak perlu khawatir atau kapok membeli produk asuransi. Pasalnya, masih banyak agen asuransi terbaik di Indonesia yang baik hati dan siap melayani Anda secara profesional. Dengan bantuan para agen, Anda pun bisa menemukan beberapa layanan berikut ini:

Penipuan Asuransi Online

  • Konsultasi mengenai produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial kamu,
  • Menjelaskan secara detil tentang produk asuransi, meliputi manfaat dan ilustrasi premi yang perlu kamu bayar serta manfaat nilai tunai (jika ada),
  • Memandu kamu mengisi formulir pengajuan asuransi dengan benar dan meminta kamu menyertakan dokumen-dokumen yang dibutuhkan,
  • Sigap membantu kamu dalam mengurus klaim,

Demikianlah ulasan mengenai penipuan asuransi online yang sering terjadi. Dengan mengetahui modus-modus penipuan di atas, Anda diharapkan agar kian waspada dan terhindar dari penipuan agen asuransi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE