24.7 C
Jakarta
Rabu, 6 Juli, 2022

PENTINGNYA ETHEREUM DAN ICO BAGI PEREKONOMIAN NIGERIA

duniafintech.com – Dalam acara yang membahas tentang Blockchain, dan kerjasama antar startup, bank dan pemerintah, pendekatan Nigeria terhadap mata uang digital sangat meyakinkan. Oladapo Ajayi, salah satu pendiri SuperDAO, menganggap platform Ethereum dan ICO akan memberikan banyak manfaat tambahan bagi negara tersebut.

SuperDAO, sistem tata kelola DAO berbasis reputasi untuk aplikasi terdistribusi (Dapps), baru-baru ini menyelesaikan program pelatihan lima minggu untuk pengembang Ethereum di Nigeria dan siap untuk segera meluncurkan token pre-sale. Ajayi percaya bahwa Ethereum Blockchain dapat menawarkan pemberdayaan keuangan kepada masyarakat Nigeria, dan sangat memacu pertumbuhan ekonomi di negara ini.

Sebuah ekonomi didorong oleh semangat baru dalam prospek peluang ekonomi yang terbuka bagi siapa pun dan semua dapat memanfaatkan industri baru yang tumbuh dengan kecepatan tinggi,” ucap Ajayi

Teknologi Blockchain yang terdesentralisas dan transparan bisa jadi pondasi pemberdayaan ekonomi di Nigeria. Perdagangan peer-to-peer, perusahaan exchange, dan ICO yang inovatif juga menawarkan kesempatan kepada orang-orang Nigeria agar lebih teknis dan cerdas.

Sebagian besar diskusi tentang teknologi Blockchain di Afrika berpusat di sekitar Afrika Selatan dan Mauritius. Bank-bank besar di Afrika Selatan telah memulai proyek percontohan dengan menggunakan Blockchain Ethereum dan negara kepulauan Mauritius disebut-sebut sebagai “Lembah Ethereum.” Nigeria seharusnya disertakan dalam diskusi semacam itu karena negara tersebut menjanjikan banyak hal.

Ajayi mencatat bahwa bekerja dengan inovator dan pengembang yang cenderung teknologis pada akhirnya akan membantu membangun aplikasi ke industri penting yang tidak terpisahkan dan memfasilitasi interaksi lokal dan global yang akan meningkatkan PDB Nigeria.

Apa yang tidak kami inginkan, adanya ijin menggunakan database yang menyamar sebagai” Blockchain “[yang sedang] disebut-sebut oleh lembaga keuangan. [Institusi-institusi ini] telah mendorong regulasi yang akan menghambat inovasi dan aktivitas pasar bebas. Skenario [semacam] ini akan melipatgandakan hubungan yang sudah memberatkan dan menindas yang dimiliki orang Nigeria dengan institusi keuangan dan juga memberi tekanan pada partisipasi keuangan global secara gratis,” tambah Ajayi

Program Blockchain berbasis ICO yang sedang berlangsung di Nigeria adalah Cryptogene. Proyek itu menargetkan Afrika, dan berusaha menciptakan integrasi yang lebih baik melalui teknologi yang ditawarkannya. Cryptogene adalah salah satu startup pertama yang datang dari Afrika dan baru saja memulai pra-penjualan CGT-nya.

Source : cointelegraph.com

Written by : Sintha Rosse

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Asuransi Jasindo: Keunggulan dan Daftar Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi Jasindo merupakan salah satu perusahaan asuransi terbaik di Indonesia sebagai perusahaan milik negara. Jasindo sendiri adalah PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero),...

Memahami Cara Kerja Crypto, Pengertian hingga Regulasinya di Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Cara kerja crypto atau cryptocurrency hampir mirip dengan mata uang di berbagai negara. Namun, cara kerja crypto tersebut belum menjadi alat...

Kelebihan dan Kekurangan Kripto, Trader Wajib Paham

JAKARTA, duniafintech.com - Kelebihan dan kekurangan kripto sangat penting untuk diketahui. Para investor atau trader kripto mesti memahaminya.  Cryptocurrency atau mata uang kripto saat ini...

Daftar Pinjaman Online Resmi Langsung Cair, Bisa Anda Pilih

JAKARTA, duniafintech.com - Pinjaman online resmi langsung cair sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan keuangan dengan cepat. Namun terkadang masih sulit menemukannya.  Saat ini Anda bisa...

Mahal Banget! Biaya Haji Diperkirakan Naik Hingga Rp100 Juta per Jamaah  

JAKARTA, duniafintech.com - Biaya haji diperkirakan akan naik hingga mencapai Rp 100 juta per jamaah. Kementerian Agama dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebelumnya telah...
LANGUAGE