28.4 C
Jakarta
Minggu, 2 Oktober, 2022

Peraturan Bappebti Minimalisir Korban Investasi Komoditas Berjangka

JAKARTA, duniafintech.com – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengeluarkan peraturan terkait robot trading, penjualan aset kripto dan perdagangan berjangka. Mengingat banyaknya masyarakat yang melapor karena efek dari perdagangan berjangka tersebut.

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Respon Pelaku Industri Soal Kebijakan Bappebti! 

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menjelaskan apabila terjadi masalah dalam perdagangan pasar aset kripto di bursa berjangka, Bappebti akan mengatur permodalan tadinya Rp50 miliar menjadi Rp100 miliar. Langkah peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) tersebut dilakukan agar perusahaan memperhatikan tingkat risiko.

Kemudian, dari peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) tersebut juga akan mengatur kategori kegiatan yang dilarang oleh regulator. Sebab Bappebti juga memiliki roadmap sebagai bursa referensi harga. Sehingga bursa berjangka berperan untuk menentukan komoditi unggulan, pengaturan insentif, promosi, sosialisasi dan edukasi.

Artinya, Bappebti akan menerbitkan peraturan pengembangan kontrak berjangka komoditi baru dan menarik sampai dalam hal koordinasi Kementerian dan Lembaga.

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Hanya 25 Exchange Kripto Berizin Bappebti, Ini Daftarnya

Kemudian, untuk jangka menengah bursa referensi harga untuk memberikan kemudahan transaksi komoditi yang berorientasi pada ekspor.

“Mendorong bursa bekerja sama dengan asosiasi dalam rangka penyerahan fisik,” kata Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga.

Sedangkan untuk robot trading, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengungkapkan pihaknya saat ini tengah menangani kasus yang berasal dari perusahaan Trust Global Karya, FSP Akademi Pro, Simbiotik Multitalenta Indonesia, DNA Pro Akademi dan Evolution Perkasa Group. Menurutnya saat ini dalam proses pengambilan dana dan masih menunggu keputusan pengadilan.

Kendati demikian, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menilai pihak korban juga tidak menutup kemungkinan akan melayangkan gugatan perdata kepada perusahaan penyedia robot trading.

“Jadi tidak menutup kemungkinan akan menggugat perdata sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku,” kata Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga.

Baca juga: Bappebti Ingatkan Artis yang Promosikan Kripto Harus Paham Ketentuan

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Kartu Debit Mandiri: Jenis-jenis hingga Cara Membuatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Kartu debit Mandiri senantiasa memberikan kemudahan dalam bertransaksi di banyak tempat dan di waktu kapan saja. Sebagai informasi, kalau dibandingkan dengan uang...

Call Center Allianz Asuransi dan Layanan Pengaduannya

JAKARTA, duniafintech.com – Call Center Allianz asuransi dan layanan pengaduannya tentu penting diketahui oleh para pemilik polis/nasabahnya. Seperti diketahui bersama, Allianz Indonesia menjadi salah satu...

Jenis-jenis Mining Bitcoin, Bisa Dilakoni Buat Mendulang Cuan! 

JAKARTA, duniafintech.com - Mining atau menambang bitcoin ada berbagai jenis juga lho. Ini perlu diketahui bagi seorang investor crypto. Karena selain trading, ada cara...

Wow, Hampir Rp 1 Triliun Bitcoin Dibekukan Terkait Kasus Bos Terra Luna

JAKARTA, duniafintech.com – Otoritas Korea Selatan meminta dua platform jual beli kripto untuk membekukan Bitcoin senilai US 60 juta dollar yang terkait dengan Bos...

Asuransi Rumah Tinggal Terbaik, Ini 5 Rekomendasi Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi rumah tinggal, apa itu? Adapun rumah tinggal adalah tempat beristirahat hingga berkumpul bersama keluarga. Fungsi rumah tinggal ini membuat siapa pun...
LANGUAGE