Apa perbedaan market order dan limit order Indodax? Simak cara kerja, contoh, kelebihan, kekurangan, dan kapan sebaiknya menggunakan masing-masing order.
Ketika ingin membeli atau menjual Bitcoin di Indodax, pengguna akan menemukan beberapa pilihan metode transaksi. Dua di antaranya yang paling sering digunakan adalah Market Order dan Limit Order.
Bagi pemula, keduanya mungkin terlihat sama karena sama-sama digunakan untuk membeli dan menjual aset kripto. Padahal, cara kerja keduanya cukup berbeda.
Market Order mengutamakan kecepatan transaksi, sedangkan Limit Order mengutamakan harga yang ingin Anda dapatkan.
Indodax menjelaskan bahwa Market Order akan mengeksekusi transaksi pada harga terbaik yang tersedia di pasar saat itu. Sementara Limit Order memungkinkan pengguna menentukan sendiri harga beli atau jual yang diinginkan.
Apa Itu Market Order di Indodax?
Market Order adalah metode transaksi yang memungkinkan Anda membeli atau menjual aset kripto pada harga terbaik yang tersedia di pasar saat itu.
Artinya, Anda tidak perlu menentukan harga Bitcoin secara manual.
Misalnya harga Bitcoin yang terlihat di pasar saat ini adalah Rp1 miliar. Anda ingin langsung membeli Bitcoin karena tidak ingin menunggu harga turun.
Anda dapat memilih Market Order, memasukkan jumlah rupiah yang ingin digunakan, kemudian melakukan pembelian.
Sistem akan mencocokkan order tersebut dengan harga yang tersedia di Order Book.
Karena mengutamakan kecepatan, Market Order biasanya menjadi pilihan ketika pengguna ingin transaksi segera selesai.
Apa Itu Limit Order di Indodax?
Berbeda dengan Market Order, Limit Order memungkinkan Anda menentukan harga transaksi sendiri.
Misalnya Bitcoin saat ini berada di harga Rp1 miliar, tetapi Anda ingin membeli jika harganya turun menjadi Rp950 juta.
Anda dapat memasang Buy Limit di Rp950 juta.
Order tersebut akan masuk ke Order Book dan menunggu sampai kondisi pasar mencapai harga yang ditentukan. Jika harga Bitcoin tidak pernah mencapai Rp950 juta, order tersebut bisa saja tidak terealisasi.
Limit Order juga dapat digunakan untuk menjual.
Misalnya Bitcoin saat ini Rp1 miliar dan Anda ingin menjual ketika harganya mencapai Rp1,1 miliar. Anda dapat memasang Sell Limit di Rp1,1 miliar.
Perbedaan Market Order dan Limit Order Indodax
Perbedaan keduanya dapat dilihat dengan sederhana:
| Market Order | Limit Order |
|---|---|
| Mengutamakan kecepatan | Mengutamakan harga |
| Mengikuti harga terbaik yang tersedia | Pengguna menentukan harga |
| Biasanya langsung dieksekusi | Menunggu harga mencapai target |
| Tidak perlu menentukan harga secara manual | Harus menentukan harga |
| Cocok untuk transaksi segera | Cocok untuk transaksi terencana |
| Harga akhir dapat berbeda dari harga terakhir yang terlihat | Harga ditentukan sesuai order yang dipasang, jika terpenuhi |
Dengan kata lain:
Market Order = “Saya ingin beli/jual sekarang.”
Limit Order = “Saya ingin beli/jual kalau harganya mencapai angka ini.”
Contoh Market Order Bitcoin di Indodax
Misalnya harga Bitcoin saat ini sekitar Rp1 miliar.
Anda memiliki Rp5 juta dan ingin langsung membeli Bitcoin.
Anda memilih:
Market Order → Beli → Rp5 juta → Konfirmasi
Sistem kemudian mencocokkan pembelian Anda dengan harga jual yang tersedia di Order Book.
Namun, penting dipahami bahwa harga eksekusi tidak selalu persis sama dengan angka harga terakhir yang Anda lihat.
Indodax menjelaskan bahwa harga rata-rata Market Order dapat sedikit lebih tinggi untuk pembelian atau sedikit lebih rendah untuk penjualan, tergantung likuiditas pasar. (Indodax)
Misalnya Anda melihat harga Bitcoin Rp1 miliar, tetapi karena kondisi Order Book, rata-rata harga pembelian Anda bisa sedikit di atas angka tersebut.
Perbedaan ini berkaitan dengan slippage.
Baca juga :
Arus Dana ETF Bitcoin Tembus US$3,8 Miliar, INDODAX Nilai Pasar Tetap Perlu Cermati Faktor Makro
Contoh Limit Order Bitcoin di Indodax
Sekarang gunakan contoh yang sama.
Harga Bitcoin saat ini Rp1 miliar.
Namun Anda tidak ingin membeli pada harga tersebut. Anda hanya tertarik membeli jika Bitcoin turun menjadi Rp950 juta.
Maka Anda dapat memasang:
Buy Limit: Rp950 juta
Order kemudian masuk ke Order Book.
Jika Bitcoin turun hingga mencapai harga yang sesuai dan tersedia order untuk mencocokkannya, transaksi dapat terjadi.
Jika Bitcoin justru naik dari Rp1 miliar menjadi Rp1,1 miliar, order Anda tidak akan otomatis membeli Bitcoin karena target Rp950 juta belum tercapai.
Indodax menyebut bahwa Limit Order dapat membutuhkan waktu menit, jam, hari, atau bahkan tidak pernah terpenuhi jika pasar tidak mencapai harga yang ditentukan.

Mana yang Lebih Cepat, Market Order atau Limit Order?
Jawabannya adalah Market Order.
Market Order memang dirancang untuk mendapatkan eksekusi secepat mungkin pada harga terbaik yang tersedia di pasar.
Sementara Limit Order harus menunggu kondisi harga yang sesuai.
Contohnya:
Market Order:
“Saya mau beli Bitcoin sekarang.”
Limit Order:
“Saya mau beli Bitcoin kalau harganya turun ke Rp950 juta.”
Jadi, kalau prioritas Anda adalah kecepatan, Market Order lebih sesuai.
Jika prioritas Anda adalah mendapatkan harga tertentu, Limit Order lebih sesuai.
Mana yang Lebih Baik untuk Pemula?
Tidak ada jawaban bahwa salah satunya selalu lebih baik.
Pilihan tergantung tujuan transaksi.
Gunakan Market Order jika:
- Anda ingin segera membeli Bitcoin.
- Anda tidak ingin menunggu harga tertentu.
- Anda lebih mengutamakan kecepatan.
- Nilai transaksi relatif kecil dan kondisi likuiditas memadai.
Misalnya Anda melakukan pembelian Bitcoin secara rutin dan ingin transaksi langsung selesai. Market Order dapat menjadi pilihan yang lebih sederhana.
Gunakan Limit Order jika:
- Anda mempunyai target harga tertentu.
- Anda bersedia menunggu.
- Anda ingin membeli ketika harga turun.
- Anda ingin menjual ketika harga mencapai target.
- Anda ingin lebih mengontrol harga transaksi.
Misalnya Anda merasa Bitcoin terlalu mahal pada harga sekarang dan hanya ingin membeli jika terjadi koreksi. Limit Order memungkinkan Anda memasang target harga tersebut.
Apakah Limit Order Selalu Lebih Murah?
Belum tentu.
Limit Order memang memungkinkan Anda menentukan harga, tetapi bukan berarti Anda pasti mendapatkan harga yang lebih murah.
Misalnya Anda memasang Buy Limit terlalu jauh dari harga pasar. Jika harga Bitcoin tidak pernah turun ke level tersebut, transaksi tidak akan terjadi.
Selain itu, Indodax menjelaskan bahwa apabila harga Limit Order yang dipasang sudah tersedia di Order Book atau berada pada harga yang sama dengan market, order tersebut dapat langsung tereksekusi sebagai Market Taker/Instant. (Indodax)
Jadi, jangan hanya melihat nama Limit Order dan menganggap transaksi pasti menggunakan harga yang Anda masukkan.
Bagaimana dengan Slippage pada Market Order?
Ini salah satu hal yang penting dipahami sebelum menggunakan Market Order.
Slippage adalah perbedaan antara harga yang diharapkan dengan harga ketika transaksi benar-benar dieksekusi.
Slippage bisa lebih terasa ketika pasar sangat volatil atau ketika transaksi berukuran besar sementara likuiditas yang tersedia tidak mencukupi. Indodax bahkan memiliki mekanisme perlindungan terhadap kondisi tertentu ketika transaksi terlalu besar untuk dilakukan menggunakan Market Order.
Karena itu, Market Order bukan berarti Anda selalu mendapatkan persis harga terakhir yang terlihat di layar.
Baca juga :
- INDODAX Soroti Keseimbangan Regulasi dan Inovasi dalam Perkembangan Kripto
- WinX dan Reku Jajaki Pemanfaatan Teknologi AI Robo Advisor untuk Perdagangan Aset Keuangan Digital di Indonesia
- MAKS Dukung Inovasi Ekosistem Aset Kripto melalui Kolaborasi Bersama Amanode dan IDRX di Coinfest Asia 2026
- INDODAX dan Bank INA Berkolaborasi Perkuat Akses Finansial Digital melalui Kartu Co-Brand
- INDODAX Perkenalkan DAX Rewards, Hadirkan Pengalaman Trading yang Lebih Interaktif
Apakah Market Order dan Limit Order Ada di Indodax Lite?
Ini juga penting bagi pengguna baru.
Saat ini Indodax LITE hanya menyediakan metode transaksi Market Order/Instant Order, sedangkan Indodax PRO menyediakan Market Order, Limit Order, dan Stop Limit Order.
Artinya, jika Anda ingin menggunakan Limit Order Bitcoin, Anda perlu menggunakan mode Indodax PRO.
Mode Pro memang dirancang dengan fitur trading yang lebih lengkap, termasuk chart dan berbagai metode order.
Kesimpulan
Jadi, perbedaan Market Order dan Limit Order Indodax sebenarnya cukup sederhana.
Market Order digunakan ketika Anda ingin membeli atau menjual aset secepat mungkin pada harga terbaik yang tersedia di pasar.
Sedangkan Limit Order digunakan ketika Anda ingin menentukan harga tertentu dan bersedia menunggu sampai pasar mencapai harga tersebut.
Jika Anda baru mulai membeli Bitcoin dan ingin transaksi sederhana, Market Order lebih mudah dipahami.
Namun, jika Anda mulai belajar trading dan ingin menentukan sendiri harga entry atau target jual, Limit Order akan menjadi fitur yang lebih penting untuk dipahami.
Yang paling penting adalah memahami perbedaan keduanya sebelum menekan tombol Beli atau Jual.
Market Order: kejar eksekusi.
Limit Order: kejar harga.
Disclaimer: Artikel ini hanya bertujuan memberikan informasi dan edukasi mengenai mekanisme transaksi aset kripto di Indodax. Aset kripto memiliki risiko dan keputusan investasi maupun trading merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna.





