30.3 C
Jakarta
Rabu, 18 Mei, 2022

Perkembangan Bitcoin dan Blockchain di Swaziland

duniafintech.com – Berada di tengah-tengah daratan Benua Afrika menjadikan Swaziland negara yang tidak memiliki pantai. Negara ini berbatasan dengan Mozambik di timur laut dan Afrika Selatan di utara, barat, dan selatan.

Swaziland merupakan negara berkembang dengan tingkat ekonomi rendah. Untuk memastikan ekonomi tetap stabil, fiat setempat lilangeni harus dipatokan nilainya ke rand milik Afrika Selatan. Mitra dagang utama negara ini adalah Amerika Serikat dan Eropa sementara lapangan kerja dalam negeri banyak bergantung pada sektor pertanian dan manufaktur.

Baca juga: 7 Perusahaan Fintech Korea Selatan Terbaik

Pada bulan April tahun 2018 lalu, raja negara ini secara resmi mengganti nama negara dari Kerajaan Swaziland menjadi Eswatini. Eswatini sendiri merupakan istilah umum dalam bahasa Swazi yang biasa digunakan penduduk setempat untuk menyebut nama negara.

Perkembangan Bitcoin di Swaziland

Sama seperti kebanyakan negara di Benua Afrika, pemerintahan negara ini tidak mematok aturan resmi mengenai peredaran Bitcoin dkk. Meski begitu pihak terkait yang terdiri dari perwakilan bank berbeda, regulator serta Otoritas Pendapatan Swaziland ikut mengangkat sejumlah kekhawatiran tentang Bitcoin. Meskipun begitu mereka tidak menyangkal bahwa mata uang kripto ini juga memiliki beberapa manfaat dan kelebihan.

Pada helatan Swaziland Economic Conference yang diadakan 2017 lalu, Bank Sentral Swaziland melalui gubernurnya Majozi Sithole menunjukkan dukungannya terhadap kripto aset di negara itu. Sithole juga menyebutkan bahwa regulator sedang melakukan riset internal tentang bagaimana kemungkinan pemanfaatan Bitcoin dkk bisa mereka lakukan.

“Mungkin tidak bijaksana untuk mengabaikan mata uang virtual, dan sebagai bank sentral kami ingin menerima dan mendukung inovasi. Jika ini adalah inovasi, kami tidak ingin menahannya. Kami ingin mempelajari lebih lanjut tentang hal itu,” ungkap Sithole.

CEO First National Bank Swaziland (FNB), Dennis Mbingo juga ikut memberikan dukungan. Dia menyebutkan kripto aset bukanlah teknologi yang bisa ditinggalkan. Selain popularitasnya, sifatnya yang tidak dikontrol oleh siapapun dan tidak diregulasi oleh siapapun adalah salah satu kelebihan yang bisa dimanfaatkan. Yang menjadi masalah paling besar saat ini adalah adalah pengetahuan warga negara ini yang masih kurang mengenai teknologi baru ini.

Baca juga: Fintech Square Tawarkan Gaji Insinyur Crypto dengan Bitcoin

Penduduk Swaziland yang ingin melakukan pertukaran atau trading kripto aset bisa melakukannya melalui beberapa platform yang beroperasi secara global. Platform-platform tersebut antara lain Paxful, Spectrocoin, Coindirect dan Localbitcoins.

Pelatihan Blockchain bagi Pegawai Bank Sentral Swaziland

Meski tidak mengatur regulasi mengenai kripto aset, pemerintah setempat ternyata tetap memanfaatkan dengan baik Blockchain, teknologi yang berada di belakangnya.

Pada bulan Juni 2017 lalu, Pimpinan Bank Sentral Swaziland mengundang The Blockchain Academy untuk melakukan pelatihan kepada 50 pegawainya. Tujuannya tentu saja untuk mengambil manfaat dari implementasi Blockchain bagi sistem keuangan dalam negeri.

Rekam jejak penggunaan teknologi Blockchain di Swaziland juga tercatat saat Britain Start Network bekerja sama dengan 42 lembaga sosial lain sepertiOxfam, Care International dan negara ini pada tahun 2017 lalu.

Banyak pihak masih menantikan bagaimana perkembangan kripto aset di Swaziland. Namun sejauh ini sudah ada langkah positif sehingga kita bisa berharap negara ini bisa menjadi negara selanjutnya yang ramah akan kripto.

-Dita Safitri-

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Masyarakat Bisa Beli Minyak Goreng Curah Rp 14 Ribu Per Liter, Syaratnya Pakai KTP

JAKARTA, duniafintech.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bekerja sama dengan para pelaku usaha minyak goreng meluncurkan Program Migor...

Tabungan Emas Digugat Soal Pelanggaran Hak Cipta, Pegadaian Buka Suara 

JAKARTA, duniafintech.com - PT Pegadaian menanggapi pemberitaan soal gugatan seorang warga bernama Arie Indra Manurung ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat atas dugaan pelanggaran hak...

Kripto Ambruk: Sandiaga Uno Ingatkan Soal Alokasi Investasi, Ini Penjelasannya 

JAKARTA, duniafintech.com - Pengusaha Sandiaga Uno, yang juga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, berkomentar soal ambruknya kripto dan kembali mengingatkan soal basic investasi dalam...

Miris Banget! Juragan Kripto Ini Duitnya Anjlok Hingga Rp 161 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Harga beberapa mata uang kripto turun drastis berbarengan, termasuk Bitcoin yang diperdagangkan kurang dari USD 30 ribu. Hal itu membuat beberapa...

Lin Che Wei Punya Jabatan Strategis di Kementrian, Tersangka Baru Mafia Minyak Goreng

JAKARTA, duniafintech.com - Lin Che Wei seorang pengusaha, resmi ditahan oleh Kejaksaan Agung setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor Minyak...
LANGUAGE