25 C
Jakarta
Minggu, 27 November, 2022

PERKEMBANGAN CRYPTOCURRENCY DI DUNIA HINGGA PEMBAHASAN PRESIDEN, SRI MULYANI DAN BOS IMF SOAL CRYPTOCURRENCY

duniafintech.com – Kembalinya Korea Selatan ke kancah perdagangan cryptocurrency berhasil menaikkan kembali nilai mata uang virtual di dunia. Itu bukanlah satu-satunya berita gembira yang datang dari Bitcoin beberapa waktu ke belakang. Berikut adalah beberapa berita perkembangan terkini dunia cryptocurrency!

Sebuah Perusahaan Properti di Irlandia Utara Menerima Bitcoin untuk Pembayaran

Satu lagi perusahaan pengembang properti di dunia akan menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran. Menurut laporan dari Belfast Telegraph, Hagan Homes, salah satu pengembang properti residensial terbesar Irlandia Utara, sekarang akan menerima Bitcoin (BTC) sebagai metode pembayaran.

Jamesy Hagan, Managing Director Hagan Homes, mengatakan bahwa ada kepentingan internasional yang meningkat untuk bekerja, hidup, dan berinvestasi di Irlandia Utara, disertai dengan pertumbuhan yang signifikan dalam penggunaan Bitcoin di seluruh dunia. Hal inilah yang mendorong mereka untuk menerima Bitcoin sebagai salah satu pilihan alat pembayaran.

Siswa Sekolah Menengah Tulis Buku tentang Bitcoin Agar Mudah Dipahami Semua Orang

Bitcoin ternyata bukan hanya monopoli orang dewasa. Andrew Courey, seorang siswa sekolah menengah di Massachusetts baru-baru ini menulis buku setebal 57 halaman yang berisi tentang pengetahuan dasar mengenai Bitcoin. Andrew melakukan riset di sela-sela kegiatan sekolah dan hobi yang ia jalani setiap harinya.

Seperti kebanyakan anak sekolah lain, Andrew Courey biasanya bermain olahraga dan bermain-main dengan iPhone saat dia tidak bersekolah. Tapi tidak seperti kebanyakan anak berusia 11 tahun lainnya, dia juga seorang ahli tentang Bitcoin.

Andrew Courey adalah penulis buku “Early Bird Gets The Bitcoin: Panduan Pokok untuk Segalanya Tentang Bitcoin” yang dia publikasikan sendiri untuk Amazon Kindle pada bulan Januari. Versi e-booknya dijual seharga $ 2,99, dan versi cetaknya yang baru dirilis berharga $ 9,99.

Jokowi, Sri Mulyani dan Bos IMF Bahas Masalah Uang Digital

Baru-baru ini, Presiden Jokowi bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan pertemuan dengan Direktur Pelaksana IMF (International Monetary Fund/Dana Moneter Internasional) Christine Lagarde di Istana Negara.

Sri Mulyani menyebutkan beberapa pokok pembahasan yang mereka bicarakan dalam pertemuan itu antara lain terkait perkembangan ekonomi digital. “Dibahas bagaimana menghadapi digital ekonomi ini kesiapan UMKM dan terutama informal sector. Lagarde menyampaikan ini fenomena yang sedang dan terus jadi bahan pembahasan di antara policy maker,” ungkap Sri Mulyani.

Karena membahas soal ekonomi digital, maka secara langsung cryptocurrency dan pengaruhnya terhadap sistem pembayaran dan keuangan juga menjadi salah satu materi yang dibahas dalam pertemuan itu.

Written by: Dita Safitri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Menghitung Obligasi pada Harga Diskonto dan Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghitung obligasi perlu dipahami oleh mereka yang memilih menggunakan instrumen investasi yang satu ini. Tujuannya adalah agar para investor, khususnya pemula,...

Cara Berinvestasi di Bank dan Beberapa Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara berinvestasi di bank tentu saja akan sangat penting diketahui oleh masyarakat secara luas sekarang ini. Investasi di bank sendiri menjadi solusi...

Tipe Kemitraan Shopee Affiliate: Cashback hingga Mitra Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Tipe kemitraan Shopee Affiliate penting dipahami saat kamu akan mengisi formulir pendaftaran Shopee affiliate. Seperti diketahui, banyak orang yang tertarik dengan kemitraan...

Surat Berharga Negara: Jenis-jenis hingga Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Surat Berharga Negara (SBN) masih menjadi salah satu pilihan instrumen investasi yang bisa dipertimbangkan. Bagi para pemula, SBN pun layak untuk dimiliki....

Indonesia Krisis Beras dan Pemerintah Harus Impor?

JAKARTA, duniafintech.com - Indonesia saat ini harus dihadapi dengan adanya ancaman bahaya pangan, stok beras beras nasional sedang berada titik terendah atau krisis. Hal semacam...
LANGUAGE