25.6 C
Jakarta
Minggu, 4 Desember, 2022

Adanya Perlambatan Ekonomi Global, Bank Indonesia Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh

JAKARTA, duniafintech.comBank Indonesia memperkirakan perlambatan ekonomi global disertai dengan tekanan inflasi yang tinggi dan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan perlambatan ekonomi global dipengaruhi oleh berlanjutnya ketegangan geopolitik yang memicu fragmentasi ekonomi, perdagangan dan investasi serta dampak pengetatan kebijakan moneter yang agresif.

“Dampak rambatan dari fragmentasi ekonomi global diperkirakan juga akan menyebabkan perlambatan ekonomi di Emerging Markets (EMEs),” kata Perry.

Perry menilai tekanan inflasi dan inflasi inti global masing tinggi seiring dengan berlanjutnya gangguan rantai pasokan sehingga mendorong bank sentral di banyak negara menempuh kebijakan moneter yang lebih agresif.

Baca juga: Ancaman Resesi Ekonomi Global 2023, Tetap Yakin Ingin Cicil Rumah?

perlambatan ekonomi global

Perlambatan Ekonomi Global Tak Pengaruhi Pertumbungan Ekonomi Indonesia?

Kenaikan Fed Funds Rate yang diperkirakan lebih tinggi dengan siklus yang lebih panjang mendorong semakin kuatnya mata uang dolar AS sehingga memberikan tekanan pelemahan atau depresiasi terhadap nilai tukar di berbagai negara, terutama di Indonesia.

“Tekanan pelemahan nilai tukar tersebut semakin tinggi dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat dan di negara EMEs termasuk Indonesia diperberat pula dengan aliran keluar investasi portofolio asing,” kata Perry.

Meski terjadi perlambatan ekonomi global, Perry mengaku perbaikan ekonomi domestik akan terus berlanjut. Bahkan perekonomian domestik pada triwulan III diperkirakan terus membaik ditopang oleh peningkatan konsumsi swasta dan investasi non bangunan, tetap kuatnya ekspor, serta daya beli masyarakat yang masih terjaga di tengah kenaikan inflasi.

Dia mencatat berbagai indikator bulan September 2022 dan hasil survei Bank Indonesia terakhir seperti keyakinan konsumen, penjualan eceran dan Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur mengindikasikan terus berlangsungnya ekonomi domestik.

Baca juga: Hadapi Resesi Ekonomi Global, Pemerintah Pastikan Tak Jadi Pasien IMF

Sedangkan dari sisi eksternal, menurutnya kinerja ekspor diperkirakan tetap kuat khususnya batu bara, CPO serta besi dan baja seiring dengan permintaan beberapa mitra dagang utama yang masih kuat dan kebijakan pemerintah untuk mendorong ekspor CPO dan turunannya.

“Secara spasial, kinerja positif ekspor ditopang oleh seluruh wilayah terutama Kalimantan dan Sumatera yang tetap tumbuh kuat,” kata Perry.

Menyikapi perlambatan ekonomi global, Perry mengungkapkan perbaikan ekonomi nasional juga tercermin pada kinerja lapangan usaha utama seperti perdagangan, pertambangan dan pertanian. Artinya, dengan perkembangan tersebut pertumbuhan ekonomi tahun 2022, diperkirakan tetap bias ke atas dalam kisaran proyeksi Bank Indonesia pada 4,5 persen sampai 5,3 persen.

“Pertumbuhan ekonomi pada 2023 diperkirakan tetap kuat didorong oleh solidnya permintaan domestik sejalan dengan terus meningkatnya mobilitas dan berlanjutnya penyelesaian Program Strategis Nasional (PSN) di tengah lebih dalamnya perlambatan perekonomian global,” kata Perry.

Baca jugaIni Pernyataan Jokowi Tebar Ketakutan Soal Resesi Ekonomi Global

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan Asuransi yang Diawasi OJK, Simak Ya Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan asuransi yang sudah terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) hingga kini sudah banyak. Meski demikian, hanya sekitar 1,7 persen penduduk...

Outstanding Shares, Apa Itu? Ini Pengertian hingga Manfaatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Outstanding shares merupakan salah satu istilah dalam dunia investasi saham yang wajib dipahami oleh investor. Pada dasarnya, istilah ini merujuk pada sebuah...

Kerugian Ikut Asuransi Prudential dan Keuntungannya, Cek Ya!

JAKARTA, duniafintech.com – Kerugian ikut asuransi Prudential dan keuntungannya perlu diketahui oleh nasabah dari perusahaan asuransi ini. Seperti diketahui, salah satu pertimbangan saat akan membeli...

Cara Pindah Faskes BPJS Berikut Syarat dan Ketentuannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara pindah faskes BPJS Kesehatan berikut ini sangat penting diketahui oleh para peserta asuransi satu ini. Cara pindah faskes-nya pun sebetulnya sangat...

Kripto Masuk Pembahasan RUU P2SK, Ini Respon CEO Indodax

JAKARTA, duniafintech.com - Rancangan Undang Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) resmi masuk ke dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR yang...
LANGUAGE