30.6 C
Jakarta
Rabu, 29 Maret, 2023

BITCOIN DIPAKAI BELI VILLA DI BALI

duniafintech.com – Di Indonesia, mata uang digital Bitcoin memang tidak diakui oleh Bank Indonesia. Namun baru-baru ini, seorang penggali Bitcoin dikabarkan telah membeli sebuah vila mewah di Bali, Indonesia.

Diberitakan, The Wall Street Journal pada Rabu (19/3/2014), seorang penambang Bitcoin yang tidak mau disebutkan namanya menghabiskan lebih dari 800 bitcoin untuk membeli vila mewah dua kamar di Bali.

Vila yang berada di Seminyak, pesisir pantai barat Bali tersebut memiliki taman dan kolam renang pribadi. Vila tersebut merupakan satu dari 12 vila yang ditawarkan yang pengerjaannya akan selesai pada bulan Juni mendatang.

Pemilik Bitcoin tersebut melakukan transaksi pada tanggal 19 Februari melalui situs BitPremier, situs yang menyebut dirinya sebagai tempat jual beli barang-barang mewah dengan bitcoin.

Di situs tersebut, penjual dan pembeli selain bisa bertransaksi dengan mata uang biasa, mereka juga bisa bertransaksi menggunakan mata uang digital bitcoin.

Pembeli vila yang kewarganegaraannya disembunyikan itu, menurut Chief Executive BitPremier, Alan Silbert, telah mengadopsi Bitcoin sejak pertama kali mata uang digital itu diperkenalkan.

Menurut Silbert, penjualan vila di Bali tersebut merupakan penjualan dengan nilai transaksi tertinggi berdasar keuntungan yang didapatkan semenjak perusahaan tersebut berdiri pada Mei 2013. Transaksi ini juga merupakan transaksi properti pertama BitPremier dengan mata uang Bitcoin.

Nilai Bitcoin sendiri kini telah melonjak semenjak diperkenalkan, pada Desember tahun lalu sempat mencapai 1.100 dollar AS. Harga 1 bitcoin saat ini sekitar 600 dollar AS menurut CoinDesk BitCoin Index.

Jika pembeli vila tersebut mengeluarkan 800 bitcoin, maka nilainya akan menjadi sekitar 480.000 dollar AS (sekitar Rp 5,5 miliar).

Menurut pialang properti yang menjual vila tersebut, Ronny Tome, transaksi dengan Bitcoin tersebut berjalan lancar. Diceritakan Tome, pembeli vila tersebut pada awalnya mencoba sistem transfer terlebih dahulu dengan mentransfer 1 bitcoin ke dompet digitalnya. Setelah sukses, transaksi pun dilakukan.

“Semua dilakukan hanya dalam hitungan jam, jika melakukannya dengan transfer bank normal, setidaknya akan butuh beberapa hari atau bahkan satu minggu,” ujar Tome.

Tome memuji proses transaksi dengan Bitcoin tersebut sebagai konsep yang menarik dan tidak merepotkan. Para antusias bitcoin pun mengakui bahwa kecepatan transaksi dengan bitcoin merupakan keunggulan dibanding transaksi perbankan tradisional.

Source: Kompas

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Usaha Modal Kecil Untung Besar Terbaik, Intip Daftar Idenya di Sini!

JAKARTA, duniafintech.com – Usaha modal kecil untung besar bisa kamu wujudkan dengan mencoba ragam ide bisnis terbaik dalam ulasan ini. Menjalankan bisnis dengan modal kecil...

Beras Panen Raya, Komisi IV DPR RI Pertanyakan Pemerintah Ingin Impor Beras

JAKARTA, dunifintech.com - Komisi IV DPR RI mempertanyakan langkah pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang menugaskan Perum Bulog untuk melakukan impor 2 juta...

Cegah Resesi Ekonomi, Kemenperin Dorong Industri Tekstil Restrukturisasi Mesin

JAKARTA, duniafintech.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong restrukturisasi mesin kinerja industri Tekstil dan Pengolahan Tekstil (TPT) dalam ketidakpastian global yang berdampak pada penurunan ekspor subsektor...

Sambut Idul Fitri, Sri Mulyani Pastikan Pemerintah Bisa Kendalikan Inflasi

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan pemerintah juga berupaya mengendalikan inflasi dengan menjaga daya beli terutama bagi masyarakat miskin dan rentan, dalam hal...

Hore! ASN, Polri, Tenaga Pengajar, dan Pensiunan Dapat THR, Ini Besarannya

JAKARTA, duniafintech.com - Pemerintah mengeluarkan kebijakan pemberian THR ASN dan gaji ke-13 yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 15/2023 yang telah disesuaikan dengan...
LANGUAGE