27.7 C
Jakarta
Minggu, 7 Juni, 2020

Apple Bakal Terima Aplikasi Terkait Cryptocurrency?

duniafintech.com – Salah satu highlight yang tidak banyak diliput di sela-sela WWDC 2014 adalah perubahan terhadap App Store Review Guidelines, terutama yang terkait dengan virtual currency atau cryptocurrency. Apakah ini artinya Apple bakal terima aplikasi terkait Cryptocurrency?

Setelah sebelumnya segala sesuatu yang berbau Bitcoin, sebagai mata uang virtual paling populer, selalu ditolak di App Store, termasuk lifestyle e-commerce app Fancy yang mengakomodasi pembayaran menggunakan Bitcoin, kini kondisinya mungkin akan berubah.

Baca juga

Apple Bakal Terima Aplikasi Terkait Cryptocurrency

Seperti diungkapkan di App Store Review Guidelines bagian 11.17, seperti yang kami kutip dari OnBitcoin, Apple menyatakan: Apps may facilitate transmission of approved virtual currencies provided that they do so in compliance with all state and federal laws for the territories in which the app functions. Dengan kata lain jika tidak melanggar hukum di negara tempat aplikasi itu berfungsi, Apple bisa mengijinkan hadirnya proses transmisi mata uang virtual.

Sejumlah aplikasi yang mengakomodasi transaksi menggunakan Bitcoin sempat merasakan penolakan Apple. Selain Fancy, aplikasi dompet Bitcoin seperti Coinbase dan Blockchain juga menjadi korbannya. Kini dengan perubahan ini, mereka bisa mencoba memasukkan kembali aplikasinya dengan argumen bahwa di Amerika Serikat sendiri belum ada hukum yang tegas mengatur soal cryptocurrency.

Oscar Darmawan dari Bitcoin Indonesia yang kami hubungi terkait perubahan ini mengomentari,

“Kami menyambut gembira tentang perubahan policy dari Apple tersebut yang lebih membuka persaingan secara lebih bebas bagi dunia virtual currency. Kita bisa melihat belakangan ini banyak aplikasi mengenai Bitcoin bermunculan kembali setelah sebelumnya Apple memblok applikasi Bitcoin. Kami percaya hal ini menandakan kehadiran virtual currency bukanlah sesuatu yang dapat dipandang remeh bahkan membuat perusahaan sebesar Apple mengubah policy-nya.”

Terkait dengan implementasi akomodasi transaksi Bitcoin dalam bentuk aplikasi mobile, Oscar menyebutkan bahwa mereka melihat beberapa startup di Indonesia telah mulai mengembangkan aplikasinya dengan menggunakan Bitcoin Indonesia sebagai backbone-nya. Oscar tidak menyebutkan startup apa saja yang telah melakukan aksi ini, tetapi dapat dipastikan platform Android menjadi pilihan utama bagi mereka.

Di Indonesia sendiri Bank Indonesia telah memberikan pernyataan penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran melanggar undang-undang. Meskipun demikian, sebenarnya Bank Indonesia tidak sepenuhnya melarang penggunaan mata uang virtual ini karena tidak ada sanksi yang diberlakukan jika ada sekelompok masyarakat yang menggunakannya.

-DailySocial-

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Aset Digital Ini Buat Uang Anda ‘Bekerja’ di Akhir Pekan!

DuniaFintech.com – Laju pergerakan aset digital pada akhir pekan ini (6/6) layak dicermati. Peningkatan tren positif di hari sebelumnya berpotensi untuk menghadirkan...

Hadapi Era New Normal, Koinworks Fokus Dampingi UMKM Digital

DuniaFintech.com - Seluruh masyarakat Indonesia tengah mempersiapkan diri dalam memasuki era new normal. Begitu pun dengan kondisi perekonomian Indonesia yang perlahan memasuki...

Prediksi Bitcoin Tahun 2020, Ini Analisa Bloomberg

DuniaFintech.com - Setelah Bitcoin Halving Day pada 12 Mei 2020 terjadi, kabar terkait prediksi bitcoin semakin banyak dicari. Prediksi bitcoin di tahun 2020...

Waktunya Cuan! Nilai Tukar Rupiah Berada Dibawah 14.000

DuniaFintech.com - Nilai tukar Rupiah dikabarkan menguat dan tembus dibawah 14.000. Kabar ini disampaikan melalui cuitan sebuah wadah informasi digital keuangan, Big...

Terdaftar di OJK, Inilah 3 Pinjaman Online dengan Layanan Langsung Cair

DuniaFintech.com - Saat ada situasi mendesak yang membutuhkan dana ekstra, sementara simpanan dana darurat tak memadai, pinjaman online dengan layanan langsung cair dapat menjadi...
LANGUAGE