Sejumlah perusahaan dan pelaku industri kripto Amerika Serikat (AS) mendorong Securities and Exchange Commission (SEC) untuk mengubah mekanisme pengajuan produk investasi kripto.
Salah satu usulan yang paling menarik perhatian adalah permintaan agar perusahaan dapat mengajukan rancangan produk exchange-traded fund (ETF) atau exchange-traded product (ETP) secara rahasia sebelum dokumen tersebut dipublikasikan.
Grayscale menjadi salah satu perusahaan yang mendukung mekanisme tersebut. Menurut mereka, proses pengajuan rahasia secara sukarela dapat mengurangi risiko pesaing meniru produk yang sedang dikembangkan.
Usulan tersebut muncul ketika SEC sedang mengevaluasi kembali cara menangani ETF dan ETP yang dianggap baru atau inovatif.
Mengapa Perusahaan Kripto Ingin Pengajuan Rahasia?
Selama ini, proses pengajuan produk investasi ke regulator pada akhirnya harus diketahui publik. Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan persoalan bagi perusahaan yang telah menghabiskan banyak sumber daya untuk mengembangkan produk baru.
Begitu dokumen dipublikasikan, pesaing dapat mempelajari struktur produk tersebut dan berpotensi membuat pengajuan yang memiliki kemiripan.
Grayscale menilai mekanisme pengajuan rahasia dapat memberikan waktu kepada perusahaan untuk berdiskusi dengan regulator terlebih dahulu tanpa langsung membuka strategi produk kepada kompetitor.
Dalam dokumen tanggapan kepada SEC, industri juga menyoroti fenomena copycat filings, yakni pengajuan produk pesaing yang dibuat dalam waktu berdekatan dengan dokumen yang sudah lebih dahulu diajukan.
Dokumen tersebut menyebut bahwa pengajuan rahasia dapat membantu sponsor mengembangkan produk tanpa langsung menghadapi risiko strategi mereka ditiru setelah dokumen dipublikasikan.
Grayscale Minta Proses Pengajuan Lebih Fleksibel
Grayscale menjadi salah satu perusahaan yang secara terbuka mendorong SEC memberikan opsi pengajuan rahasia.
Perusahaan tersebut juga menginginkan adanya kepastian waktu dalam proses review. Salah satu usulannya adalah agar staf SEC memberikan tanggapan dalam waktu sekitar 45 hari.
Menurut pandangan industri, kepastian waktu penting karena kondisi pasar kripto dapat berubah dengan sangat cepat.
Produk yang masih relevan ketika pertama kali dirancang belum tentu memiliki daya tarik yang sama beberapa bulan kemudian jika proses persetujuan terlalu lama.
Dengan adanya batas waktu yang lebih jelas, perusahaan dapat memperkirakan kapan sebuah produk dapat diluncurkan sekaligus mengatur strategi bisnis dan pemasaran.
21Shares Juga Soroti Risiko Produk Ditiru
21Shares menyampaikan permintaan serupa kepada SEC.
Perusahaan tersebut menyoroti kecepatan pesaing dalam menyalin dokumen pengajuan produk yang sudah tersedia untuk publik.
Persoalan tersebut menjadi semakin penting karena semakin banyak perusahaan yang berlomba menghadirkan produk investasi berbasis aset digital.
Jika setiap inovasi dapat dengan mudah dipelajari pesaing sebelum produk tersebut diluncurkan, perusahaan yang menjadi pionir dapat kehilangan sebagian keuntungan dari inovasi tersebut.
Karena itu, mekanisme pengajuan rahasia dinilai dapat memberikan perlindungan sementara bagi perusahaan tanpa harus menghilangkan transparansi dalam jangka panjang.
A16z Minta Proses Review Dipersingkat
Selain Grayscale dan 21Shares, Andreessen Horowitz atau a16z juga meminta SEC mempercepat proses peninjauan.
Menurut a16z, sebagian besar pengajuan saat ini dilakukan secara elektronik dan menggunakan format pengungkapan yang relatif standar.
Selain itu, pertanyaan yang diberikan regulator terhadap berbagai produk juga sering kali memiliki kemiripan.
Karena karakteristik produk dan proses pengajuannya semakin terdigitalisasi, a16z menilai terdapat ruang untuk membuat proses review lebih efisien.
Namun, percepatan proses tidak berarti standar pengawasan harus diturunkan.
Dalam tanggapannya, a16z menegaskan bahwa proses yang lebih cepat seharusnya tetap mempertahankan kualitas pemeriksaan regulator.
Tidak Semua Pelaku Industri Setuju
Usulan tersebut tidak mendapatkan dukungan penuh dari seluruh pelaku pasar.
Jane Street justru mengingatkan bahwa tekanan untuk meluncurkan ETF secepat mungkin dapat membuat proses pendaftaran menjadi terlalu terburu-buru.
Menurut Jane Street, sponsor membutuhkan waktu yang cukup untuk memperoleh masukan dari market maker mengenai struktur produk dan likuiditasnya.
Perusahaan tersebut juga mengusulkan agar ETF yang akan diluncurkan memiliki setidaknya dua authorized participants.
Authorized participants merupakan perusahaan yang berperan dalam proses penciptaan dan penebusan unit ETF.
Keberadaan lebih dari satu peserta resmi dinilai dapat membantu memastikan proses penciptaan dan penebusan unit berjalan lebih baik serta mendukung likuiditas produk.
Charles Schwab Tolak Kerahasiaan Penuh
Charles Schwab mengambil posisi yang lebih berhati-hati terhadap usulan pengajuan rahasia.
Perusahaan tersebut tidak mendukung mekanisme yang sepenuhnya tertutup.
Schwab berpendapat bahwa apabila SEC melakukan diskusi secara tertutup dengan sponsor, dokumen pengajuan tetap perlu dibuka kepada publik sebelum produk benar-benar diluncurkan.
Dalam usulannya, Schwab menyebut periode setidaknya 75 hari sebelum dana mulai beroperasi sebagai salah satu batas waktu yang dapat dipertimbangkan.
Pandangan tersebut mencerminkan kekhawatiran bahwa transparansi tetap dibutuhkan agar investor dan pelaku pasar mengetahui produk yang akan masuk ke bursa.
Multicoin Dorong Produk Staking Masuk ETP
Perdebatan mengenai proses pengajuan bukan satu-satunya isu yang dibawa perusahaan kripto kepada SEC.
Multicoin Capital juga meminta perubahan terhadap jenis aset yang dapat digunakan dalam produk investasi kripto.
Perusahaan tersebut mendorong agar staking receipt tokens dapat digunakan dalam produk kripto spot.
Token tersebut merepresentasikan aset kripto yang telah di-stake untuk memperoleh imbal hasil.
Jika usulan tersebut diterima, produk ETP kripto berpotensi memiliki eksposur terhadap aset yang menghasilkan imbalan staking, bukan sekadar menyimpan token secara pasif.
Jito Labs, Jito Foundation, dan Solana Policy Institute turut menyampaikan dukungan terhadap kerangka yang memungkinkan penggunaan token bukti staking dalam produk kripto spot.
NYSE Minta Kepastian Jadwal Produk Baru
Dari sisi bursa, New York Stock Exchange (NYSE) juga memberikan masukan kepada SEC.
NYSE menginginkan jadwal yang lebih dapat diprediksi ketika produk baru akan dicatatkan di bursa.
Saat ini, staf SEC dapat meminta bursa menunda proses pencatatan ketika regulator sedang mengkaji suatu persoalan. Menurut NYSE, kondisi tersebut dapat menciptakan ketidakpastian karena tidak selalu terdapat batas waktu yang jelas.
Kepastian jadwal menjadi penting karena proses peluncuran ETF atau ETP melibatkan banyak pihak, mulai dari sponsor, bursa, market maker, kustodian hingga investor.
Semakin lama proses tersebut tidak memiliki kepastian, semakin sulit bagi perusahaan untuk menentukan strategi peluncuran.
Baca juga :
- INDODAX Soroti Keseimbangan Regulasi dan Inovasi dalam Perkembangan Kripto
- INDODAX Dorong Ekosistem Kripto Lebih Kompetitif lewat Compliance yang Kuat, Regulasi Adaptif, dan Inovasi Berkualitas
- DJP Wajibkan Platform Kripto Kumpulkan Data Domisili Pengguna
- INDODAX Dorong Penguatan Builders dan Likuiditas untuk Jadi Crypto Hub Regional
- Lihat Berita Regulasi Kripto →
SEC Belum Menentukan Langkah Berikutnya
Batas waktu penyampaian tanggapan terhadap permintaan SEC ditetapkan pada 31 Agustus 2026.
Namun, regulator masih mempublikasikan sejumlah tanggapan yang masuk setelah tenggat tersebut.
Hingga artikel sumber diterbitkan, SEC belum menetapkan jadwal mengenai langkah selanjutnya.
Dokumen tanggapan yang masuk menunjukkan bahwa industri menginginkan proses yang lebih cepat dan fleksibel, tetapi tetap terdapat perbedaan pandangan mengenai seberapa jauh kerahasiaan dan percepatan tersebut harus diterapkan.
Apa Dampaknya bagi Pasar Kripto?
Jika SEC akhirnya memberikan opsi pengajuan rahasia, proses pengembangan ETF dan ETP kripto dapat menjadi lebih fleksibel.
Perusahaan bisa berdiskusi lebih awal dengan regulator mengenai struktur produk sebelum informasi tersebut terbuka kepada pesaing.
Hal ini berpotensi mendorong lebih banyak inovasi di pasar ETF kripto karena perusahaan memiliki perlindungan lebih besar terhadap strategi produk mereka.
Namun, kerahasiaan juga harus diimbangi dengan transparansi. Dokumen resmi yang menjadi dasar usulan tersebut sendiri mengakui pentingnya keterbukaan publik bagi investor, bursa dan pelaku pasar. Karena itu, jika mekanisme rahasia diterapkan, pengajuan tetap perlu dipublikasikan pada tahap tertentu sebelum produk diluncurkan.
Pada akhirnya, tantangan SEC adalah menemukan titik keseimbangan antara mendorong inovasi, menjaga persaingan yang sehat, mempercepat proses produk baru, dan tetap melindungi investor.
Perubahan aturan tersebut dapat menjadi salah satu perkembangan penting bagi industri ETF kripto AS, terutama jika semakin banyak produk berbasis Bitcoin, altcoin, staking, dan strategi digital asset lainnya masuk ke pasar investasi teregulasi.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Aset kripto memiliki volatilitas dan risiko tinggi. Lakukan riset mandiri serta pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.







