25 C
Jakarta
Senin, 18 Oktober, 2021

Perusahaan Manajer Investasi Lirik Bitcoin Sebagai Bagian dari Aset

DuniaFintech.com – Perusahaan manajer investasi di Britania Raya memasukkan Bitcoin sebagai bagian dari portoflio aset. Hal ini menjadi bagian dari proses digitalisasi yang dialami berbagai sektor industri, termasuk keuangan.

Ruffer Investment Company Limited merupakan perusahaan manajer investasi yang telah terdaftar di bursa efek London. Mereka menilai bahwa tren Bitcoin menjadi strategi baru perusahaan.

Ruffer mengatakan telah menambahkan Bitcoin ke Dana Multi-Strategi. Hal ini dinilai sebagai langkah defensif terhadap ‘devaluasi berkelanjutan’ dari uang fiat. Dana tersebut sekarang memegang sekitar 2,5% dari asetnya dalam Bitcoin. Pengalihan pembagian aset tersebut dimulai pada November, sesaat setelah perusahaan mengurangi volume aset emas yang telah menjadi andalannya selama ini.

“Kami melihat ini sebagai polis asuransi yang kecil tapi kuat melawan devaluasi mata uang utama dunia yang terus berlanjut. Bitcoin mendiversifikasi investasi perusahaan (jauh lebih besar) dalam emas dan obligasi terkait inflasi, dan bertindak sebagai lindung nilai terhadap beberapa risiko moneter dan pasar yang kita lihat,”

Sekedar info, Ruffer memiliki USD 27,2 miliar atau sekitar Rp 384 triliun dalam aset yang dikelola per 30 November. Perusahaan yang beroperasi sejak tahun 1994 ini, memiliki sekitar 6.600 klien di seluruh dunia yang terdiri dari individu, keluarga, dana pensiun, dan amal.

Baca juga:

Perusahaan Manajer Investasi Lirik Bitcoin Sebagai Portofolio

Langkah yang diambil Ruffer menuai respon. JPMorgan Chase menilai bahwa fenomena Bitcoin sebagai komoditas berpotensi menggerus pangsa pasar emas. Dalam catatan untuk klien yang dirilis minggu lalu, strategi kuantitatif yang dipimpin oleh Nikolaos Panigirtzoglou mengatakan, adopsi Bitcoin dapat menyebabkan “hambatan struktural” untuk emas.

“Jika tesis jangka menengah hingga jangka panjang ini terbukti benar, harga emas akan mengalami hambatan struktural selama beberapa tahun mendatang,” 

Pelopor kripto dan CEO ShapeShift, Erik Voorhees percaya bahwa perusahaan dan industri yang solid akan melindungi aset seperti Bitcoin dari intervensi pemerintah. Dengan institusi besar yang terlibat, pasar Bitcoin membentuk perlindungan secara natural terhadap aturan yang mencoba menentang.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

OJK Dorong Pertumbuhan Teknologi Finansial Urun Dana

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peran industri teknologi finansial urun dana atau securities crowdfunding (SCF) untuk meningkatkan skala bisnis pelaku UMKM di Indonesia. Pasalnya,...

Regulatory Sandbox: Strategi Jitu Tangkal Kealpaan Regulasi Fintech

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, penggunaan regulatory sandbox atau ruang uji coba terbatas bagi para perusahaan rintisan di bidang finansial teknologi atau...

Kesenjangan Akses Keuangan antara Kota dan Desa, Ini Kata OJK

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara mengungkapkan bahwa masih tercipta gap atau kesenjangan yang cukup lebar...

Disinggung OJK, AFPI Putus Keanggotaan Penagih Utang PT ITN

Kantor milik PT Indo Tekno Nusantara (ITN) digerebek kepolisian pada Kamis, (14/10) lalu. ITN merupakan perusahaan penagih utang yang mengoperasikan 13 perusahaan pinjol, di...

Tentang Waktu dan Petunjuk Cara Ikut Lelang Pegadaian

Lelang Pegadaian adalah penjualan barang gadai oleh Pegadaian dengan cara dilelang kepada khalayak masyarakat. Mengingat debitur tidak sanggup melunasi pinjamannya, Pegadaian pun berhak untuk...
LANGUAGE