30.4 C
Jakarta
Jumat, 27 Mei, 2022

Perusahaan Manajer Investasi Lirik Bitcoin Sebagai Bagian dari Aset

DuniaFintech.com – Perusahaan manajer investasi di Britania Raya memasukkan Bitcoin sebagai bagian dari portoflio aset. Hal ini menjadi bagian dari proses digitalisasi yang dialami berbagai sektor industri, termasuk keuangan.

Ruffer Investment Company Limited merupakan perusahaan manajer investasi yang telah terdaftar di bursa efek London. Mereka menilai bahwa tren Bitcoin menjadi strategi baru perusahaan.

Ruffer mengatakan telah menambahkan Bitcoin ke Dana Multi-Strategi. Hal ini dinilai sebagai langkah defensif terhadap ‘devaluasi berkelanjutan’ dari uang fiat. Dana tersebut sekarang memegang sekitar 2,5% dari asetnya dalam Bitcoin. Pengalihan pembagian aset tersebut dimulai pada November, sesaat setelah perusahaan mengurangi volume aset emas yang telah menjadi andalannya selama ini.

“Kami melihat ini sebagai polis asuransi yang kecil tapi kuat melawan devaluasi mata uang utama dunia yang terus berlanjut. Bitcoin mendiversifikasi investasi perusahaan (jauh lebih besar) dalam emas dan obligasi terkait inflasi, dan bertindak sebagai lindung nilai terhadap beberapa risiko moneter dan pasar yang kita lihat,”

Sekedar info, Ruffer memiliki USD 27,2 miliar atau sekitar Rp 384 triliun dalam aset yang dikelola per 30 November. Perusahaan yang beroperasi sejak tahun 1994 ini, memiliki sekitar 6.600 klien di seluruh dunia yang terdiri dari individu, keluarga, dana pensiun, dan amal.

Baca juga:

Perusahaan Manajer Investasi Lirik Bitcoin Sebagai Portofolio

Langkah yang diambil Ruffer menuai respon. JPMorgan Chase menilai bahwa fenomena Bitcoin sebagai komoditas berpotensi menggerus pangsa pasar emas. Dalam catatan untuk klien yang dirilis minggu lalu, strategi kuantitatif yang dipimpin oleh Nikolaos Panigirtzoglou mengatakan, adopsi Bitcoin dapat menyebabkan “hambatan struktural” untuk emas.

“Jika tesis jangka menengah hingga jangka panjang ini terbukti benar, harga emas akan mengalami hambatan struktural selama beberapa tahun mendatang,” 

Pelopor kripto dan CEO ShapeShift, Erik Voorhees percaya bahwa perusahaan dan industri yang solid akan melindungi aset seperti Bitcoin dari intervensi pemerintah. Dengan institusi besar yang terlibat, pasar Bitcoin membentuk perlindungan secara natural terhadap aturan yang mencoba menentang.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Subsidi Minyak Goreng Curah Dicabut, Pengusaha Kelapa Sawit Merespon Begini

JAKARTA, duniafintech.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) angkat bicara terkait diberlakukannya kebijakan domestic market obligation (DMO) dan pencabutan subsidi minyak goreng curah...

Harga Kripto 27 Mei 2022 Masih Loyo, Bitcoin Cs Bertengger di Zona Merah

JAKARTA, duniafintech.com - Harga Kripto masih lesu. Bitcoin dan kripto jajaran teratas terpantau kembali mengalami pergerakan harga yang kompak pada Jumat (27/5/2022) pagi. Mayoritas...

Ganti Kulit! Kripto Terra LUNA Jenis Baru Meluncur Jumat Ini, Dipastikan Tanpa UST

JAKARTA, duniafintech.com - Proposal untuk meluncurkan blockchain baru kripto Terra LUNA Terra 2.0 tanpa stablecoin algoritmis telah lolos. 65,5 persen peserta memilih mendukung proposal...

Peringatan Keras dari Jokowi, APBN dan APBD Tak Boleh Beli Barang Impor! 

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mewanti-wanti kementerian/lembaga hingga kepala daerah tidak membelanjakan APBN sebesar Rp 2.714,2 triliun dan APBD sebesar Rp...

Mantap, Perusahaan Properti Mulai Terima Bitcoin Sebagai Alat Bayar Jual Beli Apartemen

JAKARTA, duniafintech.com - Salah satu pengembang properti di Brazil, Livecoin secara resmi mengumumkan mereka menerima pembayaran dalam bentuk Bitcoin untuk pembelian apartemen mereka. Tidak hanya...
LANGUAGE