27.8 C
Jakarta
Rabu, 6 Juli, 2022

Perusahaan Sawit yang Tak Dukung Pengendalian Harga Minyak Goreng Siap-siap Diaudit

JAKARTA, duniafintech.com – Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan perusahaan sawit yang akan diaudit hanya perusahaan yang tidak mendukung kebijakan pemerintah terkait pengendalian harga minyak goreng.

Pemerintah, kata Luhut, telah memetakan perusahaan yang diduga tidak mendukung kebijakan tersebut. Meski demikian, ia tidak merinci jumlah dan nama perusahaan yang dimaksud.

“Jadi, kami sudah men-pinpoint beberapa perusahaan yang kelihatan main-main dan saya sudah minta dan tanda tangan suratnya, dan sudah saya berikan kepada BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), dan BPKP sudah terima,” kata Luhut seperti dikutip Antara, Minggu (12/6/2022). 

Baca jugaIndonesia Masuk Jebakan Utang dari China?, Ini Jawaban Luhut..

Ia menyampaikan BPKP kemungkinan akan mulai mengaudit perusahaan-perusahaan sawit itu dalam waktu dekat.

“Ada perusahaan yang barangnya di sini, kantornya di luar negeri. Dia (pemiliknya) tinggal di luar negeri. Saya pikir tidak adil juga, kita harus hidup dengan keadilan juga,” kata Luhut.

Ia juga menyebut pemerintah memberi perhatian khusus kepada masalah harga minyak goreng. Luhut ingin harga minyak goreng bisa terjangkau.

Presiden Jokowi, sambung Luhut, juga berulang kali meminta para pembantunya di kementerian agar memperhatikan masalah harga minyak goreng.

Baca jugaIKN Tarik Minat Investor, Luhut: UEA & Arab Saudi Investasi Rp293 Triliun

“Jangan rakyat ini jadi korban, itu akan menimbulkan ketidakstabilan. (Pesan) itu sangat penting, dan itu saya sampaikan ke teman-teman pengusaha tadi, bahwa kami tidak merugikan pengusaha, tetapi pengusaha juga jangan mau cari untung sendiri,” kata dia.

Luhut menjelaskan pemerintah terus berupaya memastikan harga minyak goreng stabil di angka Rp 14 ribu per liter, sementara untuk harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani ada di atas Rp2.500 hingga Rp3.200 per kg.

Demi mencapai tujuan itu, Luhut mengingatkan bahwa perlu kerja sama dari berbagai pihak. Termasuk perusahaan sawit.

“Marilah kita menghilangkan segala prasangka buruk yang ada dan mengubahnya menjadi kerja sama yang baik, bukan hanya bagi para petani, produsen, dan pemerintah saja, melainkan juga peran serta masyarakat dalam persoalan ini bisa sama-sama kita selesaikan,” tandasnya.

Baca jugaBursa Kripto Tak Kunjung Diluncurkan, Bappebti Ungkap Alasan Ini

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Mengaktifkan Flexi Cash Jenius, Ini Panduannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara mengaktifkan Flexi Cash Jenius, sulit enggak ya? Tentu saja tidak sebab di sini kamu akan menemukan panduannya. Sebagai informasi, Flexi Cash...

Biaya Klaim Asuransi Mobil, Begini Ketentuannya

JAKARTA, duniafintech.com – Adakalanya biaya klaim asuransi mobil akan membuat para pemilik asuransi terkejut saat mengetahui besarannya. Sejatinya, biaya ini ada di polis asuransi, tetapi...

Cara Main Crypto Dengan Mudah dan Aman, Pastinya Cuan

JAKARTA, duniafintech.com - Cara main crypto dapat dimulai dengan membuka rekening di Pedagang Komoditi Aset Kripto. Setelah akun dibuat, pelanggan dapat melakukan transaksi crypto...

Pinjaman Online Resmi OJK 2022, Cek di Sini

JAKARTA, duniafintech.com - Pinjaman Online resmi OJK 2022 tentunya lebih terjamin dan terpercaya. Izin dari otoritas jasa keuangan (OJK) sebagai lembaga yang menaunginya menjadi...

Biaya Kartu Kredit BCA di Semua Jenis Kartu

JAKARTA, duniafintech.com – Biaya kartu Kartu Kredit BCA tentunya sangat penting untuk diketahui, utamanya oleh para pengguna kartu kredit BCA. Hal itu karena ada sejumlah...
LANGUAGE