25.8 C
Jakarta
Kamis, 6 Oktober, 2022

Pinjol Masih Tumbuh Subur Meski BI Rate Alami Kenaikan?

JAKARTA, duniafintech.comAsosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengaku optimis pertumbuhan pinjaman online (pinjol) masih tumbuh subur, dapat menembus diatas 50 persen, meski Bank Indonesia (BI) sudah memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 4,25 persen.

Direktur Eksekutif AFPI Kuseryansyah menjelaskan saat tahun 2020 lalu pertumbuhan kredit nasional juga masih subur alias mengalami peningkatan, namun pinjol mencatatkan tumbuh 25 persen. Lalu di tahun 2021, pertumbuhan kredit nasional mencapai 7 persen namun pinjaman online mengalami pertumbuhan 112 persen.

“Kami yakin hingga akhir tahun, meski pertumbuhan kredit nasional estimasinya sekitar 10 persen. Kami masih bisa mengalami pertumbuhan lebih dari 50 persen,” kata Kuseryansyah.

Baca juga: Pinjol Syariah Diyakini Tumbuh Dua Kali Lipat pada Tahun Ini

PInjol Masih Tumbuh Subur

Pinjol Masih Tumbuh Subur Tak Terdampak Kenaikan BI Rate?

Hal itu dibuktikan dengan berdasarkan riset Bank Dunia secara total untuk penyaluran kredit, Indonesia memiliki potensi secara total kebutuhan pembiayaan UMKM sebesar Rp2.650 triliun. Secara rinci, industri jasa keuangan tradisional atau perbankan hanya menopang Rp1000 triliun per tahun.

“Ada gap Rp1650 triliun per tahun yang tidak bisa ditopang oleh perbankan,” kata Kuseryansyah.

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: OJK Sebut Bunga Pinjol Murah, Gini Hitungannya

Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikkan BI Day Reverse Repo Rate sebesar 50 basis point (bps) menjadi 4,25 persen.

Selain itu, suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 3,50 persen dan suku buku Lending Facility sebesar 50 basis point menjadi 5 persen.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan keputusan kenaikan suku bunga tersebut sebagai langkah front loaded, pre-emptive dan forwarad looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan memastikan inflasi inti kembali ke sasaran 3,0±1% pada paruh kedua 2023, serta memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya akibat tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global.

“Ditengah peningkatan permintaan ekonomi domestik yang tetap kuat. Bank Indonesia juga terus memperkuat respon bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi,” kata Perry.

Baca juga: Berita Fintech Indonesia, Kadin: Pinjol Ilegal Harus Dibereskan! 

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Asuransi Online Terbaik – Tips Jaga Diri Kala Pancaroba Datang

JAKARTA, duniafintech.com - Asuransi online terbaik menjadi salah satu solusi memproteksi diri kala musim pancaroba datang kerap membawa penyakit. Perubahan cuaca dan suhu udara di...

Masyarakat Digital Perempuan, Pemuda dan UMKM jadi Fokus Pemerintah

JAKARTA, duniafintech.com - Masyarakat Digital Perempuan, Pemuda dan UMKM, jadi fokus pemerintah untuk memacu peningkatan produktivitasnya. Bank Indonesia menyampaikan dalam acara perhelatan internasional Presidensi G20,...

Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA dan BRI, Cek di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini, Rabu (5/10/2022), menurut kurs yang tersedia, menguat pada level Rp 15.248 di perdagangan pasar spot. Adapun rupiah...

Pertumbuhan Investor Pasar Modal Asal Sumatera Utara Meningkat 30,41 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Pertumbuhan investor pasar modal Provinsi Sumatera Utara, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai  memiliki potensi. Terbukti, investor pasar modal Provinsi Sumatera Utara...

Berita Bitcoin Hari Ini: Wuih, Bitcoin Kembali ke US$20.000!

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini datang dengan kabar menggembirakan. Pasalnya, Bitcoin kembali menyentuh level US$20.000. Sebagai informasi, harga mayoritas kripto utama kembali pada...
LANGUAGE