26.4 C
Jakarta
Selasa, 27 September, 2022

Kenaikan Harga BBM Bikin Angka Inflasi Melambung

JAKARTA, duniafintech.com – Pasca adanya kenaikan harga BBM, Bank Indonesia (BI) menyatakan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatat sebesar 4,69 persen (yoy) seiring dengan meningkatnya inflasi kelompok harga diatur Pemerintah (administered prices) yang sebesar 6,84 persen (yoy) dan inflasi inti yang menjadi 3,04 persen (yoy).

Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo tekanan inflasi IGJ diprakirakan mengalami peningkatan dikarenakan adanya penyesuaian harga BBM subsidi di tengah masih tingginya harga energi dan pangan global.

Dia menambahkan hal itu juga berdampak terhadap inflasi kelompok pangan bergejolak menurun menjadi 8,93 persen (yoy) sejalan dengan peningkatan pasokan dari daerah sentra produksi.

“Inflasi inti dan ekspektasi inflasi diperkirakan meningkat akibat dampak lanjutan dari penyesuaian harga BBM dan menguatnya tekanan inflasi dari sisi permintaan,” kata Perry.

Baca juga: Ramai Isu Kenaikan Harga BBM Subsidi, ini Beda Pertalite & Pertamax

Kenaikan Harga BBM

Kenaikan Harga BBM Diperlukan Sinergi Kebijakan untuk Menjaga Stabilitas Ekonomi

Dia mengatakan berbagai perkembangan tersebut diprakirakan mendorong inflasi tahun 2022 melebih batas atas sasaran 3,0±1%. Oleh karena itu diperlukan sinergi kebijakan yang lebih kuat antara Pemerintah Pusat dan Daerah dengan Bank Indonesia.

“Sinergi baik dari sisi pasokan maupun sisi permintaan untuk memastikan inflasi kembali ke sasarannya pada paruh kedua 2023,” kata Perry.

Dia menambahkan Koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan mitra strategis dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) terus diperkuat melalui efektivitas pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah.

Baca juga: Tarif Damri Menyusul Naik Setelah Kenaikan Harga BBM

Sinergi kebijakan antara Bank Indonesia dengan kebijakan fiskal Pemerintah dan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus diperkuat dalam rangka menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta mendorong kredit/pembiayaan kepada dunia usaha pada sektor-sektor prioritas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, ekspor, serta inklusi ekonomi dan keuangan.

“Bank Indonesia terus memperkuat kerja sama internasional dengan bank sentral dan otoritas negara mitra lainnya, fasilitasi penyelenggaraan promosi investasi dan perdagangan di sektor prioritas bekerja sama dengan instansi terkait,” kata Perry.

Baca juga: Gojek Pastikan Kenaikan Harga BBM Bisa Tingkatkan Pendapatan Ojol

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pinjol Cepat Cair 2022 Legal, Simak Daftarnya di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair merupakan layanan finansial yang sangat dibutuhkan oleh mereka mereka yang sedang terdesak dana cepat. Adapun pinjaman online langsung cair...

Payment Gateway: Definisi, Cara Kerja, hingga Manfaatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Payment gateway pada dasarnya merupakan solusi bagi pembayaran pada bisnis online yang kian marak belakangan ini. Hal ini penting sebagai upaya memberikan...

Dampak Fintech di Indonesia hingga Sederet Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Dampak fintech di Indonesia tentunya sangat besar. Adapun fintech muncul seiring perubahan gaya hidup masyarakat. Seperti diketahui, saat ini penggunaaan teknologi informasi...

Pinjol Bunga Rendah 2022 Cepat Cair, Nih 6 Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol bunga rendah 2022 cepat cair tentunya sangat penting untuk diketahui oleh kamu yang tengah kepepet dana talangan. Meski saat ini ada...

Bisnis Fintech di Indonesia: Ini 11 Startup Fintech Terbaik

JAKARTA, duniafintech.com – Bisnis fintech atau financial technology di Indonesia tampak bertumbuh pesat dalam beberapa tahun belakangan. Hal ini terjadi sebagai dampak dari perkembangan globalisasi,...
LANGUAGE