26 C
Jakarta
Kamis, 8 Desember, 2022

Potensi Resesi di Negara Maju Tahun 2023

JAKARTA, duniafintech.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan negara maju seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa sebagai negara penggerak perekonomian dunia, diprediksi akan memiliki potensi resesi di tahun 2023.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan potensi terjadinya resesi negara maju di tahun 2023 adalah karena suku bunga tinggi akan mempengaruhi kinerja ekonomi global hingga mampu terkoreksi ke bawah. Sehingga akan mampu menciptakan kondisi stagflasi, situasi pertumbuhan ekonomi yang melambat disertai dengan kenaikan harga (inflasi).

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi berpotensi mempengaruhi kinerja ekonomi global tahun 2023 dengan potensi koreksi kebawah. Sehingga dengan inflasi yang meningkat dan pertumbuhan ekonomi melambat dapat menciptakan situasi stagflasi.

“Naiknya suku bunga di berbagai negara, seperti negara maju tentunya akan meningkatkan cost of fund dan memperketat likuiditas yang harus diwaspadai dengan sangat hati-hati,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Baca juga: Sri Mulyani Klaim Turunkan Rasio Utang 37,91 Persen

potensi resesi negara maju

Potensi Resesi Negara Maju Akibat Angka Inflasi

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan saat ini tingkat inflasi di negara maju sudah mencapai double digit, padahal sebelumnya tingkat inflasi hanya single digit. Seperti Turki yang sudah mencapai 80,2 persen dan Argentina sudah mencapai 78,5 persen.

Baca juga: Jika Anggaran Subsidi BBM Nambah, Sri Mulyani: dari Mana Duitnya?

Akibat angka inflasi mengalami peningkatan memicu kebijakan moneter dengan menaikan suku bunga. Terbukti, Bank Sentral Amerika Serikat sudah menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin, artinya kenaikannya sudah mencapai 300 basis poin sejak kenaikan pertama di bulan Maret 2022.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku situasi global tersebut bukanlah untuk menakuti-nakuti tetapi sebagai sinyal untuk melakukan beberapa antisipasi bersama dengan dikelola secara hati-hati.

“Tidak untuk membuat kita khawatir tapi untuk memberikan sense gejolak ejonomi dapat dihadapi bersama dan harus diantisipasi,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Baca juga: Sri Mulyani Ungkap Potensi Ekonomi Digital Indonesia Tertinggi se-Asia Tenggara

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

RUU PPSK Tidak Semua Koperasi Diawasi Oleh OJK

JAKARTA, duniafintech.com - Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK) menimbulkan pro dan kontra. Hal itu karena didalamnya membahas tentang keberadaan kerja koperasi...

Presiden Jokowi Instruksikan Kemendag Bangun Ekonomi Digital di Sektor Perdagangan

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo memberikan arahan kepada Kementerian Perdagangan agar dapat memanfaatkan potensi ekonomi digital. Hal itu dilakukan melalui akselerasi transformasi digital pada...

Pinjol Cepat Cair Legal Berizin OJK, Intip Nih Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah pinjaman melalui aplikasi di smartphone yang proses pencairan dananya sangat cepat. Pinjol atau pinjaman online berizin Otoritas Jasa...

Ini Langkah Strategi Pemerintah Jaga Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Didukung dengan kemampuan penanganan pandemi yang baik, percepatan vaksinasi, peran APBN sebagai shock absorber, tingginya harga komoditas unggulan, hingga kesuksesan Presidensi...

Dollar ke Rupiah Hari Ini, Cek Kurs BCA, Mandiri, dan BRI

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini, sesuai kurs, melemah pada level Rp 15.618 di perdagangan pasar spot Selasa (6/12). Diketahui, rupiah melemah 0,99%...
LANGUAGE