25.8 C
Jakarta
Kamis, 6 Oktober, 2022

Transaksi Judi Online Rp155 Triliun, PPATK Blokir 312 Rekening

JAKARTA, duniafintech.com – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melaporkan terdapat arus transaksi judi online mencapai sebesar Rp155,46 triliun. Jumlah arus transaksi tersebut berasal dari 121 juta transaksi.

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana menjelaskan dari 121 juta transaksi tersebut, terdapat 312 rekening yang sudah dibekukan dengan nilai transaksi Rp836 miliar. Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana mengungkapkan rekening yang diblokir tersebut berasal dari ibu rumah tangga (IRT), pelajar, Pegawai Negeri Sipil (PNS), hingga pegawai swasta.

“Kita menemukan pihak-pihak yang bervariasi, akan segera ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. Itulah melahirkan pembekuan, pemberhentian transaksi dan segala macam,” kata Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana.

Baca juga: Terbaru! Indra Kenz Didakwa Judi Online di Kasus Binomo

Bahkan PPATK juga berhasil mendeteksi adanya oknum kepolisian yang menerima aliran dari judi online. Namun sayangnya, Ivan tidak menjelaskan terkait laporan tersebut sudah diserahkan ke Kepolisian untuk ditindaklanjuti.

“Sudah 139 hasil analisis yang sudah kami sampaikan ke aparat penegak hukum,” kata Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana.

Baca juga: PayPal Diblokir, Deddy Corbuzier Sindir Kominfo soal Judi Online

Ivan menjelaskan aliran dana tersebut juga mengalir ke berbagai negara di kawasan Asia Tenggara seperti Thailand, Kamboja, Filipina. Selain di wilayah Asia Tenggara, Ivan menambahkan aliran dana judi online tersebut juga mengalir ke negara-negara tax heaven.

Menurut Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana, dengan aliran dana ke negara-negara tax haven tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya untuk menelusuri aliran dana tersebut dan membawa kembali ke Indonesia. Bahkan pelaku juga mahir dalam menghilangkan jejak melalui kemajuan teknologi.

“Mereka melakukan pergantian situs judi online baru. Bahkan menyatukan hasil judi dengan bisnis sah,” kata Ivan.

Baca juga: Doni Salmanan Diminta Penuhi Panggilan Penyidik Terkait Judi Online Quotex

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Asuransi Online Terbaik – Tips Jaga Diri Kala Pancaroba Datang

JAKARTA, duniafintech.com - Asuransi online terbaik menjadi salah satu solusi memproteksi diri kala musim pancaroba datang kerap membawa penyakit. Perubahan cuaca dan suhu udara di...

Masyarakat Digital Perempuan, Pemuda dan UMKM jadi Fokus Pemerintah

JAKARTA, duniafintech.com - Masyarakat Digital Perempuan, Pemuda dan UMKM, jadi fokus pemerintah untuk memacu peningkatan produktivitasnya. Bank Indonesia menyampaikan dalam acara perhelatan internasional Presidensi G20,...

Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA dan BRI, Cek di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini, Rabu (5/10/2022), menurut kurs yang tersedia, menguat pada level Rp 15.248 di perdagangan pasar spot. Adapun rupiah...

Pertumbuhan Investor Pasar Modal Asal Sumatera Utara Meningkat 30,41 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Pertumbuhan investor pasar modal Provinsi Sumatera Utara, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai  memiliki potensi. Terbukti, investor pasar modal Provinsi Sumatera Utara...

Berita Bitcoin Hari Ini: Wuih, Bitcoin Kembali ke US$20.000!

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini datang dengan kabar menggembirakan. Pasalnya, Bitcoin kembali menyentuh level US$20.000. Sebagai informasi, harga mayoritas kripto utama kembali pada...
LANGUAGE