33.6 C
Jakarta
Senin, 26 September, 2022

JPMorgan Prediksi Harga Bitcoin Melampaui $146.000

DuniaFintech.com – Raksasa perbankan yang bergerak di bidang investasi, JPMorgan menyebutkan target jangka panjang mereka terkait Bitcoin. Menurut mereka, prediksi harga Bitcoin bisa terus naik melebihi $146.000 dan nilai ini akan bertahan dalam jangka panjang.

Prediksi ini dibuat berdasarkan asumsi bahwa kripto aset terus meningkat popularitasnya. Aset dari teknologi anyar ini bahkan dianggap sebagai pesaing emas yang sama-sama berfungsi sebagai penahan nilai dari inflasi.

“Posisi emas sebagai mata uang alternatif menyiratkan potensi kenaikan besar untuk Bitcoin dalam jangka panjang,” tulis ahli strategi yang dipimpin oleh Nikolaos Panigirtzoglou dalam sebuah catatan pada hari Senin. 

“Nilai apitalisasi pasar Bitcoin saat ini sekitar $ 575 miliar harus naik 4,6 kali lipat ntuk menyamai total investasi sektor swasta dalam emas melalui dana yang diperdagangkan di bursa atau batangan dan koin. Nilai itu diprediksi $146.000,” sambungnya.

Namun, analis berpendapat bahwa volatilitas harga Bitcoin perlu turun agar institusi dapat membuat alokasi besar. Konvergensi volatilitas Bitcoin dan emas adalah proses yang akan memakan waktu tahunan. Namun ini bukan tidak mungkin dijadikan sebagai tujuan harga Bitcoin dalam jangka panjang.

Baca Juga:

Prediksi Harga Bitcoin: Rally Mungkin Tidak Akan Berlanjut dalam Waktu Dekat

Rally Bitcoin pertama yang terjadi pada tahun 2020 adalah sebanyak 300% dengan harga mencapai $29.000. Hanya beberapa hari setelah tahun baru, Bitcoin kembali memecahkan rekornya sendiri dengan harga baru sebesar $34.420, memperbesar keuntungan bagi para investornya.

Kripto aset ciptaan Satoshi Nakamoto ini juga tercatat mengalami kenaikan harga sebanyak 160% hanya dalam 3 bulan terakhir. Salah satu penyebabnya adalah semakin banyak lembaga dan instansi yang menunjukkan ketertarikan kepada Bitcoin.

Meskipun para anggota komunitas kripto berharap rally terus berlanjut, JPMorgan justru melihat tanda semakin banyaknya spekulan yang muncul. Karena itu, kenaikan menuju $50.000-$100.000 mungkin tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Namun dalam jangka panjang, tidak ada hal yang mustahil.

(DuniaFintech/Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Payment Gateway: Definisi, Cara Kerja, hingga Manfaatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Payment gateway pada dasarnya merupakan solusi bagi pembayaran pada bisnis online yang kian marak belakangan ini. Hal ini penting sebagai upaya memberikan...

Dampak Fintech di Indonesia hingga Sederet Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Dampak fintech di Indonesia tentunya sangat besar. Adapun fintech muncul seiring perubahan gaya hidup masyarakat. Seperti diketahui, saat ini penggunaaan teknologi informasi...

Pinjol Bunga Rendah 2022 Cepat Cair, Nih 6 Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol bunga rendah 2022 cepat cair tentunya sangat penting untuk diketahui oleh kamu yang tengah kepepet dana talangan. Meski saat ini ada...

Bisnis Fintech di Indonesia: Ini 11 Startup Fintech Terbaik

JAKARTA, duniafintech.com – Bisnis fintech atau financial technology di Indonesia tampak bertumbuh pesat dalam beberapa tahun belakangan. Hal ini terjadi sebagai dampak dari perkembangan globalisasi,...

Keuangan Digital, Inilah Jenis-jenisnya di Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com – Keuangan digital dan sederet layanannya terus bermunculan dalam beberapa waktu terakhir di Indonesia. Seperti diketahui bersama, industri keuangan memang masih menjadi salah...
LANGUAGE