30.5 C
Jakarta
Sabtu, 24 Oktober, 2020

Presiden Deputi Brazil Membentuk Komite untuk Aturan Crypto

duniafintech.com – Presiden Deputi Brazil memerintahkan pembentukan komite dalam rangka mempertimbangkan regulasi mata uang digital di negara itu. Berdasarkan laporan cointelegraph Brazil.

Deputi Brazzil adalah badan legislatif federal dan majelis Kongres Nasional Brazil. Dimana terdiri dari perwakilan negara-negara yang dipilih setiap empat tahun. Deputi tersebut membahas dan menyetujui proposal untuk bidang ekonomi dan sosial seperti pendidikan, kesehatan, transportasi, dan perumahan.

Baca

Pada 30 Mei, Presiden Deputi Brazil, Rodrigo Maia meminta pembentukan komite khusus guna memberikan pendapat tentang RUU 2303/2015, yang bertujuan untuk mengatur bitcoin (BTC) dan mata uang digital lainnya di Brazil.

Komisi akan terdiri dari 34 anggota sesuai dengan Aturan Tata Tertib DPR. Pemberitahuan itu juga menyatakan bahwa Deputi Federal Aureo Ribeiro mempresentasikan dua proyek sehubungan dengan regulasi cryptocurrency.

Awal pekan ini, presiden Asosiasi Crypto dan Blockchain (ABCB) Brasil, Fernando Furlan, mengadakan pertemuan dengan perwakilan industri dan otoritas Kejaksaan Agung, Bank Sentral Brazil, Layanan Pendapatan Internal, dan Dewan Pengendalian Aktivitas Keuangan.

Baca

Baca

Jepang Setuju RUU Baru Peraturan Cryptocurrency

Beralih ke Jepang terkait aturan crypto, baru-baru ini dikabarkan pula bahwa Dewan Perwakilan Rakyat Jepang telah secara resmi menyetujui RUU baru untuk mengubah undang-undang nasional yang mengatur peraturan crypto,

RUU itu – yang telah disiapkan oleh Badan Financial Services Agency (FSA) Jepang, dan diterima oleh Dewan pada pertengahan Maret tahun ini, dimana telah disahkan oleh mayoritas di sesi paripurna Dewan, menurut pembaruan pada 31 Mei di situs web FSA. Amandemen yang diusulkan untuk instrumen keuangan Jepang dan undang-undang layanan pembayaran seakan lebih memperketat peraturan cryptocurrency dalam upaya untuk mempromosikan perlindungan pengguna, lebih kuat mengatur perdagangan derivatif crypto, mengurangi risiko industri seperti peretasan nilai tukar, dan secara luas membentuk kerangka kerja peraturan yang lebih transparan sebagai kelas aset.

picture: pixabay.com

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

UMKM Bisa Ajukan Pinjaman dengan Bunga Rendah di Fintech Ini, Di Cek Yuk!

Duniafintech.com - Pinjaman dengan bunga rendah untuk Modal Usaha ditawarkan Fintech P2P Lending untuk pengusaha kecil yang menghadapi kesulitan modal dan tidak...

Mau Beli Mobil Tanpa Keuangan Terganggu? Ikuti Cara Ini

DuniaFintech.com - Beberapa orang mungkin berpikir, bahwa membeli mobil dapat membantu mengurangi biaya transportasi. Namun ternyata belum tentu loh, bisa saja justru...

Pilihan Pekerjaan Online Tanpa Menggunakan Modal dengan Penghasilan Fantastis

Duniafintech.com - Ketika penghasilan tetap masih tidak bisa mencukup kebutuhan utama, tentu kerja sampingan adalah solusinya. Tetapi, Anda pasti lebih memilih pekerjaan...

Harga Emas Digital per Jumat 23 Oktober 2020 Masih Murah!

DuniaFintech.com - Harga emas di layanan digital per Jumat 23 Oktober terpantau masih berada di angka yang rendah. Jika melihat dari layanan...

Pembiayaan 30 Miliar untuk Pembudidaya Ikan di Indonesia, Kolaborasi P2P Lending dan Agritech

DuniaFintech.com – Pionir marketplace lending, Investree, menandatangani perjanjian kerja  sama dengan perusahaan rintisan agriculture technology (agritech), eFishery, untuk mendistribusikan pembiayaan 30 miliar...
LANGUAGE