26.1 C
Jakarta
Senin, 26 Juli, 2021

PwC: Blockchain Bisa Sumbangkan $1,7 Triliun PDB Global pada Tahun 2030

DuniaFintech.com – Perkembangan Blockchain selama beberapa tahun ke belakang memang terbilang masif. Semakin banyaknya perusahaan yang memanfaatkan teknologi ini membuat Blockchain semakin populer. Sebuah studi baru dari PwC bahkan menemukan bahwa teknologi Blockchain bisa sumbangkan PDB Global sebanyak 1,7 triliun dolar dalam 10 tahun ke depan. Jumlah ini setara 1,4% dari PDB Global 2030 mendatang.

Laporan menyatakan bahwa Blockchain bisa sumbangkan PDB Global disebabkan oleh kebutuhan akan sistem yang lebih efisien yang dapat mengintegrasikan kepercayaan dalam proses yang bergantung pada perantara. Dalam survei lain, PwC menemukan bahwa lebih dari 50% CEO percaya kepercayaan yang goyah dalam proses bisnis memengaruhi organisasi mereka.

Menurut PwC, Blockchain akan membantu perusahaan memverifikasi kontrak, dokumen identitas, sertifikat, catatan, dan perjanjian.

Baca Juga:

Potensi Blockchain yang Terus Meningkat

Ekonom PwC menilai potensi Blockchain bisa sumbangkan PDB Global di berbagai industri mulai dari perawatan kesehatan, pemerintah dan layanan publik, manufaktur, keuangan, ritel, dan logistik terus melesat. Mereka berharap mayoritas bisnis di industri ini akan menggunakan teknologi Blockchain dalam satu atau lain bentuk pada tahun 2025.

Mereka menemukan bahwa provenance, pembayaran dan instrumen keuangan, identitas, kontrak dan penyelesaian sengketa dan keterlibatan pelanggan akan menjadi lima kasus penggunaan teratas dari Blockchain dalam 10 tahun ke depan.

Penggunaan Blockchain dalam bentuk mendasar saja diharapkan menambah $ 962 miliar ke PDB global. Pembayaran dan instrumen keuangan berpotensi menambah $ 433 miliar sementara tiga lainnya diharapkan memiliki dampak masing-masing $ 224 miliar, $ 73 miliar dan $ 54 miliar, selama satu dekade.

Pada akhir 2021, Blockchain akan menambah $ 66 miliar nilai ekonomi global. Laporan tersebut memperkirakan bahwa dampak Blockchain akan meningkat 6,5 kali lipat pada tahun 2025, menjadikan nilainya mencapai $ 422 miliar.

Pada tahun 2030, Cina dan Amerika Serikat diharapkan dapat menambahkan $ 440 miliar dan $ 407 miliar ke PDB mereka melalui perluasan penggunaan Blockchain. Sementara Jerman, India, Jepang, dan Inggris akan menjadi pusat inovasi Blockchain teratas lainnya.

(DuniaFintech/DitaSafitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Qoala Insurtech Ungkap Strategi Digital Marketing Tahun 2021

DuniaFintech.com - Pandemi Covid-19 memberikan banyak perubahan di berbagai aspek bisnis, termasuk gaya pemasaran di setiap industri. Namun, pandemi justru memberi peluang bagi perusahaan...

Fintech Santara, Investasi di Bisnis UMKM dengan Sistem Equity Crowdfunding

DuniaFintech.com - Fintech Santara merupakan platform equity crowdfunding yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan. Equity crowdfunding itu sendiri adalah istilah untuk layanan urun...

Jenis-jenis Produk Pinjaman Bank Syariah Indonesia

Sebagaimana bank-bank lainnya, Bank Syariah Indonesia atau BSI juga memiliki produk pinjaman bagi nasabahnya. Apa saja jenis pinjaman bank syariah? Perlu diketahui, Bank Syariah...

PasarPolis, Perusahaan Asuransi dengan User Experience Terbaik

PasarPolis merupakan perusahaan asuransi yang telah hadir sejak tahun 2015 untuk merevolusi industri asuransi yang selama ini cenderung sulit. Dengan memanfaatkan teknologi terbaru, PasarPolis...

Bareksa, Marketplace Investasi Digital Pertama di Indonesia

Bareksa merupakan marketplace investasi reksadana digital terintegrasi pertama di Indonesia. Startup financial technology (fintech) ini milik PT Bareksa Portal Investasi yang berdiri pada 17...
LANGUAGE