31.9 C
Jakarta
Sabtu, 26 September, 2020

Rekening Valas Bantu Anda Kembangkan Keuangan

DuniaFintech.com – Diversifikasi investasi bisa dilakukan dengan mengalokasikan sejumlah dana ke instrumen berbeda dan mata uang berbeda, salah satunya menyimpan dana di rekening valas (valuta asing). Hal tersebut dilakukan untuk memanfaatkan peluang yang tersedia dengan keleluasaan untuk tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian. 

Oleh sebab itu, menabung valas atau menyimpan dana dalam mata uang berdenominasi asing ke dalam sebuah rekening menjadi opsi yang menarik. Kendati demikian, perlu diingat bahwa pembelian valas lantas tidak dapat dilakukan dengan gegabah. Risiko dapat diminimalisir dengan menabung valas melalui bank atau lembaga keuangan resmi yang aman dan terpercaya. Memahami kebutuhan ini, digibank by DBS baru-baru ini meluncurkan fitur terbarunya bernama ‘Rekening Valas’, yang memungkinkan nasabah untuk mengelola tabungan valas dengan 10 mata uang berbeda melalui aplikasi dalam genggaman. Memiliki nilai tukar yang kompetitif, Rekening Valas tersedia dalam berbagai mata uang termasuk USD, SGD, AUD, NZD, EUR, GBP, JPY, HKD, CAD, dan CHF. Selain dapat diakses kapan saja dan di mana saja selama 24 jam, nasabah juga tidak perlu membayar biaya administrasi rekening, bahkan biaya konversi. 

Baca juga :

Saat ini, fitur Rekening Valas dapat diakses oleh masyarakat Indonesia yang telah memiliki rekening digibank by DBS. Pembukaan rekening pun sangat mudah dengan metode branchless, paperless, signatureless yang tentunya mengedepankan digitalisasi. Hanya melalui aplikasi digibank by DBS dan membuat janji temu via aplikasi untuk melakukan verifikasi data, kini masyarakat dapat membuka rekening digibank by DBS dan menikmati pelayanan perbankan digital yang lengkap, mulai dari transaksi perbankan sehari-hari hingga investasi. 

“Di masa pandemi seperti ini, sebaiknya berinvestasi tidak hanya mengukur return tetapi juga risiko. Sebagai investor, kita juga harus mengetahui risiko yang melekat pada sebuah instrumen investasi. Kita juga harus dapat mempertimbangkan faktor likuiditasnya. Salah satu yang memenuhi ketiga kriteria tersebut adalah tabungan valas di mana tingkat likuiditas yang tinggi dapat menjadikan dana tersebut sebagai salah satu bentuk penempatan dana darurat. Risikonya pun cukup rendah mengikuti perkembangan pasar uang. Akan tetapi, perlu diperhatikan menabung valas juga tidak boleh sembarang. Tentunya untuk menghindari kerugian. Tabungan valas melalui lembaga perbankan digital dinilai tepat karena keamanan yang terjamin dan mudah diakses selama 24 jam tanpa harus ke kantor cabang,” ujar CEO Big Alpha, Tirta Prayudha. 

Mengusung prinsip democratizing finance, digibank by DBS melalui kampanye bertajuk #SemuaPastiBisa meluncurkan dua fitur baru yaitu Rekening Valas dan Obligasi Pasar Sekunder. Peluncuran kedua fitur tersebut memungkinkan setiap orang bergerak maju dan meningkatkan kondisi keuangan mereka bersama digibank by DBS. Kini, nasabah semakin leluasa dalam berinvestasi dengan berbagai pilihan produk yang dapat diakses kapan pun dan di mana pun hanya dalam genggaman, sehingga nasabah mampu mengelola dan mengembakan dana darurat di era new normal. 

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Dua Startup Asuransi Digital Ini Peroleh Modal! Tren Insurtech Positif?

DuniaFintech.com - Qoala dan PasarPolis menjadi dua startup layanan asuransi berbasis digital yang mendapatkan suntikan dana di tahun 2020. Qoala mendapatkan pendanaan...

Sulit Menyisihkan Uang? Inilah Cara Menabung Paling Efektif yang Sesuai dengan Kemampuan

Duniafintech.com - Tak hanya berfungsi menghindari utang karena adanya kebutuhan darurat, menabung juga bermanfaat untuk menambah pundi-pundi keuangan di masa depan. Meskipun...

Dukung Kreator Indonesia, Sony Luncurkan Kamera Seri Alpha 7S III dengan Tampilan Klasik

Duniafintech.com - Sony luncurkan kamera seri Alpha 7S III yang menjadi penerus Alpha 7S II. Sony Alpha 7S III akan segera tersedia...

E-Commerce Jadikan Permintaan Asuransi Digital Melonjak

DuniaFintech.com - Penyelenggara niaga berbasis elektronik, e-commerce menghadirkan tren positif terhadap startup asuransi berbasis digital (insurtech). Adalah 2 startup insurtech, Qoala dan...

Pandemi Bikin Wacana Grab dan Gojek Merger Kembali Menyeruak

Duniafintech.com - Kabar Grab dan Gojek merger atau melakukan penggabungan kembali santer terdengar saat pandemi melanda. Dua perusahaan raksasa ride-hailing terbesar di...
LANGUAGE