26.1 C
Jakarta
Minggu, 25 Juli, 2021

Resmi, Investree Tancapkan Pasar Pendanaan UMKM Filipina

DuniaFintech.com – Salah satu penyelenggara layanan keuangan berbasis teknologi (fintech) untuk pinjaman produktif, Investree telah resmi menempatkan pasarnya di Filipina dan Thailand. Di bawah nama PT Investree Radhika Jaya, Investree mencoba peruntungannya di pasar Asia Tenggara.

Adrian Gunadi selaku Co-Founder & CEO Investree mengatakan, pihaknya telah merealisasikan wilayah Filipina sebagai tempat operasi terbarunya. Di Thailand sendiri, ia mengatakan telah mengajukan proses perolehan izin dari Security and Exchange Commission (SEC). 

“Periode 2021, Investree akan fokus di tiga negara. Investree Filipina bahkan menjadi platform crowdfunding pertama yang mendapatkan izin P2P lending dari SEC di sana. Sementara, target mulai beroperasi di Thailand juga pada tahun ini,”

Tertancapnya operasi Investree di Filipina tak lepas dari beberapa pihak yang mendukung, seeperti East West dan Filinvest di Filipina, sementara 2C2P, Pantavanij serta FlowAccount di Thailand. 

Baca juga:

Investree Targetkan Pasar di Filipina

Selain beroperasi di Filipina, Investree juga kembali menerapkan kebijakan inovatif di Tanah Air. Bertajuk beyond lending, Investree akan mengadaptasi kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk credit scoring, kolaborasi dengan layanan digital terkait hingga automasi invoice bernama Billtree.

Kok Chuan Lim, Co-Founder & CEO Investree Philippine menjelaskan, permasalahan pendanaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tidak jauh berbeda dengan yang dihadapi Indonesia. Demografi penduduk Filipina diklaim masih memiliki jarak dengan akses keuangan (unbank) yang ditaksir mencapai USD 221,79 miliar.

“Sama seperti di Indonesia, Investree Filipina pada awal berdiri akan menyasar usaha menengah dan kecil yang tergolong sebagai missing middle. Padahal, ada 68% lapangan kerja di Filipina yang bernaung dari kalangan ini, berkontribusi 35% GDP, dan berkontribusi 25% terhadap nilai ekspor,”

Lebih lanjut ia mengatakan, Filipina hanya memiliki 2 lembaga keuanga yang menyasar pendanaan UMKM. Dari 19 jasa keuangan dan kredit, terdapat 17 lembaga yang menyasar ke pinjaman konsumtif. Hal ini dinilainya sebagai sebuah tantangan di sektor keuangan Filipina.

Kita perlu membangun kepercayaan, bahwa kami reliable dan bisa jadi alternatif lembaga keuangan tradisional. Selain itu, tantangan kami ada di infrastruktur digital dari calon partner strategis. Tapi melihat market size yang besar, kami yakin bisa berkembang dengan cepat,”

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Qoala Insurtech Ungkap Strategi Digital Marketing Tahun 2021

DuniaFintech.com - Pandemi Covid-19 memberikan banyak perubahan di berbagai aspek bisnis, termasuk gaya pemasaran di setiap industri. Namun, pandemi justru memberi peluang bagi perusahaan...

Fintech Santara, Investasi di Bisnis UMKM dengan Sistem Equity Crowdfunding

DuniaFintech.com - Fintech Santara merupakan platform equity crowdfunding yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan. Equity crowdfunding itu sendiri adalah istilah untuk layanan urun...

Jenis-jenis Produk Pinjaman Bank Syariah Indonesia

Sebagaimana bank-bank lainnya, Bank Syariah Indonesia atau BSI juga memiliki produk pinjaman bagi nasabahnya. Apa saja jenis pinjaman bank syariah? Perlu diketahui, Bank Syariah...

PasarPolis, Perusahaan Asuransi dengan User Experience Terbaik

PasarPolis merupakan perusahaan asuransi yang telah hadir sejak tahun 2015 untuk merevolusi industri asuransi yang selama ini cenderung sulit. Dengan memanfaatkan teknologi terbaru, PasarPolis...

Bareksa, Marketplace Investasi Digital Pertama di Indonesia

Bareksa merupakan marketplace investasi reksadana digital terintegrasi pertama di Indonesia. Startup financial technology (fintech) ini milik PT Bareksa Portal Investasi yang berdiri pada 17...
LANGUAGE