30 C
Jakarta
Kamis, 26 Mei, 2022

GMO Payment Service Jadi Pemberi Pinjaman Institusi di Investree

DuniaFintech.com – Memperkuat strategi untuk menambah deretan pemberi pinjaman institusi dalam ekosistemnya dengan tujuan mengembangkan lebih banyak Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia, pionir fintech lending Investree menyambut penyedia layanan pembayaran terkemuka asal Jepang, GMO Payment Gateway, sebagai salah satu Lender Institusi. Ini menambah daftar nama pemberi pinjaman institusi asing yang ikut mendukung upaya Investree dalam menyediakan akses pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku UKM.

Telah menjalin kerja sama selama setahun, Investree dan GMO bersinergi untuk mendanai sub-segmen portofolio pinjaman UKM yang dalam hal ini adalah para Borrower Investree. Sejak 2019, komitmen Investree dan GMO dalah untuk membantu mengurangi kesenjangan kredit UKM dengan memanfaatkan teknologi dan data untuk mempertahankan pertumbuhan UKM. Dukungan pendanaan dari pihak mereka akan digunakan untuk membiayai lebih banyak UKM Indonesia melalui beragam portofolio pinjaman Investree antara lain Invoice Financing, Buyer Financing, Working Capital Term Loan, dan Online Seller Financing, semuanya dalam skema konvensional dan syariah.

Baca juga:

Mengawali operasionalnya pada 1995 sebagai perusahaan yang menyediakan layanan pemrosesan pembayaran kartu kredit untuk bisnis pemesanan melalui pos, GMO Payment Service merupakan nama besar di Jepang yang telah memperluas cakupan solusi pembayaran online-nya ke dalam bisnis e-commerce yang berkembang pesat.

GMO-PG kemudian konsisten menghadirkan layanan pembayaran dan keuangan kepada lebih dari 100.000 pedagang (total perusahaan gabungan GMO-PG pada September 2020) yang memungkinkan GMO-PG menjadi perusahaan terkemuka dalam industri keuangan saat ini. GMO-PG memperluas bisnisnya ke luar negeri dengan solusi pembayaran satu atap yang komprehensif dan layanan pinjaman perusahaan

Dukungan pendanaan dari GMO ini akan diaplikasikan secara optimal serta dapat digunakan untuk membiayai permodalan UKM baik yang berskema konvensional maupun syariah. Investree ada untuk mendukung pertumbuhan sektor UKM Indonesia yang kurang terlayani atau kesulitan mendapatkan akses permodalan dari layanan keuangan konvensional dengan menghubungkan pemberi pinjaman yang terbuka untuk meminjamkan uangnya kepada peminjam yang membutuhkan dukungan pembiayaan untuk mengembangkan usaha mereka. Investree pun kini berfokus pada pembiayaan rantai pasokan (supply chain financing) dan mulai mengubah konsepnya menjadi solusi digital bagi UKM.

Hingga bulan Oktober 2020, Investree telah memfasilitasi pinjaman sebesar Rp 7,3 triliun kepada 1.429 Borrower dan mencatat sekitar 120 ribu Lender di platform-nya. Selain menambah deretan kolaborasi strategis dengan rekanan dari berbagai sektor dan industri untuk menguatkan ekosistem keuangan digital yang sudah ada terutama dalam memberdayakan UKM di Indonesia, Investree juga memperkuat kehadiran regionalnya dengan berekspansi ke Thailand dan Filipina pada tahun ini.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pengembangan Perbankan Syariah Digesa, Wapres Beberkan Empat Tantangannya di Tanah Air

JAKARTA, duniafintech.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyebutkan terdapat empat tantangan dalam upaya pengembangan industri perbankan syariah di Indonesia. "Sebagai negara dengan penduduk Muslim...

Cara Jadi UMKM Binaan Pertamina, Berpeluang Dapat Pinjaman hingga Rp 250 Juta

JAKARTA, duniafintech.com - PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmen mendukung pengembangan usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM.  Pelaku usaha kecil yang masih kebingungan mendapatkan modal...

Bujuk Elon Musk, Luhut Sodorkan Kawasan Industri Hijau Kaltara Buat Investasi Tesla

JAKARTA, duniafintech.com - Tesla bakal segera masuk ke ekosistem kendaraan dan baterai listrik Indonesia. Negosiasi investasi dari perusahaan milik miliarder Elon Musk itu dipimpin...

Waspada! Perusahaan Jual Beli Kripto Ini Ilegal, Binance Juga Tak Berizin 

JAKARTA, duniafintech.com - Masyarakat mesti waspada, terbaru, ada perusahaan jual beli Kripto di Indonesia yang ilegal alias tak berizin.  Investasi uang kripto saat ini menjadi...

Kasusnya Diusut, Polisi Sebut Ada Karyawan Terraform yang Diduga Gelapkan Dana Perusahaan

JAKARTA, duniafintech.com - Unit Investigasi Kejahatan Dunia Maya Badan Kepolisian Metropolitan Seoul mengumumkan pada Senin, bahwa mereka telah meluncurkan penyelidikan atas kemungkinan penggelapan oleh...
LANGUAGE