26.8 C
Jakarta
Selasa, 16 Agustus, 2022

Rumah Subsidi untuk Milenial? Ini Alasannya!

JAKARTA, duniafintech.com – Rumah subsidi untuk milenial? Ternyata ada beberapa alasan rumah subsidi cocok untuk milenial. Seperti yang diketahui, rumah subsidi adalah solusi untuk masyarakat yang mempunyai pendapatan rendah, tapi ingin mempunyai rumah. Alhasil, program satu ini terbilang cocok untuk kaum milenial di masa sekarang.

Rumah subsidi biasanya dijual dengan harga murah dan khusus MBR. Adanya inisiatif tersebut menawarkan pembeli untuk mengajukan KPR dengan bunga flat. Alhasil, jumlah pembayaran pokok dan bunganya sama besaran di setiap bulannya. Wajar saja jika semakin banyak yang memilih rumah subsidi.

Baca juga: Beli Rumah KPR Subsidi? ini Tips agar Tak Salah Pilih

Rumah Subsidi untuk Milenial

Alasan Rumah Subsidi Cocok untuk Milenial

Tentunya rumah subsidi mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Meski begitu, rumah subsidi sangat cocok untuk pilihan kaum milenial, lho. Apa saja alasannya?

1. Mendapat Dukungan dari Pemerintah

Salah satu alasan kenapa rumah subsidi cocok untuk dihuni karena mendapat dukungan dari pemerintah. Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, ada program yang ditujukan kepada milenial agar bisa membeli rumah. Program ini menggunakan skema FLPP atau fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan.

Kaum milenial yang mempunyai rencana untuk membeli rumah akan mendapat subsidi dari pemerintah. Terdapat beberapa kemudahan yang bisa dirasakan oleh kaum milenial, yakni pemberian bunga rendah, tidak mempunyai batasan uang muka, dan bebas memilih tipe rumah. Selain itu, kamu juga bisa menentukan uang muka dengan besaran yang juga relatif rendah.

2. DP dan Cicilan yang Ringan

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin nomor satu, rumah subsidi mempunyai DP dan cicilan yang ringan. Tentunya hal ini menjadi kelebihan dan kekurangan rumah subsidi. Setiap wilayah tentunya akan menawarkan harga yang berbeda sesuai dengan lokasi dan kondisi perumahan. Namun, secara umumnya DP yang akan dibebankan adalah 10jutaan. Ada pula developer yang akan menawarkan uang muka 1%.

Sementara cicilan rumahnya pun tergolong ringan, apalagi jika suku bunga yang ditawarkan adalah suku bunga tetap. Secara umum, pembeli akan membayar cicilan 1jutaan untuk setiap bulannya. Jika suku bunga yang digunakan adalah bunga fixed, maka masa tenornya maksimal 20 tahun. Tentunya hal ini sangat cocok untuk kaum milenial, mengingat kebutuhan primer terus bertambah dan harga properti pun akan terus mengalami peningkatan.

3. Rumah Sudah Siap Dihuni

Alasan rumah subsidi cocok untuk kaum milenial karena rumah sudah siap dihuni. Jadi, calon pembeli hanya perlu menemukan developer terpercaya dan mencari rumah yang akan dihuni. Tentunya sebelum menentukan rumah mana, ada baiknya untuk melakukan beberapa survei. Hal ini sangat penting agar nantinya kamu tidak menyesal saat membeli rumah subsidi.

Beberapa hal yang bisa kamu lakukan saat survei adalah memperhatikan berapa harga yang ditawarkan, berapa cicilan yang harus dibayar, bagaimana kondisi rumah, apakah fasilitasnya memenuhi standar atau tidak, dan lain sebagainya. Setelah menentukan rumah yang akan dihuni, kamu tinggal membayar DP saja. Setelah itu, rumah siap untuk dihuni bersama keluarga. Kamu hanya perlu membayar cicilan sampai lunas.

4. Rumah yang Kecil dan Minimalis

Salah satu alasan kenapa banyak yang membeli rumah subsidi adalah rumahnya kecil dan minimalis. Tentunya sangat identik dengan era sekarang. Hal ini karena banyak kaum milenial yang lebih menyukai hunian yang minimalis dan kecil. Akan tetapi, cukup untuk digunakan dalam aktivitas dan tidak menganggu.

Keuntungan rumah minimalis adalah tidak membutuhkan banyak waktu untuk membersihkan rumah. Selain itu, rumah minimalis mempunyai kesan tersendiri jika ditata dengan baik. Namun, tentunya rumah jenis ini tidak akan cocok untuk kamu yang suka rumah besar atau membutuhkan lahan lebih untuk membuat sesuatu.

Kesimpulan

Bagi beberapa orang, rumah subsidi memang solusi untuk kaum milenial. Pasalnya, kebutuhan yang sudah berubah membuat perkembangannya pun ikut berubah. Namun, ada juga yang lebih memilih membangun rumah sendiri atau memilih rumah konvesnional. Tentunya setiap pilihan mempunyai kelebihan dan kerugian.

Nah, kalau kamu sendiri mau rumah yang mana? Jika pendapatanmu masih tergolong kecil, tapi ingin segera punya rumah, alasan rumah subsidi cocok untuk milenial jadi solusi tepat. Namun, jangan sampai salah pilih rumah juga, ya.

Baca juga: Perbandingan Paling Murah, Ini Rincian Suku Bunga Masing-masing Bank Penyedia KPR

Simak informasi lengkap seputar dunia Kripto dan Fintech hanya di Duniafintech.com

 

Penulis: Kontributor/Boy Riza Utama

Editor: Rahmat Fitranto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Makin Dilirik, Sandiaga Uno Ajak Jelajahi Keindahan Indonesia Lewat Metaverse

JAKARTA, duniafintech.com - Teknologi Metaverse kini semakin dilirik, Sandiaga Uno mengajak untuk menjelajahi keindahan Indonesia melalui Metaverse.  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Menparekraf ini...

OneAset, Aplikasi Investasi One Stop Solution Favorit Masa Kini

JAKARTA, duniafintech.com - Saat ini investasi sudah mulai dikenal luas oleh masyarakat, salah satunya karena munculnya berbagai aplikasi yang mendukung, yakni OneAset adalah suatu...

Asuransi Kesehatan Syariah untuk Keluarga, Inilah Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi kesehatan syariah untuk keluarga penting dimiliki sebagai upaya pertanggungan atas segala risiko yang akan terjadi. Tentu saja, setiap orang ingin memiliki...

10 Game NFT Terbaik, Seru dan Bisa Hasilkan Cuan Lho!

JAKARTA, duniafintech.com - Game NFT atau non-fungible token terbaik sepertinya penting untuk anda ketahui. Selain asyik dan seru, ternyata game non-fungible token terbaik juga...

Ada Sinyal dari Menteri ESDM, Harga Pertalite Bakal Naik?

JAKARTA, duniafintech.com - Harga BBM jenis pertalite diisukan bakal naik. Rencana kenaikan harga ini dilakukan di tengah keputusan Badan Anggaran (Banggar) DPR yang menolak...
LANGUAGE