32.8 C
Jakarta
Selasa, 9 Agustus, 2022

Serangan Siber Meningkat di Asian Games?

duniafintech.com – Serangan siber dikabarkan akan terus meningkat menjelang Asian Games 2018. Hal ini pun turut disampaikan oleh Ketua komite penyelenggaraan Asian Games 2018 (Inasgoc) Erick Thohir.

Baca juga : SAN FRANCISCO – BLOCKCHAIN AKUISISI STARTUP

Erick mengungkapkan dimana menjelang bergulirnya Asian Games ini peningkatan serangan siber tersebut dapat dilihat dari grafis yang diperoleh tim panitia pesta olahraga multi cabang tersebut.

Baca juga : HELICAP RAIH 1,5 JUTA USD DALAM SEED ROUND

“Ini kan waktunya tinggal 106 hari, attack dari cyber makin hari makin meningkat, itu terlihat dari grafisnya,” kata Erick di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, Kamis (3/5/2018) yang dilansir dari Kompas.

Baca juga : Nasib Teknologi Nuklir Paska Korsel dan Korut Damai

Erick berpendapat bahwa serangan siber tersebut mirip seperti yang terjadi pada ajang Asian Games di Incheon, Korea Selatan pada 18 September 2014 sampai 4 Oktober 2014 lalu.

“Kayak di Korea Selatan sendiri waktu itu empat bulan sebelum acara terus ada. Nah di Indonesia juga seperti itu,” kata Erick.

Bahkan Erick pun menambahkan dalam pernyataannya, yang mana ia mengungkapkan bahwa serangan siber terhadap sistem ticketing berdampak pada penundaan pembukaan Asian Games Inchen empat tahun lalu.

“Sempat pembukaan delay 1 jam karena memang ternyata ada cyber attack di ticketing,” tuturnya.

Erick juga menuturkan ketika tes event Asian Games beberapa waktu lalu, tidak hanya satu melainkan ribuan serangan siber terdeteksi setiap harinya.

“Waktu saat invitation game 1.000 lebih dalam berapa hari,” tambahnya.

Oleh sebab itulah, menurut Erick yang melatarbelakangi Inasgoc menggandeng berbagai pihak untuk melakukan antisipasi pengamanan siber dalam memerangi serangan siber tersebut. Sebagai contohnya Inasgoc menggandeng Badan Intelijen Strategis (BAIS), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan lainnya.

“Eranya seperti ini, jadi kita harus antisipasi. Sistem yang ada di Asian Games siap. Tidak ada salahnya kalau ada double gardan,” kata dia. “Jadi ini yang kita harus antisipasi. Kita mesti jaga lah jangan sampai pas saat Asian Game ada kejadian-kejadian karena di-hack,” ujarnya.

Written by : Dinda Luvita
Picture : Pixabay.com

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Inilah 18 Penyakit yang tidak Ditanggung Asuransi Prudential

JAKARTA, duniafintech.com – Daftar penyakit yang tidak ditanggung Asuransi Prudential penting untuk diketahui oleh para pemilik polis asuransi ini. Adapun hal penting yang perlu dipertimbangkan...

Cara Top Up OVO lewat OCBC NISP 2022: ATM & Mobile Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat OCBC NISP sejatinya hampir mirip kok dengan cara isi saldo OVO lewat sejumlah bank lainnya. Saat ini,...

Cara Menghubungkan Akulaku ke Bukalapak, Banyak Manfaatnya!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghubungkan Akulaku ke Bukalapak berikut ini perlu diketahui karena akan memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Nah, sebagai pelanggan Akulaku, barangkali kamu...

Fantastis! Hingga Juni 2022, Sudah 9,5 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Hingga Juni 2022, sudah 9,5 juta UMKM masuk ekosistem digital. Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan sebanyak 19,5 juta pelaku...

Jangan Salah Kira, Inilah Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin

JAKARTA, duniafintech.com - Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin sangat mencolok. Data dari Coinmarketcap menunjukkan ada sekitar 20 ribu kripto yang tercatat.  Dari sekian banyak kripto di...
LANGUAGE