31.8 C
Jakarta
Jumat, 7 Agustus, 2020

Serangan Siber Meningkat di Asian Games?

duniafintech.com – Serangan siber dikabarkan akan terus meningkat menjelang Asian Games 2018. Hal ini pun turut disampaikan oleh Ketua komite penyelenggaraan Asian Games 2018 (Inasgoc) Erick Thohir.

Baca juga : SAN FRANCISCO – BLOCKCHAIN AKUISISI STARTUP

Erick mengungkapkan dimana menjelang bergulirnya Asian Games ini peningkatan serangan siber tersebut dapat dilihat dari grafis yang diperoleh tim panitia pesta olahraga multi cabang tersebut.

Baca juga : HELICAP RAIH 1,5 JUTA USD DALAM SEED ROUND

“Ini kan waktunya tinggal 106 hari, attack dari cyber makin hari makin meningkat, itu terlihat dari grafisnya,” kata Erick di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, Kamis (3/5/2018) yang dilansir dari Kompas.

Baca juga : Nasib Teknologi Nuklir Paska Korsel dan Korut Damai

Erick berpendapat bahwa serangan siber tersebut mirip seperti yang terjadi pada ajang Asian Games di Incheon, Korea Selatan pada 18 September 2014 sampai 4 Oktober 2014 lalu.

“Kayak di Korea Selatan sendiri waktu itu empat bulan sebelum acara terus ada. Nah di Indonesia juga seperti itu,” kata Erick.

Bahkan Erick pun menambahkan dalam pernyataannya, yang mana ia mengungkapkan bahwa serangan siber terhadap sistem ticketing berdampak pada penundaan pembukaan Asian Games Inchen empat tahun lalu.

“Sempat pembukaan delay 1 jam karena memang ternyata ada cyber attack di ticketing,” tuturnya.

Erick juga menuturkan ketika tes event Asian Games beberapa waktu lalu, tidak hanya satu melainkan ribuan serangan siber terdeteksi setiap harinya.

“Waktu saat invitation game 1.000 lebih dalam berapa hari,” tambahnya.

Oleh sebab itulah, menurut Erick yang melatarbelakangi Inasgoc menggandeng berbagai pihak untuk melakukan antisipasi pengamanan siber dalam memerangi serangan siber tersebut. Sebagai contohnya Inasgoc menggandeng Badan Intelijen Strategis (BAIS), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan lainnya.

“Eranya seperti ini, jadi kita harus antisipasi. Sistem yang ada di Asian Games siap. Tidak ada salahnya kalau ada double gardan,” kata dia. “Jadi ini yang kita harus antisipasi. Kita mesti jaga lah jangan sampai pas saat Asian Game ada kejadian-kejadian karena di-hack,” ujarnya.

Written by : Dinda Luvita
Picture : Pixabay.com

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

P2P Lending Syariah Terpercaya dan Terdaftar di OJK

DuniaFintech.com - P2P lending syariah menjadi pilihan bagi masyarakat yang menghindari bunga pinjaman. P2P lending syariah tidak hanya menawarkan pinjam meminjam tetapi...

Mau Bisnis Untung Saat Corona? Peluang Usaha ini Cukup Menjanjikan untuk Dicoba

DuniaFintech.com - Saat ini usaha yang bisa dilakukan hanya dengan di rumah saja menjadi usaha yang paling cocok untuk dilakukan agar penghasilan...

Pinjam Uang Tanpa Riba, Ini Beberapa Jenis Pinjaman yang Bisa Jadi Pilihan Anda

DuniaFintech.com - Berencana pinjam uang tanpa riba? Banyak yang menganggap penyertaan bunga pada pinjaman konvensional sebagai riba yang seharusnya dihindari umat Muslim. Beberapa...

Fintech Bersaing jadi Penyedia Pembayaran di Saat Transaksi E-Commerce Meningkat

DuniaFintech.com - Pandemi covid-19 membuat transaksi digital semakin menggeliat. Pasalnya, imbauan untuk mengurangi penggunaan uang tunai yang digaungkan pemerintah membuat fintech bersaing...

Telunjuk.com Bantu Tingkatkan UMKM Lewat Basis Data

DuniaFintech.com - Layanan e-commerce aggregator berbasis digital, Telunjuk.com menekankan pentingnya pemanfaatan basis data elektronik untuk membantu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)...
LANGUAGE