26.8 C
Jakarta
Selasa, 16 Agustus, 2022

Thailand Siapkan Sistem Pembayaran Berbasis Mata Uang Digital

DuniaFintech.com – Sistem pembayaran berbasis mata uang digital kini tengah dilirik para petinggi keuangan di negara Gajah Putih, Thailand. Bank sentral Thailand mengatakan akan membuat prototipe sistem pembayaran baru untuk bisnis berdasarkan sistem mata uang digital yang sedang dikembangkan, yang disebut Project Inthanon.

Tujuan proyek ini adalah untuk mempelajari kelayakan sistem mata uang digital bank sentral (central bank digital currency/CBDC) dan untuk mengembangkan proses dalam pengintegrasian CBDC dengan platform bisnis Thailand.

Informasi baru ini disampaikan oleh perwakilan Bank of Thailand dalam siaran pers.

Bank sentral mengatakan bahwa sebagai bagian dari proyek itu akan mengintegrasikan prototipe CBDC dengan sistem pengadaan dan manajemen keuangan Perusahaan Publik Siam Cement, salah satu perusahaan bahan bangunan terbesar di Thailand. Pekerjaan akan dimulai pada bulan Juli dan berakhir pada akhir tahun.

“Prototipe diharapkan berfungsi sebagai inovasi keuangan yang memungkinkan efisiensi pembayaran yang lebih tinggi untuk bisnis seperti meningkatkan fleksibilitas untuk transfer dana, atau memberikan pembayaran yang lebih cepat dan lebih gesit antar pemasok,” kata Bank of Thailand dalam rilisnya.

Proyek Inthanon, yang pertama kali diumumkan oleh Bank of Thailand pada tahun 2018, adalah kolaborasi antara bank sentral dan delapan lembaga keuangan terkemuka Thailand yang bertujuan untuk mengembangkan CBDC grosir.

Pada Januari 2020 bank menyelesaikan prototipe pembayaran lintas batas dengan bantuan dari Otoritas Moneter Hong Kong. 

Baca Juga:

Segara Dimulai! Proyek Sistem Pembayaran Berbasis Mata Uang Digital

Proyek ini akan dimulai pada bulan Juli dan diharapkan selesai pada akhir tahun, kata bank sentral, menambahkan ruang lingkupnya termasuk melakukan studi kelayakan.

Banyak bank sentral mencari potensi CBDC dan bagaimana mereka bisa memanfaatkan layanan baru ini untuk bisnis mereka.

Layanan sistem pembayaran berbasis mata uang digital ini akan berbeda dari cryptocurrency seperti Bitcoin, yang diproduksi dengan memecahkan teka-teki matematika yang rumit dan diatur oleh komunitas online yang berbeda alih-alih badan yang terpusat.

Di antara banyak negara di Asia Tenggara, Thailand termasuk salah satu negara yang proaktif dalam mendukung pengembangan dan aplikasi kripto aset.

Langkah terbaru yang mereka lakukan ini adalah salah satu contoh bagaimana pemerintah setempat optimis bahwa teknologi keuangan yang baru ini bisa membawa manfaat yang cukup signifikan bagi negara.

(DuniaFintech/ Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Berita Fintech Indonesia: Nama Fintech Legal Dicatut, AFPI Ancam Tempuh Jalur Hukum

JAKARTA, duniafintech.com – Berita fintech Indonesia terbaru kali ini datang dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Untuk diketahui, AFPI melayangkan ancaman terhadap pihak-pihak yang...

Berita Bitcoin Hari Ini: Koreksi, BTC Dibanderol Rp 355 Juta

JAKARTA, duniafintech.com - Berita Bitcoin hari ini masih seputar pergerakan harga kripto yang mengalami koreksi.  Saat ini, aset kripto dengan kapitalisasi pasar tersebar Bitcoin atau...

Makin Dilirik, Sandiaga Uno Ajak Jelajahi Keindahan Indonesia Lewat Metaverse

JAKARTA, duniafintech.com - Teknologi Metaverse kini semakin dilirik, Sandiaga Uno mengajak untuk menjelajahi keindahan Indonesia melalui Metaverse.  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Menparekraf ini...

OneAset, Aplikasi Investasi One Stop Solution Favorit Masa Kini

JAKARTA, duniafintech.com - Saat ini investasi sudah mulai dikenal luas oleh masyarakat, salah satunya karena munculnya berbagai aplikasi yang mendukung, yakni OneAset adalah suatu...

Asuransi Kesehatan Syariah untuk Keluarga, Inilah Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi kesehatan syariah untuk keluarga penting dimiliki sebagai upaya pertanggungan atas segala risiko yang akan terjadi. Tentu saja, setiap orang ingin memiliki...
LANGUAGE