33 C
Jakarta
Rabu, 8 Juli, 2020

Thailand Akan Terbitkan Tabungan Obligasi Berbasis Blockchain

DuniaFintech.com – Kantor Manajemen Utang Publik Thailand bermaksud untuk melakukan penerbitan obligasi tabungan kecil sebesar 200 juta baht ($ 6,43 juta) sebagai uji coba obligasi tabungan berbasis Blockchain. Kabar ini dilansir oleh Bangkok Post. Biasanya, nilai nominal obligasi minimum adalah 1.000 baht, tetapi dengan obligasi Blockchain, harganya akan menjadi 1 baht, dengan berlangganan awal minimum 100 baht.

Untuk mewujudkannya, pemerintah akan menggunakan e-wallet milik Bank Krungthai Bank (KTB) milik negara. Akhirnya, itu akan menambah saluran distribusi tambahan, termasuk cabang bank, ATM dan mobile banking.

Kemampuan untuk menerbitkan dan memperdagangkan sekuritas dalam jumlah yang lebih kecil adalah manfaat tokenisasi yang umum karena biaya distribusi yang lebih rendah. Dokumen fisik juga membuat denominasi yang lebih rendah menjadi sulit.

Adopsi Teknologi Blockchain

Sembilan bulan yang lalu, Asosiasi Pasar Obligasi Thailand mengumumkan akan mengadopsi Blockchain untuk pendaftaran obligasi dengan proyek tambahan. Sejak itu, Toyota Leasing di Thailand mengeluarkan proyek yang berhubungan dengan Blockchain. Tak hanya itu, bursa setempat juga berencana untuk meluncurkan platform aset digital berbasis Blockchain.

Di tempat lain di bidang keuangan, 22 bank berkumpul untuk kelompok Letters of Guarantee Blockchain perihal pembiayaan perdagangan.

Negara ini juga dikenal sangat aktif dalam menggunakan Blockchain untuk memerangi penipuan PPN, yang mulai dieksplorasi dua tahun lalu. Baru-baru ini, Thailand mengasah bidang risiko signifikan seperti pengembalian pajak untuk eksportir minyak.

Dan ada beberapa proyek Blockchain yang berorientasi perdagangan sedang dieksplorasi, termasuk dengan NTT, OneConnect, dan TradeLens.

Baca Juga:

Blockchain Menjadi Pembicaraan Hangat Pasca Pandemi

Teknologi Blockchain semakin menuai popularitas pasca pandemi. Ini terjadi karena banyak perusahaan terutama yang bergerak di bidang kesehatan mulai memanfaatkannya untuk kepentingan distribusi mereka.

Cina yang merupakan negara asal virus Corona juga terus dengan giat melakukan beragam pemanfaatan. Meski kondisi di negara tersebut masih belum kondusif pasca adanya second wave atau gelombang kedua Covid-19, namun ratusan perusahaan di negeri tirai bambu itu menyatakan diri akan terus menggunakan Blockchain untuk memudahkan segala urusan mereka.

(Duniafintech/Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Permudah Transaksi, Paper.id Sediakan Pembayaran via Tokopedia

DuniaFintech.com - Permudah pelaku usaha, Paper.id jadi software invoice pertama yang menyediakan pembayaran via Tokopedia. Dengan mengusung komitmen untuk membantu kemajuan para...

Naik 27% Selama 2020, Bitcoin Kalahkan Emas dan Perak

DuniaFintech.com – Di tengah pandemi yang sedang berlangsung, bitcoin kalahkan emas dan perak dengan berhasil naik 27% selama 2020. Perhatian investor di berbagai...

Pemerintah Afghanistan Manfaatkan Blockchain Deteksi Obat Palsu

DuniaFintech.com - Kementerian Kesehatan Afghanistan mengajak beberapa perusahaan farmasi lokal menggunakan blockchain untuk memerangi peredaran obat-obatan palsu. Pengembang blockchain yang terlibat dalam proyek...

Sejumlah Perusahaan Pinjaman Online Tetap Jaga TKB90 Meski Pandemi

DuniaFintech.com - Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan AFPI, Tumbur Pardede mengatakan, bahwa mayoritas perusahaan pinjaman online tetap jaga TKB90. Tidak dapat dipungkiri, pandemic...

Raup Untung Besar Investasi di P2P Lending, Return Profit Hingga 20%

DuniaFintech.com - Peer-to-Peer Lending atau P2P Lending muncul sebagai alternatif pendanaan online yang menjadi keunggulan saat ini. Tentunya, kemunculannya bukanlah tanpa alasan. Manfaat yang ditawarkan...
LANGUAGE