26.7 C
Jakarta
Minggu, 26 Juni, 2022

Tren Transaksi Uang Elektronik Meningkat di Era New Normal

DuniaFintech.com – Tren transaksi uang elektronik masih terus mengalami peningkatan di era new normal. Meskipun pada waktu lalu sempat mengalami penurunan akibat Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan pemerintah untuk membatasi penyebaran Covid-19. Karena, sebagian besar penggunaan uang elektronik ada di sektor transportasi.

Era new normal yang digadang-gadang sebagai bentuk hidup berdamai dengan virus corona dan kita dipaksa untuk siap menjalaninya. Salah satu budaya yang pasti berubah adalah soal urusan bayar-membayar melalui uang tunai. Tidak hanya itu, masyarakat tetap diwanti-wanti untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker dan menjaga jarak satu sama lain. Hal itu sesuai pernyataan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Manardo.

Kebiasaan kita bertahun-tahun untuk berubah menggunakan uang plastik tentu sangatlah sulit. Baru beberapa sektor saja menggunakan uang plastik alias e-money. Pola hidup New Normal, nantinya akan memaksa kita mengikuti tren transaksi uang elektronik seperti saat membayar e-toll. Salah satu penyebabnya adalah potensi penyebaran virus corona melalui transaksi pembayaran uang tunai.

Baca Juga:

Tidak hanya virus corona, berbagai bakteri dan virus lain juga ada di uang kertas dan logam tersebut. Tidak mungkin rasanya mencuci tangan bersamaan dengan mencuci uang, karena kalau uang sering dicuci, lama-lama rusak. Untuk aman, hanya menggunakan uang plastik e-money. Sebagai langkah awal, kabarnya pembayaran di SPBU tidak menggunakan uang cash. 

Dilansir dari data Bank Indonesia, volume transaksi digital perbankan pada April 2020 meningkat signifikan sebanyak 37,35 persen (yoy). Perkembangan ini mengindikasikan menguatnya kebutuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital di tengah wabah pandemi virus korona (covid-19). Tidak hanya itu, adapula fintech (financial technology) itu juga memberikan service terbaik untuk transaksi keuangan secara digital. Bank misalnya sekarang semakin cepat, buka rekening kalau dulu harus ke bank kalau sekarang bisa melalui smartphone saja.

Sejalan dengan kegiatan ekonomi yang menurun, transaksi nontunai menggunakan ATM, kartu debit, kartu kredit, dan uang elektronik pada April 2020 juga menurun dari minus 4,72 persen pada Maret 2020 menjadi minus 18,96 persen (yoy). Sementara tren transaksi uang elektronik pada April 2020 tetap tumbuh tinggi mencapai 64,48 persen (yoy).

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Bursa Kripto Masih Belum Terealisasi, Langkah Mendag Zulkifli Hasan Ditunggu

JAKARTA, duniafintech.com - Keberadaan bursa kripto sebagai bagian dari ekosistem perdagangan legal aset kripto di Indonesia hingga kini belum berujung atau terealisasi.  Meski pucuk pimpinan...

Segera Siapkan Regulasi Investasi Kripto, Zulkifli Hasan Bilang Biar Lebih Aman

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi aset kripto saat ini banyak digandrungi masyarakat Indonesia. Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus beradaptasi dengan tren ekosistem ekonomi digital itu. Hal itu...

Harga Volkswagen Polo hingga Daftar Dealernya

JAKARTA, duniafintech.com – Volkswagen Polo hingga kini masih menjadi salah satu mobil asal Jerman yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Baik di Indonesia maupun di...

Estimasi Biaya Laparoskopi, Mahal Enggak Ya?

JAKARTA, duniafintech.com – Estimasi biaya laparoskopi di rumah sakit memang terbilang cukup menguras kantong, bahkan bisa mencapai puluhan juta. Laparoskopi sendiri adalah tindakan medis berupa...

Sesuai Syariat Islam, Begini Prinsip P2P Lending Syariah

JAKARTA, duniafintech.com - Pastinya P2P lending sudah tidak asing lagi di telinga, bukan? Seiring perkembangan zaman dan teknologi, dunia fintech syariah terus mengalami peningkatan....
LANGUAGE