Sosial Media Berbasis Blockchain Atasi Penyalah Gunaan

0
168
sosial media blockchain

DuniaFintech.com – Sosial media yang didukung dengan teknologi blockchain dinilai mampu mengatasi masalah yang ada, salah satunya trolling hingga mempertahankan skala anonimitas. Hal tersebut disampaikan Julie Inman Grant, Komisaris eSafety Australia.

“Meskipun anonimitas bermanfaat untuk penggunaan online secara umum, tapi orang-orang yang bersembunyi di balik anonimitas online untuk merugikan orang lain tetap menjadi masalah besar di masyarakat,”

Julie menyebut, identitas sosial media berbasis blockchain dapat membantu menjadi penengah yang mampu menyembunyikan dan menjaga detail penggunanya, kecuali terjadi tindakan yang memerlukan penegakan hukum.

“Ada banyak hal yang dapat mereka lakukan dalam hal kemampuan intelektual. Akses mereka ke teknologi canggih, sumber daya finansial yang besar untuk menghasilkan sistem yang lebih baik untuk mengidentifikasi siapa yang menggunakan platform mereka dan melanggar persyaratan layanan mereka,” 

Baca juga:

Sosial Media Berbasis Blockchain

Julie yang telah bekerja selama periode tahun 1990 di Microsoft, telah terlibat dalam memformulasikan 230 undang-undang tentang kelayakan komunikasi. Hal tersebut menjadi kontroversi di Amerika Serikat, lantaran membuat berbagai pengembang sosial media memiliki kekebalan tanggung jawab penggunanya.

Selain itu, kasus terbaru Facebook dan Twitter untuk menurunkan identitas mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump lantaran dituduh menjadi biang keladi kerusuhan di Capitol Hill kemarin dinilai sebagai dilema. Pada dasarnya, pengembang media sosial tetap menginginkan kebebasan berekspresi namun tetap melarang adanya muatan provokasi dan material berbahaya lainnya.

Kabar terbaru menyebutkan, beberapa perusahaan pengembang teknologi blockchain di negara Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat dan Tiongkok tengah melakukan uji coba.

Anonimitas identitas yang diterapkan sistem blockchain dinilai mampu menghadirkan privasi dan rasa aman pengguna sosial media. Tak hanya itu, melalui permintaan aparat, para pengguna media sosial juga dapat ditindak secara hukum apabila terbukti melanggar beberapa ketentuan dari etika sosial media.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here