28.2 C
Jakarta
Jumat, 9 Desember, 2022

Tertarik pada Dunia Startup? Ketahui Beda Unicorn, Decacorn dan Hectocorn Berikut Ini!

DuniaFintech.com – Dengan perkembangan teknologi dan perilaku konsumen yang terus berubah, jumlah perusahaan rintisan atau startup baru terus bertambah. Ada 3 kasta yang membeda kan antara startup 1 dengan yang lainnya, yaitu unicorn, decacorn, dan hectocorn.

Menurut data terbaru dari Startup Ranking (startupranking.com), dengan 2.188 perusahaan startup-nya. Indonesia menduduki peringkat ke-5 sebagai negara dengan jumlah startup terbanyak. Jumlah ini tentu saja akan terus mengalami pertambahan sepanjang tahun.

Ada banyak sekali istilah yang berhubungan dengan perusahaan startup, tetapi beberapa yang paling penting adalah unicorn, decacorn, dan hectocorn. Istilah-istilah ini telah digunakan secara universal selama beberapa waktu, tetapi apakah Anda tahu apa pengertian dari masing-masing istilah tersebut?

Pengertian Perusahaan Unicorn, Decacorn dan Hectocorn

Istilah unicorn pertama kali diciptakan pada tahun 2013 oleh Aileen Lee, pendiri Cowboy Ventures, sebuah perusahaan modal ventura tahap awal yang berbasis di Amerika Serikat. Dalam artikel TechCrunch yang berjudul Welcome to The Unicorn Club: Learning from Billion-Dollar Startups (2013), ia menyebut perusahaan startup senilai US $ 1 Miliar atau lebih sebagai unicorn. Adapun decacorn adalah istilah untuk perusahaan yang bernilai lebih dari US $ 10 Miliar, sedangkan hectocorn digunakan untuk perusahaan yang bernilai di atas US $ 100 Miliar.

Baca Juga:

Startup Unicorn dan Decacorn di Dunia dan Indonesia

Menurut data yang diberikan oleh CB Insights, ada lebih dari 450 perusahaan unicorn dan 24 perusahaan decacorn di seluruh dunia. Amerika Serikat adalah penyumbang terbesar angka-angka tersebut dengan 214 unicorn dan 11 decacorn. Diikuti oleh China dengan 115 unicorn dan 6 decacorn. Jumlah perusahaan unicorn dan decacorn yang dimiliki Amerika Serikat dan Cina sangat berbeda dibandingkan dengan negara lain, karena peringkat ketiga ditempati oleh Inggris dengan 23 unicorn dan 1 decacorn.

Berdasarkan data tahun 2020, Indonesia memiliki beberapa perusahaan yang berstatus unicorn antara lTokopedia, BukaLapak, Traveloka, OVO dan JD.id.  Sementara itu perusahaan ride hailing nomor satu asli Indonesia, GoJek, menjadi startup tanah air pertama yang menyandang status decacorn. Hal ini tidak mengejutkan mengingat perusahaan rintisan Nadiem Makarim itu merupakan startup Indonesia pertama yang menjadi perusahaan berstatus unicorn.

Indonesia adalah salah satu negara dengan pertumbuhan startup unicorn, decacorn, dan hectocorn tercepat di Asia Tenggara. Lantaran Indonesia pengguna smartphone paling aktif di dunia. Diikuti dengan semakin banyaknya startup yang terus menawarkan ide dan inovasi baru, Indonesia terus menunjukkan potensi besar untuk dapat bersaing dengan negara lain di kancah global.

(DuniaFintech/DitaSafitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tips Hadapi Resesi Ekonomi Global Bagi Para Pelaku Usaha ala Rey Insurtech

JAKARTA, duniafintech.com - Resesi ekonomi global diperkirakan akan memengaruhi banyak sektor dan kinerja bisnis sehingga pelaku usaha perlu tips hadapi. Salah satu tips hadapi resesi...

Tips Cek Kesehatan Kendaraan Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

JAKARTA, duniafintech.com - Tips cek kesehatan kendaraan menjadi salah satu hal penting dipelajari mengingat libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 sudah di depan...

Perusahaan PHK Karyawan Kembali Terjadi, Kali Ini PepsiCo

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan PHK karyawan hingga saat ini masih saja terjadi di dunia ketenagakerjaan, termasuk perusahaan startup. Hal itu berlangsung di tengah ketidakpastian ekonomi...

Tips Investasi Untuk Persiapan Masa Depan

JAKARTA, duniafintech.com - Saham merupakan instrumen investasi yang berpotensi memberikan keuntungan cukup tinggi jika dibandingkan instrumen investasi lainnya. Namun, sebagai investor, kita harus cukup cerdas...

Dollar ke Rupiah Hari Ini Terlengkap, Cek sebelum Tukar Valas

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke Rupiah hari ini, sesuai kurs, melemah pada level Rp 15.637 di perdagangan pasar spot Rabu (7/12). Diketahui, rupiah melemah 0,05%...
LANGUAGE