25 C
Jakarta
Sabtu, 28 Januari, 2023

STARTUP FINTECH MASIH MEMIKAT PARA INVESTOR DI TAHUN 2018

duniafintech.com – Dalam adopsi finansial, Asia Tenggara memiliki prospek pertumbuhan signifikan jangka panjang, khususnya di Indonesia. Hal ini menyebabkan startup bidang financial technology (fintech) memiliki peluang yang cukup besar di Indonesia. Dimana sepanjang 2017, pelaku usaha besar e-commerce semakin marak bermunculan.

Baca juga : duniafintech.com/singapore-investor-summit-siapkan-dana-u2-miliar-untuk-startup-fintech

Berdasarkan ASEAN Banks: Fintech Opportunity and Threat pada Maret 2017 hanya 36% orang dewasa di Indonesia yang memiliki akun bank. Lima tahun mendatang diprediksi 41% masyarakat menengah ke atas. Adapun total transaksi fintech di Indonesia mencapai US $ 15 miliar. Hal ini mengantar Indonesia sebagai negara dengan nilai transaksi fintech tertinggi di Asia tenggara.

Baca Juga : duniafintech.com/fintech-danaprospera-com-jamin-keamanan-dana-investor

Total UMKM saat ini ada 57 juta. Diprediksi pada 2021 jumlah UMKM akan bertambah bila didukung dengan fintech. Hal tersebut terungkap dari Donald Wihardja, Wakil Ketua Amvesindo & Partner of Convergence dalam Journalist Class: Startups Outlook 2018 and Fintech, Selasa (7/11) di Jakarta.

Donald memaparkan terdapat kurang lebih 150 pelaku startup di bidang fintech. 40% – 50% ada di payment atau pembayaran. 10%-20% di lending, 10%-20 agregator seperti asuransi, investasi, dan sebagainya. Personal finance/planning sebesar 5%-10%. Sedangkan crowd funding ada 5-10%.

Baca Juga : duniafintech.com/bagaimana-pengaruh-mata-uang-virtual-terhadap-investor-startup

Indonesia merupakan negara berkembang di mana kedewasaan finansial masyarakat Indonesia belum sampai pada level paling tinggi yakni asuransi ataupun investasi ataupun menyimpang uang dalam waktu yang panjang. Indonesia masih didominasi oleh pembayaran yang aman. Lalu pembayaran elektronik. Saat ini Indonesia mulai tren ke peminjaman dan lending platform,” ungkap Donald.

Berikut beberapa perkembangan startup dan kegiatan investor yang masuk di Indonesia: 

  • Oktober 2016, PonselPay – dibeli Gojek
  • Oktober 2016, DOKU – dibeli Emtek
  • April 2017, Kudo dibeli GRAB seharga US$100,000
  • Mai 2017, Espay dibeli Emtek
  • 15 Juni Tiket.com dibeli Blibli
  • 8 Agustus, Loket.com dibeli Gojek
  • Payment Gateway dibeli Gojek
  • EDC Payment Processor dibeli Gojek
  • Payment Agent dibeli Gojek
  • 15 Oktober 2017, Kioson (KIOS) melakukan IPO Rp 450, Sekarang Rp 2.250
  • 31 Oktober 2017, Mcash (MCAS) juga melakukan IPO di level harga Rp 1.385, Sekarang Rp 2.260

 

Source: kontan.co.id

Written by: Dinda Luvita

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Normalisasi APBN, Pemerintah tidak Tanggung Biaya Pasien Covid-19

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh belanja APBN 2023 telah dinormalisasi atau normalisasi APBN. Artinya, seluruh belanja APBN...

Masa PPKM Dicabut, Pemerintah Rumuskan Kebijakan Pasca Pandemi

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terkendalinya laju kasus pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini telah mendorong perbaikan kondisi perekonomian nasional yang...

Apa Itu Crypto Winter dan Bagaimana Dampaknya terhadap Investor?

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu crypto winter? Istilah ini kian santer terdengar belakangan ini, utamanya di kalangan peminat kripto. Sebagai informasi, saat ini di dunia...

AFPI Salurkan Pendanaan Mencapai Rp495,51 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat sejak 2018 hingga November 2022, agregat penyaluran pendanaan mencapai Rp495,51 triliun yang disalurkan oleh...

Berita Ekonomi Hari Ini: Mulai Juni, RI Setop Ekspor Timah dan Tembaga

JAKARTA, duniafintech.com – Berita ekonomi hari ini mengulas terkait larangan ekspor timah dan konsentrat tembaga dan mineral lainnya. Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), dipastikan bahwa...
LANGUAGE