33 C
Jakarta
Rabu, 8 Juli, 2020

Startup Teknologi Indonesia Mulai Dilirik Bursa Efek

DuniaFintech.com – Industri rintisan atau disebut startup kian dilirik oleh bursa efek dalam negeri. Selain dinilai mampu mendorong ekonomi digital, pasar saham juga mampu menjadi wadah untuk mengembangkan startup dari segi permodalan. Melalui penerapan good corporate governance, nantinya skema penawaran umum perdana (IPO) diharap bisa membantu pengembangan startup menjadi badan usaha yang mapan.

Pandu Patria Sjahrir, Founder joint venture Indies Capital mengharapkan adanya realisasi atas langkah tersebut. Ia menilai stabilitas industri rintisan dapat ditanggulangi dengan memperkenalkannya ke publik melalui pasar.

“Startup akan lebih transparan dan akuntabel,”

“Startup teknologi bisa menjadi emiten di pasar modal kita,”

Sebagai komisaris di perusahaan game terbesar di Asia Tenggara, Garena. Di bawah nama PT SEA, Pandu mencontohkan pengalaman perusahaannya yang listing di bursa efek di New York (NYSE) pada tahun 2017 dengan kapitalisasi pasar mencapai lebih dari USD 8 miliar atau setara Rp 112 triliun.

Baca juga:

Wacana Startup di Bursa Efek

Pada Agustus 2019, tersiar kabar tentang adanya 3 dari 16 calon emiten yang akan masuk ke dalam bursa efek. Ketiganya diharuskan memasuki akselerator milik Bursa Efek Indonesia (BEI) bernama IDX Incubator. Disebutkan salah satu startup yang menjadi calon emiten berada di segmen teknologi finansial (fintech).

Sampai saat ini, IDX Incubator telah memasukkan startup di lantai bursa efek bernama Passpod yang membidangi perjalanan dan wisata. Dibawah nama PT Yelooo Integra Datanet, Passpod berhasil listing pada Oktober 2018.

Selain itu, salah satu unicorn Indonesia, Gojek juga digadang-gadang akan menghuni papan nama daftar saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia. Hal ini dikemukakan oleh Gojek di hari jadi ke-9 pada tahun 2019 lalu. Andre Soelistyo, Co-CEO Gojek mengatakan pihaknya akan segera melakukan persiapan untuk prosedur yang dibutuhkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Naik 27% Selama 2020, Bitcoin Kalahkan Emas dan Perak

DuniaFintech.com – Di tengah pandemi yang sedang berlangsung, bitcoin kalahkan emas dan perak dengan berhasil naik 27% selama 2020. Perhatian investor di berbagai...

Pemerintah Afghanistan Manfaatkan Blockchain Deteksi Obat Palsu

DuniaFintech.com - Kementerian Kesehatan Afghanistan mengajak beberapa perusahaan farmasi lokal menggunakan blockchain untuk memerangi peredaran obat-obatan palsu. Pengembang blockchain yang terlibat dalam proyek...

Sejumlah Perusahaan Pinjaman Online Tetap Jaga TKB90 Meski Pandemi

DuniaFintech.com - Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan AFPI, Tumbur Pardede mengatakan, bahwa mayoritas perusahaan pinjaman online tetap jaga TKB90. Tidak dapat dipungkiri, pandemic...

Raup Untung Besar Investasi di P2P Lending, Return Profit Hingga 20%

DuniaFintech.com - Peer-to-Peer Lending atau P2P Lending muncul sebagai alternatif pendanaan online yang menjadi keunggulan saat ini. Tentunya, kemunculannya bukanlah tanpa alasan. Manfaat yang ditawarkan...

Pemerintah dan Swasta Tiongkok Ciptakan Infrastruktur UKM

DuniaFintech.com - Pemerintah Tiongkok melalui badan pengembang supply chain (rantai pasok) melakukan kerja sama dengan badan riset blockchain milik Binance untuk membangun...
LANGUAGE