24.7 C
Jakarta
Kamis, 5 Agustus, 2021

Startup Teknologi Indonesia Mulai Dilirik Bursa Efek

DuniaFintech.com – Industri rintisan atau disebut startup kian dilirik oleh bursa efek dalam negeri. Selain dinilai mampu mendorong ekonomi digital, pasar saham juga mampu menjadi wadah untuk mengembangkan startup dari segi permodalan. Melalui penerapan good corporate governance, nantinya skema penawaran umum perdana (IPO) diharap bisa membantu pengembangan startup menjadi badan usaha yang mapan.

Pandu Patria Sjahrir, Founder joint venture Indies Capital mengharapkan adanya realisasi atas langkah tersebut. Ia menilai stabilitas industri rintisan dapat ditanggulangi dengan memperkenalkannya ke publik melalui pasar.

“Startup akan lebih transparan dan akuntabel,”

“Startup teknologi bisa menjadi emiten di pasar modal kita,”

Sebagai komisaris di perusahaan game terbesar di Asia Tenggara, Garena. Di bawah nama PT SEA, Pandu mencontohkan pengalaman perusahaannya yang listing di bursa efek di New York (NYSE) pada tahun 2017 dengan kapitalisasi pasar mencapai lebih dari USD 8 miliar atau setara Rp 112 triliun.

Baca juga:

Wacana Startup di Bursa Efek

Pada Agustus 2019, tersiar kabar tentang adanya 3 dari 16 calon emiten yang akan masuk ke dalam bursa efek. Ketiganya diharuskan memasuki akselerator milik Bursa Efek Indonesia (BEI) bernama IDX Incubator. Disebutkan salah satu startup yang menjadi calon emiten berada di segmen teknologi finansial (fintech).

Sampai saat ini, IDX Incubator telah memasukkan startup di lantai bursa efek bernama Passpod yang membidangi perjalanan dan wisata. Dibawah nama PT Yelooo Integra Datanet, Passpod berhasil listing pada Oktober 2018.

Selain itu, salah satu unicorn Indonesia, Gojek juga digadang-gadang akan menghuni papan nama daftar saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia. Hal ini dikemukakan oleh Gojek di hari jadi ke-9 pada tahun 2019 lalu. Andre Soelistyo, Co-CEO Gojek mengatakan pihaknya akan segera melakukan persiapan untuk prosedur yang dibutuhkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Harga Bitcoin Hari Ini : Masih di Rp550 Jutaan, Uruguay Susun RUU Bitcoin

Harga Bitcoin hari ini masih menyentuh Rp550 juta. Ini adalah masa sideways dimana Bitcoin sempat rally selama lebih dari satu pekan di akhir Juli...

Like It, Dorong Literasi Keuangan Perkuat Ekonomi Nasional

Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama dalam Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar...

Sebanyak 66% Konsumen di Asia Tenggara Tertarik dengan Bank Digital

Survey Visa menungkapkan bahwa 66% konsumen di Asia Tenggara tertarik pada bank digital. Dua negara tertinggi adalah Thailand 83% dan Filipina 81%. Laporan dari...

Survey Visa : 85% Konsumen di Asia Tenggara Cashless, Indonesia Bagaimana?

Survey Visa mengungkapkan bahwa sebanyak 85% konsumen di Asia Tenggara mengadopsi pembayaran tanpa uang tunai atau cashless. Dari hasil survey Singapura (98%), Malaysia (96%)...

FinAccel, Perusahaan Induk Kredivo Siap Melantai di Bursa Nasdaq

FinAccel, perusahaan induk dari platform fintect P2P Lending Kredivo, berencana untuk go public di bursa saham Nasdaq, Amerika Serikat. FinAccel akan akuisisi dengan...
LANGUAGE